YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Editorial

Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Wednesday, 08 February 2017 | View : 192

siarjustisia.com

Berapa ribu kali saya lewat stasiun tua namun tidak tergerak mampir di Taman Fatahilah. Hanya berjarak puluhan meter dari stasiun tua terletak banyak bangun tua yang menyimpan banyak cerita penting dan kelam.

Taman Fatahilah dengan sekeliling banyak bangunan tua dibangun oleh Jan Pieter Zoon Coen dengan meniru kota kelahirannya Amsterdam. Memang mirip kota-kota di Belanda. Alun-alun persegi dengan dikitari bangunan pemerintah seperti Balai Kota, Pengadilan, Gereja (dulu). Sekarang bangunan itu sebagian untuk 3 Musium yakni Musium Sejarah Kota Jakarta, Musium Wayang dan Musium Seni Rupa dan Keramik.

Saya ingin mengenal kota Jakarta terutama peristiwa 1740. Harapan saya terkabul. Turun dari angkutan umum langsung ada Pos Dinas Pariwisata. Di pos ini langsung saya menemukan buku tentang peristiwa 1740 berjudul “Pembantaian Massal 1740”. Foto copy buku ini saya dapatkan melalui negosiasi alot dengan penjaga. Saya rela meninggalkan KTP agar saya bisa berjalan di terik matahari mencari toko foto copy.

Imajinasi sangat mudah digerakkan dengan melihat suasana yang ada. Langsung bisa membayangkan bagaimana kota ini dulu dimulai. Tempat yang mudah dijangkau dengan biaya yang begitu murah. Saya naik angkutan umum. Tiket masuk ke setiap musium lima ribu rupiah. Permintaan saya selalu dipenuhi yakni ada guide tersedia.

Di Taman Fatahilah ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh pengunjung. Sewa sepeda dengan topi cantik untuk keliling kota tua, berfoto bersama petugas dengan kostum dan make up tertentu atau duduk ngobrol. Ketika sore banyak sekali orang di sana. Pengunjung taman dan musium begitu banyak, meskipun hari Selasa. (esh)

See Also

Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Batik Print Yang Murah Meriah
Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated
Perkawinan Jangan Dikorbankan Demi Politik Pemilihan
Kekuasaan Formal Dan Informal
Soto Bokoran Dan Bangkong
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
PDIP: Ahok Dan Djarot
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.265 Since: 07.04.14 | 0.6434 sec