YouTube Facebook Twitter RSS
15 Dec 2018, 0

Hukum

Polda Kepri Datangkan Saksi Ahli Terkait Bom Termos

Monday, 16 January 2017 | View : 730
Tags : Polda Riau

siarjustisia.com-BATAM.

Polda Kepulauan Riau mendatangkan dua saksi ahli untuk dimintai keterangan terkait posting mengenai "bom termos" oleh Ketua Kadin Kepri, MM, dalam satu akun grup di media sosial (medsos), yang dianggap melecehkan kinerja Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
"Ada dua ahli yang kami datangkan. Satu sudah memberikan keterangan, satu lagi belum," terang Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol. Budi Suryanto, S.H., M.Si. di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (15/1/2017).
Kombes Pol. Budi Suryanto, S.H., M.Si. mengatakan, salah satu dari saksi ahli yang dimintai keterangannya tersebut merupakan ahli bahasa.
"Setelah pemeriksaan saksi ahli ini diselesaikan kami akan gelar perkara melibatkan beberapa orang penyidik untuk mengetahui ada unsur pelanggaran atau tidak," papar mantan Widyaiswara Muda Sespimmen Sespim Polri Lemdikpol.
Ketua Kadin Kepri, MM yang memposting gambar pada sebuah grup media sosial (medsos) berkaitan dengan pengungkapan kasus terorisme di Bekasi, Sabtu (10/12/2016) masih berstatus saksi, namun menurut Kombes Pol. Budi Suryanto, S.H., M.Si., bisa berubah kapan saja setelah gelar perkara.
Sebelumnya, Ketua Kadin Kepulauan Riau MM itu sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.
Dalam sebuah akun grup media sosial (medsos), pada Selasa (13/12/2016), MM memposting gambar dan menulis "kalau pengalihan isu pake bom panci masih gagal". Lalu di bagian bawah gambar terdapat tulisan "coba alihkan isu dengan bom termos".
"Bom termos" dimaksud adalah gambar seorang laki-laki yang memikul sebuah termos dan beberapa alat berupa remote layaknya bom menempel pada dada lelaki pada gambar tersebut.
Gambar tersebut ada kaitannya dengan bom panci pada Sabtu (10/12/2016), di Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Kapolda Kepri Irjen Pol. Drs. Sambudi Gusdian yang kebetulan merupakan anggota group langsung memberi tanggapan dan menyatakan ketersinggungannya. Postingan tersebut akhirnya disampaikan Kapolda saat koordinasi melalui video conference dengan berbagai pihak kepolisian termasuk Densus 88 Mabes Polri. Postingan tersebut menjadi atensi Mabes Polri.
Jika terbukti, Penyidik Polda Kepri akan menjerat MM dengan Pasal 45 ayat (3), Pasal 27, Pasal 207 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman enam tahun penjara.
Usai menjalani pemeriksaan beberapa waktu lalu, MM menyampaikan maaf dan penyesalan sedalam-dalamnya atas postingan tersebut.
"Saya khilaf, saya menyesal dan mohon maaf beribu-ribu maaf terhadap korps kepolisian. Saya sama sekali tidak bermaksud seperti itu," pinta MM. (ant)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.097.633 Since: 07.04.14 | 0.6006 sec