YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Opini

Maria Hartiningsih Dan Paulo Coelho Bicara Ziarah

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Wednesday, 08 February 2017 | View : 160

siarjustisia.com

Setelah menjadi nasional reviewer untuk HIV, saya memutuskan istirahat. Saya dijemput Mbak Etty dan tinggal di rumahnya beberapa hari. Saya diberitahu tentang buku terbaru Maria Hartiningsih berjudul “Jalan Pulang” oleh Mbak Etty. Langsung saya membeli buku Maria bersama beberapa buku lainnya.

Saya segera menyelesaikan membaca buku Maria karena ingin mengikuti peluncurannya di Balai Budaya Kompas. Buku yang mampu memprovokasi diri karena masuk ke area pergulatan spiritual saya sendiri. Provokasi dimulai dengan diskusi dengan Wenny Laumonier. Padanya saya bisa membuka diri sepenuhnya.

Pada awalnya buku itu membangkitkan motivasi untuk melakukan ziarah ke Santiago de Compostela. Menarik sekali membayangkan melakukan perjalanan fisik dan spiritual untuk waktu lama. Namun kemudian saya menemukan bahwa perjalanan itu telah saya lakukan selama 7 tahun dalam cara yang saya temukan sendiri.

Buku itu menjadi katalisator yang memberitahu bahwa ziarah ke diri sendiri telah selesai saya lakukan. Saatnya saya bertindak sesuai misi yang saya temukan tanpa ragu. Kesimpulan ini semakin kuat ketika saya membeli dan membaca novel Paulo Coelho berjudul “Ziarah”.

Terima kasih Mbak Etty, Wenny dan Maria yang memungkinkan saya melangkah lebih maju lagi dan tidak berjalan bolak balik untuk mencari apa yang terbaik yang harus saya lakukan dalam sisa hidup. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Ringkasan Cerita Novel Moemie
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia
Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.099 Since: 07.04.14 | 0.418 sec