YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Opini

Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Wednesday, 08 February 2017 | View : 157

siarjustisia.com

Wayang Indonesia mendapat pengakuan Unesco pada tanggal 7 November 2003 untuk “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity”. Wayang Indonesia menjadi karya agung budaya dunia. Betapa kaya Indonesia dengan sejarah begitu panjang.

Saya didampingi guide bernama Didik menelusur musium wayang. Musium ini awalnya adalah Gereja Protestan. Di belakang ada 3 makam Gubernur Jenderal Belanda. Pada prinsipnya koleksi terdiri dari 5 bagian yakni wayang purwa berisi wayang berbasis cerita ramayana dan mahabarata. Lalu koleksi wayang madya berisi cerita kelanjutan jaman purwa. Kemudian wayang gedog yang prinsipnya berisi cerita rakyat yang dimulai dari Kerajaan Kediri abad 11. Cerita panji masuk dalam katagori wayang gedog. Lalu wayang dengan cerita modern seperti wayang revolusi. Yang terakhir adalah wayang dan boneka dari luar negeri seperti dari China, Thailand.

Melalui wayang wali Songo menyiarkan agama Islam dan berhasil. Di sini saya baru ngeh yang namanya wayang Beber yang hampir punah. Wayang beber berbasis gulungan cerita yang dibuat beberapa saja. Wayang beber dari Pacitan menceriterakan cerita Panji Asmara Bangun dengan Dewi Sekartaji. Dikisahkan dengan menggunakan 6 gulungan gambar. Dalam tiap gulungan memuat 4 adegan sehingga seluruh adegan ada 24 adegan. Wayang beber seperti mencopot adegan candi ke dalam gulungan gambar. Dari candi ke gambar. Lalu dari gambar ke mana?

Bapak Probosutedjo menyumbang tanah untuk musium ini. Di musium ini juga ada perpustakaan dan kios souvenir.

Di musium ini saya baru sadar tentang bagaimana generasi dulu dididik melalui cerita wayang. Dulu Indonesia punya GRAND NARASI yang mengikat kehidupan bersama. Melalui ini orang perorang dibentuk karakternya. Saya sempat mengalami jaman ini. Cerita wayang saya pahami dan menjadi pengikat bersama untuk karakter dan kehidupan bersama.

Sekarang wayang tidak lagi jadi grand design pembentuk karakter individu dan sosial. Setiap bangsa butuh GRAND DESIGN untuk membangun kehidupan bersama yang beradab. Menurut saya grand design harus diadakan oleh pemerintah sebagai pengikat kehidupan bersama dengan nilai-nilai luhur yang dipegang bersama. Grand design kita adalah Pancasila, konstitusi dan cerita pendirian bangsa baru bernama Indonesia.

Grand design bangsa Indonesia memang secara tidak langsung diangkat dan dibahas ketika pilkada. Namun menurut saya pemerintah harus mengadakannya secara serius melalui pendidikan (informal, nonformal dan formal).

Rekonstruksi tentang apa artinya menjadi Indonesia, diri sendiri dan warga dunia seharusnya jadi tugas dunia pendidikan.

Kita butuh grand design yang berfondasi kebenaran, keadilan dan keindahan. Korea selatan dibangun melalui menciptakan narasi besar yang mengikat bersama. Indonesia memerlukan narasi untuk meneruskan membangun bangsa besar dan beradab. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Ringkasan Cerita Novel Moemie
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia
Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar Dapat Diseret Ke Mahkamah Pidana Internasional
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.006 Since: 07.04.14 | 0.6678 sec