YouTube Facebook Twitter RSS
21 Oct 2018, 0

Internasional

Rudal Terbaru Hamas Hantam Tel Aviv

Sunday, 13 July 2014 | View : 644

siarjustisia.com-GAZA.

Setelah menghantam habis-habisan pemukiman sipil Palestina di Jalur Gaza, kini gantian Ezz-Eddin Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, yang menembaki Tel Aviv dengan peluru kendalinya, roket J-80.

Diberitakan sebelumnya, asap dan kobaran api membubung akibat serangan udara Israel, di Rafah, Jalur Gaza, Rabu (9/7/2014). Setidaknya 23 orang tewas di Gaza, kata pihak berwenang Palestina, Rabu (9/7/2014), dalam serangan yang menurut Israel mungkin hanyalah awal dari serangan panjang melawan militan Islamis yang meluncurkan roket jauh ke dalam wilayah Israel.

Ezz-Eddin Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, yang sebelumnya mengecam dan mengancam Israel, Sabtu (12/7/2014) malam, atas serangan bersenjata frontal itu ke Tel Aviv dan Bat Yam, di negara Yahudi itu menembakkan enam merek baru roket J-80 di Tel Aviv dan Bat Yam.

Kelompok perlawanan tersebut telah bersumpah dalam pesan audio dalam bahasa Ibrani, yang disiarkan oleh saluran TV pro-Hamas Al-Aqsa beberapa jam lalu, untuk memberikan "pukulan bersejarah" kepada Israel pada pukul 21.00 waktu setempat Sabtu (12/7/2014).

Kelompok Sayap Hamas, Brigade Izzudin Al-Qassam meluncurkan serangan besar-besaran ke Tel Aviv pada Minggu (13/7/2014) dini hari waktu Indonesia, dengan tembakan pertama sebanyak sepuluh kali ke area yang berjarak 60 kilometer dari Jalur Gaza.

Dilaporkan koresponden MINA di Gaza, pada pagi harinya Al-Qassam juga berhasil menyerang jip militer Israel dengan roket pelacak. Alhasil, roket J 80 milik sayap militer gerakan Hamas tersebut membuat ribuan pemukim ilegal Israel bersembunyi di tempat-tempat pengungsian dan persembunyian.

Memasuki hari keenam, Al-Qassam membuka pertempuran dengan menyerang Beer Saba, wilayah timur Palestina yang dikuasai Israel.  Akibatnya sirine tanda bahaya diaktifkan dan  Israel mengakui  pihaknya terkena serangan itu. Sebelumnya, roket para pejuang berhasil  mengenai bandara Ben Guriyon.

“Tidak ada korban jiwa dilaporkan,” kata koresponden MINA di Jalur Gaza.

Pada pertempuran yang disebut jubir Hamas Abu Ubaidah sebagai perang Al-’Asf Al-Ma’ku, para pejuang mulai meluncurkan roketnya pada pukul 21.00 waktu Gaza. Ia mengklaim Israel kewalahan sehingga menembakkan Iron Dome secara acak dan membabi buta.

Atas peristiwa tersebut, para pejuang menyerukan media agar terus memperhatikan Palestina dan memantau kemajuan roket yang dimiliki Al-Qassam. Kelompok perlawanan tersebut juga meminta media massa Israel dan Palestina untuk memfokuskan kamera mereka pada Tel Aviv. “Kami juga mengajak kepada para awak media agar mengarahkan kamera-kamera dan memantau roket-roket kami di langit Tel Aviv dan lokasi jatuhnya,” ujarnya. Informasi terbaru, serangan roket Al-Qassam hari ini menewaskan satu orang Israel di Bayt Hanun.

Kelompok ini juga mengancam bahwa para pejuangnya akan meluncurkan serangan "syahid" (bunuh diri), dengan senjata apa pun yang tersedia bahkan pisau dapur sekalipun, pada pemukim Yahudi dan otoritas pendudukan Israel sebabagai balasan atas bombardir Israel ke Jalur Gaza.

Roket-roket baru tampaknya dinamai para syuhada yang telah gugur seperti 'Ahmad Al-Jaabari', seorang pemimpin Hamas yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel dua tahun lalu.

