YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2018, 0

Hukum

Polda Kepri Datangkan Saksi Ahli Terkait Bom Termos

Monday, 16 January 2017 | View : 700
Tags : Polda Riau

siarjustisia.com-BATAM.

Polda Kepulauan Riau mendatangkan dua saksi ahli untuk dimintai keterangan terkait posting mengenai "bom termos" oleh Ketua Kadin Kepri, MM, dalam satu akun grup di media sosial (medsos), yang dianggap melecehkan kinerja Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
"Ada dua ahli yang kami datangkan. Satu sudah memberikan keterangan, satu lagi belum," terang Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol. Budi Suryanto, S.H., M.Si. di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (15/1/2017).
Kombes Pol. Budi Suryanto, S.H., M.Si. mengatakan, salah satu dari saksi ahli yang dimintai keterangannya tersebut merupakan ahli bahasa.
"Setelah pemeriksaan saksi ahli ini diselesaikan kami akan gelar perkara melibatkan beberapa orang penyidik untuk mengetahui ada unsur pelanggaran atau tidak," papar mantan Widyaiswara Muda Sespimmen Sespim Polri Lemdikpol.
Ketua Kadin Kepri, MM yang memposting gambar pada sebuah grup media sosial (medsos) berkaitan dengan pengungkapan kasus terorisme di Bekasi, Sabtu (10/12/2016) masih berstatus saksi, namun menurut Kombes Pol. Budi Suryanto, S.H., M.Si., bisa berubah kapan saja setelah gelar perkara.
Sebelumnya, Ketua Kadin Kepulauan Riau MM itu sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.
Dalam sebuah akun grup media sosial (medsos), pada Selasa (13/12/2016), MM memposting gambar dan menulis "kalau pengalihan isu pake bom panci masih gagal". Lalu di bagian bawah gambar terdapat tulisan "coba alihkan isu dengan bom termos".
"Bom termos" dimaksud adalah gambar seorang laki-laki yang memikul sebuah termos dan beberapa alat berupa remote layaknya bom menempel pada dada lelaki pada gambar tersebut.
Gambar tersebut ada kaitannya dengan bom panci pada Sabtu (10/12/2016), di Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Kapolda Kepri Irjen Pol. Drs. Sambudi Gusdian yang kebetulan merupakan anggota group langsung memberi tanggapan dan menyatakan ketersinggungannya. Postingan tersebut akhirnya disampaikan Kapolda saat koordinasi melalui video conference dengan berbagai pihak kepolisian termasuk Densus 88 Mabes Polri. Postingan tersebut menjadi atensi Mabes Polri.
Jika terbukti, Penyidik Polda Kepri akan menjerat MM dengan Pasal 45 ayat (3), Pasal 27, Pasal 207 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman enam tahun penjara.
Usai menjalani pemeriksaan beberapa waktu lalu, MM menyampaikan maaf dan penyesalan sedalam-dalamnya atas postingan tersebut.
"Saya khilaf, saya menyesal dan mohon maaf beribu-ribu maaf terhadap korps kepolisian. Saya sama sekali tidak bermaksud seperti itu," pinta MM. (ant)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.624.051 Since: 07.04.14 | 0.7401 sec