YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Opini

Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Wednesday, 01 February 2017 | View : 107

siarjustisia.com

Saya akan berbagi pencerahan yang aku dapatkan awal tahun ini. Pencerahan pertama tentang kesempatan lain. Ketika pintu tertutup maka akan terbuka pintu lainnya. Kata-kata ini saya dapatkan dari perempuan yang saya dampingi dalam healing melalui fotografi yang saya gagas. Foto yang dia ambil adalah jendela tertutup dan terbuka. Begitu dalam maknanya.

Lalu kata-kata itu menjadi kesimpulan dari proses hidupku saat ini. Jadi tidak perlu takut dengan apapun. Ditinggal, ditolak, tidak ada lagi yang dikerjakan, dan lain-lain. Itu tidak berarti berakhirlah kita. Dengan ditutupnya apa yang kita jalani, itu berarti terbukanya kesempatan lain yang lebih baik dan tinggi. Manusia biasanya menerima pintu baru dengan cara dikendalikan oleh faktor luar.

Sebenarnya kita bisa menutup pintu itu sendiri dan membuka yang baru. Pintu baru yang lebih baik dan tinggi bisa kita buka asalnya pikiran kita terbuka, hati kita bisa meninggalkan yang sudah ada dan kita bebas menerima yang baru. Untuk ini kita harus belajar tidak memiliki asumsi dan prasangka. Mengkosongkan diri untuk menerima yang baru. Percayalah, di situ banyak kejutan yang bisa kita dapatkan. Keajaiban hidup, saya temukan melalui mekanisme ini.

Perasaanku saat ini seperti loncat di beberapa periode hidup yang kompleks dan mendarat di ruang bebas yang melegakan yang memungkinkan aku berbuat sesuatu dengan perasaan gembira. Semoga perasaan dirahmati seperti yang aku rasakan juga dirasakan oleh teman-teman. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Ringkasan Cerita Novel Moemie
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia
Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar Dapat Diseret Ke Mahkamah Pidana Internasional
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.018 Since: 07.04.14 | 0.6035 sec