Penembakan-penembakan roket baru itu bertujuan untuk mengirim pesan yang jelas pembangkangan kepada Israel bahwa kelompok tersebut mampu meluncurkan serangan-serangan rudal meskipun kehadiran intensif pesawat tak terawak Israel dan angkatan udara mereka di dan sekitar Gaza.

Radio Israel mengakui bahwa roket-roket Palestina menghantam kota-kota pesisir tengah Herzliya dan Bat Yam serta Tel Aviv.

Sepuluh rudal menghantam Tel Aviv dan beberapa dari mereka dicegat oleh sistem pertahanan Iron Dome, kata satu sumber militer kepada radio dalam upaya untuk meredakan kekhawatiran Israel atas serangan roket.

Sirene peringatan dibunyikan di beberapa kota Israel, termasuk Tel Aviv, Netivot, Rishon Lezion, Ashdod, Sderot, Be'er Sheva, Merhavim, Ramat Gan, Bnei Brak, Petah Tikva, Gianyar, Rehovot, Yavne, Nes Tziona, Lod, Ramle, Kiryat Maleakhi, dan Ashkelon, serta Yerusalem, Beit Shemesh dan daerah Laut Mati.

Kecemasan merebak di wilayah-wilayah itu atas kemungkinan serangan-serangan roket pejuang Gaza untuk membalas gempuran-gempuran tentara Israel di wilayahnya itu.

Seperti dikabarkan sebelumnya, hasil penelitian Pusat Penelitian Politik dan Strategi “Javi” di Universitas Barailan, Tel Aviv, merilis data yang mengejutkan. Hasil penelitian tersebut menyebutkan adanya warga muslim di internal pasukan Israel sejak berdirinya negara ini pada tahun 1948.

Pasukan Israel yang berasal dari warga Arab sudah ada sejak berdirinya Israel. Mereka memanfaatkan warga Arab dalam pos keamanan yang saat itu diterima di sejumlah pemukiman Israel.

Salah satu pimpinan Arab di pasukan Israel adalah Jenderal Yusuf Tarumbaldur. Dia saat itu menjadi simbol pengorbanan membela negara untuk memperlihatkan loyalitasnya kepada negara Israel.

Penelitian menyebutkan tentara dan perwira Arab menunaikan tugasnya di internal pasukan Israel berlandaskan slogan yang ditanamkan gerakan zionis pada jiwa minoritas Arab di internal Israel. Yaitu moral melakukan pembelaan.

Setiap tentara atau perwira yang rela dengan sebuah negara yang menaunginya itu wajib membelanya dari serangan musuh dari Arab maupun lainnya. Seorang tentara Israel dari warga Arab merupakan warga Israel kelas satu. Ia memiliki status sosial, ekonomi, dan identitas baru Israel.

Penelitian menyebutkan prosentase kaum muslimin bertambah secara bertahap sejak tahun 1948 sampai tahun 1956. Jumlah mereka makin meningkat pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Jumlah tertinggi di awal tahun 2008. Prosentasenya saat ini mencapai 19 % dari keseluruhan penduduk Israel.

Warga Arab terkonsentrasi di kawasan Galil dan Mutsalas. Pihak Israel memberikan identitas keagamaan khusus bagi mereka. Israel juga memberikan pendidikan dan memelihara identitas asal mereka.

Data menyebutkan pasukan perang Israel mencakup 12 ribu warga muslim. Sebanyak 1.120 orang berasal dari Mesir.

Mereka bergabung atas dasar keinginan mereka setelah mereka eksodus ke Israel. Para pemuda Mesir yang bekerja di militer Israel disebut sebagai tentara yang paling loyal dan serius bekerja. Mereka mendapatkan gaji bulanan sekitar 4000 sampai 4500 shekel.

Para perwira dan tentara Arab Israel menunaikan kewajiban mereka sejak sejarah pendirian negara Israel. Usai perang 1967, Presiden Golda Meir memberikan tanda penghormatan kepada para perwira dan pasukan Israel dari kaum muslimin Arab atas keberanian dan kepahlawanan mereka. (ant/rep/jos)

See Also

Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.795.280 Since: 07.04.14 | 0.5839 sec