YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2019, 0

Internasional

Pentagon Mengutuk Rencana Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua Korea Utara

Monday, 02 January 2017 | View : 716

siarjustisia.com-WASHINGTON D.C.

Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) mengutuk keras Korea Utara (Korut) yang mengatakan akan segera melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM). Washington pun memberikan peringatan akan melawan "tindakan provokatif" Pyongyang.

Negeri Paman Sam secara lantang menyerukan "semua negara" menunjukkan kepada Korut bahwa setiap tindakan yang melanggar hukum memiliki konsekuensi.

Pentagon mengutip sejumlah resolusi Dewan Keamanan PBB yang secara eksplisit melarang Korea Utara (Korut) melakukan peluncuran menggunakan teknologi rudal balistik. Pyongyang juga didesak untuk "menahan diri dari tindakan provokatif dan retorika inflamasi yang mengancam perdamaian dan stabilitas internasional."

Dalam pernyataannya, AS juga menegaskan kembali "komitmen kuatnya" untuk membela sekutu-sekutunya di kawasan.

Pernyataan Pentagon tersebut mencuat beberapa jam setelah Kim Jong-un mengatakan, negaranya akan segera melakukan uji coba rudal balistik antarbenua yang mampu menjangkau pantai-pantai AS.

"Kami dalam tahap akhir peluncuran rudal balistik antarbenua," kata Kim Jong-un dalam pidato tahun barunya yang di televisi seperti dilansir oleh The Guardian, Senin (2/1/2017).

Lebih lanjut, putra dari Kim Jong-il itu mengatakan, Pyongyang saat ini menjadi "kekuatan militer di Timur yang tak tersentuh bahkan oleh musuh terkuat sekali pun."

Selama ini Pyongyang belum pernah berhasil melakukan uji coba rudal balistik antarbenuanya. Menurut New York Times, setidaknya Korea Utara (Korut) telah melakukan lebih dari 20 kali uji coba rudal balistik pada tahun 2016 dan lima uji coba nuklir sepanjang satu dekade terakhir.

Meski pun Pyongyang menunjukkan kemajuan dalam pengembangan hulu ledak, namun, menurut Bruce Bennett, analis pertahanan lembaga think tank Rand Corporation, teknologi rudal dan roket yang dimiliki Korea Utara (Korut) belum mampu mengirimkan nuklir.

Pernyataan Kim Jong-un tersebut merupakan ancaman terbaru Korut yang ditujukan ke AS. Dan diumumkan sesaat sebelum pelantikan presiden terpilih AS, Donald John Trump pada 20 Januari 2017 mendatang.

Uji coba semacam ini yang mungkin akan dilakukan di bawah pemerintahan baru AS dapat menjadi "ujian serius" bagi Donald John Trump.

Presiden AS ke-45 itu belum secara terbuka menunjukkan bagaimana ia akan menanggapi ancaman Korut sementara di lain sisi ia pernah menyarakan agar Amerika Serikat (AS) mengurangi bantuan pertahanan ke Korea Selatan (Korsel) yang notabene merupakan salah satu sekutu Negeri Paman Sam di Asia. (guardian/newyorktimes)

See Also

Akademisi Asing Ditahan Otoritas Iran
Alumnus Universitas Top Australia Peroleh Gaji Lebih Kecil
Permintaan Suaka Australia Lewat Udara Capai Rekor Tertinggi
China Akan Pamerkan Rudal Nuklir Dalam Parade Militer
Petani Australia Kesulitan Cari Pekerja
Arab Saudi Terbitkan Visa Turis Untuk 49 Negara
Pengawal Raja Arab Saudi Tewas Ditembak
Gempa Guncang Chile 6,8 SR
Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.580.817 Since: 07.04.14 | 0.7065 sec