YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jun 2019, 0

Internasional

Korea Utara Ragukan Penyelidikan Soal Kim Jong-Nam

Tuesday, 21 February 2017 | View : 679

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Duta Besar Korea Utara (Korut) menyebut negaranya meragukan penyelidikan kepolisian Malaysia atas pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-Un. Pernyataan tersebut ditanggapi oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato' Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak.

"Pernyataan oleh Dubes itu benar-benar tidak beralasan. Itu kasar secara diplomatis. Namun Malaysia akan tetap teguh," ujar Najib Razak kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (21/2/2017).

Komentar PM Malaysia Najib Razak tersebut disampaikan terkait ucapan Dubes Korut untuk Malaysia Kang Chol yang menyatakan, negaranya tak bisa mempercayai penyelidikan kepolisian Malaysia atas kematian Kim Jong-Nam.

"Sudah tujuh hari sejak insiden tersebut, namun tak ada bukti jelas soal penyebab kematian dan saat ini, kami tak bisa mempercayai penyelidikan kepolisian Malaysia," ujar Kang Chol yang telah dipanggil Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk dimintai penjelasan terkait tudingannya terhadap pemerintah Malaysia.

Pemanggilan Kang Chol oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia dilakukan setelah dia menuding pemerintah Malaysia berkonspirasi dengan "kekuatan-kekuatan musuh" dalam penyelidikan pembunuhan Kim Jong-Nam. Tudingan ini dilontarkan Dubes Korut tersebut setelah pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyebut Pyongyang telah mendalangi pembunuhan Kim Jong-Nam di Malaysia.

Pemerintah Malaysia menyebut tuduhan Kang Chol tak berdasar. "Pemerintah Malaysia menanggapi dengan sangat serius setiap upaya untuk menodai reputasinya," tegas Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam statemennya.

Kim Jong-Nam meninggal setelah diserang dua wanita di Bandara Internasional Kuala Lumpur/Kuala Lumpur International Airport/KLIA pada 13 Februari lalu. Otoritas Korsel menyebut pembunuhan itu dilakukan oleh para agen intelijen Korea Utara.

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.000.772 Since: 07.04.14 | 0.5455 sec