YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Opini

Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Thursday, 09 February 2017 | View : 203

siarjustisia.com

Bersama guide, Yosef saya menjelajahi Musium Kota Jakarta.Musium yang dulu sering disebut sebagai Musium Fatahilah. Kata ini menurut Yosef adalah salah. Musium Fatahilah digunakan untuk nama taman yang ada di depan musium.

Perjalanan awal di musium disuguhi lukisan S. Sudjojono (Bapak Seni Lukis Modern Indonesia bersama Afandi dan yang lain) sebesar 3X 10 meter. Lukisan berjudul “Pertempuran Sultan Agung Melawan Jan Peiterzoon Coen”. Perlawanan yang begitu terkenal pada tahun 1628 dan menjadi bahan ajar di sekolah. Sultan Agung pernah membakar kota Batavia yang antara lain gedung yang ada di wilayah ini.

Lukisan ini salah satu karya masterpiece Sudjojono. Lukisan terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama berceritera tentang pelantikan Sultan Agung sebagai raja. Bagian tengah berisi tentang pertempuran. Lalu bagian ujung kanan berisi tentang perundingan Sultan Agung dengan Belanda.

Ternyata ini lukisan pesanan gubernur DKI-ALI Sadikin. Beliaulah yang merenovasi dan membuka gedung tua yang dulu berfungsi sebagai gedung administrasi, pengadilan dan penjara dari VOC. Dijadikan musium oleh Ali Sadikin pada tahun 1974.

Lukisan perlu waktu 1 tahun riset di Indonesia maupun Belanda. Meriset kebenaran cerita dan bagaimana penampilan fisik yang ada pada saat itu. Lukisan ini dilihat oleh ratu Inggris Elizabeth II ketika berkunjung ke kota tua. Konon kabarnya kota tua mendapat pujian ratu. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Ringkasan Cerita Novel Moemie
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia
Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar Dapat Diseret Ke Mahkamah Pidana Internasional
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.401 Since: 07.04.14 | 0.4137 sec