YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Editorial

Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Thursday, 09 February 2017 | View : 212

siarjustisia.com

Di lantai atas musium kota Jakarta ada 3 lukisan yang menjadi satu yang berceritera tentang keadilan di ruang pengadilan. Kisah paling kiri berkisah tentang pejabat korupsi yang dihukum mati. Kulitnya lalu digunakan untuk bantal. Di atas bantal ini anak pejabat korup harus duduk sebagai hakim pengganti ayahnya. Peringatan untuk anak agar jangan korupsi.

Gambar tengah tentang pengadilan yang dilakukan oleh Sulaiman yang jadi hakim atas 2 perempuan yang mengklaim punya bayi. Bayi akan dibelah dua oleh Sulaiman.Ibu kandungnya keberatan dan membiarkan perempuan rivalnya memilikinya. Melalui keputusan ini Sulaiman menemukan siapa ibu kandung bayi tersebut.

Lalu gambar paling kanan berceritera tentang keadilan melalui cukil mata. Pada suatu hari anak raja berbuat kriminal dan raja hanya mencukil satu mata. Ada rakyat yang protes atas ketidakadilan ini. Lalu raja mencungkil satu matanya. Ini keadilan sebagai raja dan ayah. Kisah ini dari Yunani di kerajaan Lorki kata guide saya.

Lukisan tersebut terletak di dekat pintu pengadilan. Dulu memang di musium itu ada ruang yang benar-benar jadi ruang pengadilan VOC. Pangeran Diponegoro, Cuk Nyak Dien dan Untung Soerapati pernah diadili di sana. (esh)

See Also

Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Batik Print Yang Murah Meriah
Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated
Perkawinan Jangan Dikorbankan Demi Politik Pemilihan
Kekuasaan Formal Dan Informal
Soto Bokoran Dan Bangkong
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
PDIP: Ahok Dan Djarot
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.404 Since: 07.04.14 | 0.6496 sec