YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Ekonomi

Harga Emas Anjlok Tertekan Penguatan Ekuitas Dan Dolar AS

Wednesday, 21 December 2016 | View : 279
Tags : Emas

siarjustisia.com-CHICAGO.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (20/12/2016) atau Rabu (21/12/2016) pagi WIB, karena dolar AS dan ekuitas AS menunjukkan penguatan yang ekstensif.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 9,1 dolar AS atau 0,80 persen menjadi 1.133,60 dolar AS per ounce.

Ekuitas AS mendekati sebuah tingkat rekor, menunjukkan penguatan yang luas menempatkan logam mulia di bawah tekanan. Meskipun Dow Jones Industrial Average (DJIA) AS tidak mencapai tingkat rekor 20.000 poin, pedagang menghabiskan hari berfokus pada kekuatan dalam ekuitas AS, memindahkan mereka menjauh dari emas yang bersifat safe haven

DJIA naik 85 poin atau 0,43 persen pada pukul 18.00 GMT. Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Emas diletakkan di bawah tekanan lebih lanjut karena indeks dolar AS naik 0,14 persen menjadi 103,27 pada pukul 18.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. 

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Dengan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS baru saja berlalu, investor percaya the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 pada pertemuan FOMC Maret. 

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk meningkatkan suku bunga dari 0,75 ke setidaknya 1,00 adalah 4,0 persen pada pertemuan Februari dan 21 persen untuk pertemuan Maret.

Perak untuk pengiriman Maret naik 2,8 sen, atau 0,17 persen, menjadi ditutup pada 16,117 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Januari naik 6,7 dolar AS, atau 0,73 persen, ditutup pada 924,00 dolar AS per ounce, demikian kantor berita Xinhua melaporkan.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh hampir tiga persen pada Kamis (15/12/2016) atau Jumat (16/12/2016) pagi WIB, yang merupakan tingkat terendah sejak awal Februari, karena kenaikan suku bunga Fed AS dan potensi gerakan lebih agresif tahun depan memicu dolar menguat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari anjlok 33,9 dolar AS, atau 2,91 persen, menjadi menetap di 1.129,80 dolar AS per ounce.

Emas berada di bawah tekanan karena Federal Reserve AS, setelah penutupan pasar pada Rabu (14/12/2016), mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 0,50-0,75 persen dari sebelumnya 0,25-0,50 persen.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya membuat dolar lebih kuat, yang dapat memberikan tekanan pada komoditas yang dipatok ke mata uang tersebut, seperti emas. Selain itu, aset-aset yang tidak memberikan suku bunga seperti emas kehilangan daya tarik mereka ketika suku bunga meningkat.

Berita kenaikan suku bunga Fed memicu indeks dolar AS reli, naik 0,90 persen ke tingkat tertinggi 14 tahun pada Kamis.

Perak untuk pengiriman Maret turun 126,3 sen, atau 7,33 persen, menjadi ditutup pada 15,958 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 47,2 dolar AS, atau 5,02 persen, menjadi ditutup pada 893,60 dolar AS per ounce.
 
Sebelumnya dikabarkan, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Senin (12/12/2016) atau Selasa (13/12/2016) pagi WIB, didukung pelemahan dolar AS meskipun para pedagang secara luas yakin bahwa AS Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya minggu ini.


Xinhua melaporkan, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 3,9 dolar AS, atau 0,34 persen, menjadi menetap di 1.165,80 dolar AS per ounce.

Emas mendapat dukungan karena indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap mata uang utama, turun 0,62 persen menjadi 101,01 pada pukul 19.00 GMT. 

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Pasar menghabiskan Senin (12/12/2016) dengan fokus pada keyakinan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal Desember (FOMC). 

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke setidaknya 0,75 mencapai 95 persen pada pertemuan Desember dan 95 persen untuk pertemuan Februari.

Para analis percaya bahwa dalam beberapa bulan terakhir telah menunjukkan kemajuan yang cukup baik dalam ukuran-ukuran inflasi dan ukuran-ukuran ketenagakerjaan bagi bank sentral AS untuk membenarkan peningkatan suku bunga acuannya.

Pedagang menanti sisa minggu ini untuk pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai pada Selasa (13/12/2016), indeks harga produsen, penjualan ritel, produksi industri, konferensi pers FOMC pada Rabu (14/12/2016), indeks harga konsumen, klaim pengangguran mingguan, dan survei prospek bisnis Fed Philadelphia pada Kamis (15/12/2016), serta laporan housing starts atau rumah yang baru dibangun pada Jumat (16/12/2016).

Sementara itu, perak untuk pengiriman Maret naik 22 sen, atau 1,30 persen, menjadi ditutup pada 17,187 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 18,7 dolar AS, atau 2,04 persen, menjadi ditutup pada 933,70 dolar AS per ounce. (xinhua)

See Also

Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
Bursa Saham AS Turun
12 Pelabuhan & Bandar Udara Deklarasi Zona Integritas
Rabobank Indonesia Resmi Hengkang Dari Indonesia
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
Bursa Asia Ditutup Melemah Disusul Bursa Eropa Dibuka Tergerus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.130 Since: 07.04.14 | 0.5955 sec