YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Turun

Thursday, 19 January 2017 | View : 183

siarjustisia.com-NEW YORK.

Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Rabu (18/1/2017) atau Kamis (19/1/2017) pagi WIB, karena pasar memperkirakan produsen minyak Amerika Serikat (AS) meningkatkan produksinya.
Produksi minyak serpih (shale oil) akan pulih dari penurunan tiga bulan pada Februari, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan produktivitas pengeboran pada Selasa (17/1/2017).
Perusahaan-perusahaan energi AS meningkatkan aktivitas pengeboran mereka, karena harga minyak mentah berada di kisaran dekat tingkat tertinggi dalam 18-bulan.
Produksi di AS pada Februari akan meningkat 40.750 barel per hari menjadi 4,748 juta barel per hari, menurut laporan tersebut.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari berkurang 1,4 dolar AS menjadi menetap di 51,08 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, turun 1,55 dolar AS menjadi ditutup pada 53,92 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, demikian Xinhua.
Harga minyak dunia menetap bervariasi pada Selasa (17/1/2017) atau Rabu (18/1/2017) pagi WIB, akibat dolar AS yang lebih lemah dan berlanjutnya kekhawatiran tentang komitmen produsen minyak global terhadap kesepakatan pemotongan produksi.
Dolar melemah terhadap mata uang utama, setelah Presiden AS terpilih Donald John Trump mengatakan bahwa dolar yang terlalu kuat merugikan daya saing AS.
Greenback atau dolar yang melemah membuat minyak mentah dalam denominasi dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Namun, harga minyak dibatasi oleh kekhawatiran pasar atas berlanjutnya masalah kelebihan pasokan.
Para analis dan investor skeptis bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) secara keseluruhan dan semua produsen non-OPEC akan mematuhi komitmen mereka untuk mengurangi pasokan. Selain itu, pasar telah melihat meningkatnya produksi di AS dan Rusia.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari bertambah 0,11 dolar AS menjadi menetap di 52,48 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, berkurang 0,39 dolar AS menjadi ditutup pada 55,47 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak ditutup naik pada Senin (16/1/2017) didorong oleh komitmen Arab Saudi memangkas produksi mengimbangi laporan perkiraan output AS yang akan naik lagi tahun ini.
Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) telah sepakat memangkas produksi 1,2 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel per hari mulai 1 Januari dalam upaya mengurangi kelebihan pasokan global yang telah menekan harga selama lebih dari dua tahun.
Rusia dan ekportir utama lainnya di luar OPEC telah mengatakan bahwa mereka juga akan mengurangi produksinya.
Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Khalid A. Al-Falih mengatakan negaranya akan mematuhi secara ketat komitmen pengurangan produksi, mengungkapkan keyakinannya bahwa rencana OPEC untuk menopang harga akan berhasil.
Harga minyak mentah Benchmark Brent naik 41 sen per barel atau 0,7 persen menjadi 55,86 dolar, dan minyak mentah West Texas Intermediate naik 27 sen atau 0,5 persen ke posisi 52,64 dolar per barel.
The Goldman Sachs Group, Inc. mengatakan mereka mengharapkan tahun depan produksi minyak AS naik 235.000 barel per hari pada tahun ini, dengan sumur yang telah dibor dan cenderung memulai produksi pada semester pertama.
Produksi minyak dan gas kondensat Rusia rata-rata 11,1 juta barel per hari pada 1-15 Januari, dua sumber industri mengatakan pada Senin (16/1/2017), turun hanya 100.000 bpd dari Desember.
Rusia telah berkomitmen untuk memangkas 300.000 bpd selama semester pertama 2017, demikian dilaporkan Reuters. (reuters/xinhua)

See Also

Menteri Kelautan Dan Perikanan Inginkan Kenaikan Gaji Pegawai KKP
Harga Minyak Dunia Turun
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Per 8 Desember 2017
KPH Harus Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Masyarakat
Indeks Hang Seng HongKong Turun
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.008.007 Since: 07.04.14 | 0.4055 sec