YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2019, 0

Internasional

Malaysia Tak Terima Tim Forensiknya Disepelekan Korea Utara

Tuesday, 21 February 2017 | View : 926

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Menteri Kesehatan Malaysia Datuk Seri Subramaniam menegaskan tidak boleh ada satu negara pun yang meragukan kemampuan tim forensik Malaysia dalam melakukan proses otopsi jenazah Kim Jong-nam.

Pernyataan ini secara implisit ditujukan kepada Korea Utara yang telah menuduh Malaysia menyembunyikan sesuatu dari kasus pembunuhan tingkat tinggi itu dan telah meminta Malaysia untuk mengikutkan Korea Utara dalam penyelidikan kasus itu.

"Kami memiliki tim forensik yang sangat berpengalaman pada Kementerian Kesehatan. Mereka mendapatkan pengalamannya itu dari berbagai kecelakaan. Salah satu dari kecelakaan terbesar (di mana tim forensik Malaysia terlibat) adalah tragedi Malaysia Airlines, di mana tim kami terlibat dalam identifikasi hampir 200 sisa jenazah," kata dia dalam laman New Straits Times.

"Ini (proses otopsi Jong-Nam) dilakukan secara profesional, sesuai dengan standard internasional dan saya kira tak boleh ada negara yang meragukan kapasitas kami menjadi profesional," kata dia kepada wartawan menjawab pertanyaan mengenai pembunuhan tingkat tinggi yang merenggut nyawa kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu.

Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Subramaniam mengungkapkan kalau pun kerabat Kim Jong-nam tidak bisa pergi ke Malaysia, maka tim forensik Malaysia akan menggunakan elemen-elemen lain seperti sidik jari dan struktur gigi dalam mengidentifikasi jenazah.

Sebelumnya Korea Utara menyatakan akan menolak hasil otopsi terhadap Kim Jong-nam. 

Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia Kang Chol menuduh Malaysia menyembunyikan sesuatu dan bersekongkol dengan musuh-musuh Korea Utara.

Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Subramaniam mengatakan hasil otopsi jenazah korban pembunuhan di Kuala Lumpur pekan lalu itu akan diumumkan esok Rabu (22/2/2017).

Kim Jong-nam dibunuh Senin (13/2/2017) pekan lalu oleh dua perempuan yang disebut-sebut sebagai agen lapangan Korea Utara, di Kuala Lumpur International Airport/Bandara Internasional Kuala Lumpur/KLIA saat hendak terbang ke Macau.

See Also

Akademisi Asing Ditahan Otoritas Iran
Alumnus Universitas Top Australia Peroleh Gaji Lebih Kecil
Permintaan Suaka Australia Lewat Udara Capai Rekor Tertinggi
China Akan Pamerkan Rudal Nuklir Dalam Parade Militer
Petani Australia Kesulitan Cari Pekerja
Arab Saudi Terbitkan Visa Turis Untuk 49 Negara
Pengawal Raja Arab Saudi Tewas Ditembak
Gempa Guncang Chile 6,8 SR
Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.580.781 Since: 07.04.14 | 1.1487 sec