YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2019, 0

Internasional

Korea Utara Ragukan Penyelidikan Soal Kim Jong-Nam

Tuesday, 21 February 2017 | View : 696

siarjustisia.com-KUALA LUMPUR.

Duta Besar Korea Utara (Korut) menyebut negaranya meragukan penyelidikan kepolisian Malaysia atas pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-Un. Pernyataan tersebut ditanggapi oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato' Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak.

"Pernyataan oleh Dubes itu benar-benar tidak beralasan. Itu kasar secara diplomatis. Namun Malaysia akan tetap teguh," ujar Najib Razak kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (21/2/2017).

Komentar PM Malaysia Najib Razak tersebut disampaikan terkait ucapan Dubes Korut untuk Malaysia Kang Chol yang menyatakan, negaranya tak bisa mempercayai penyelidikan kepolisian Malaysia atas kematian Kim Jong-Nam.

"Sudah tujuh hari sejak insiden tersebut, namun tak ada bukti jelas soal penyebab kematian dan saat ini, kami tak bisa mempercayai penyelidikan kepolisian Malaysia," ujar Kang Chol yang telah dipanggil Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk dimintai penjelasan terkait tudingannya terhadap pemerintah Malaysia.

Pemanggilan Kang Chol oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia dilakukan setelah dia menuding pemerintah Malaysia berkonspirasi dengan "kekuatan-kekuatan musuh" dalam penyelidikan pembunuhan Kim Jong-Nam. Tudingan ini dilontarkan Dubes Korut tersebut setelah pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyebut Pyongyang telah mendalangi pembunuhan Kim Jong-Nam di Malaysia.

Pemerintah Malaysia menyebut tuduhan Kang Chol tak berdasar. "Pemerintah Malaysia menanggapi dengan sangat serius setiap upaya untuk menodai reputasinya," tegas Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam statemennya.

Kim Jong-Nam meninggal setelah diserang dua wanita di Bandara Internasional Kuala Lumpur/Kuala Lumpur International Airport/KLIA pada 13 Februari lalu. Otoritas Korsel menyebut pembunuhan itu dilakukan oleh para agen intelijen Korea Utara.

See Also

Ratusan Keluarga Di Queensland Mengungsi
Topan Faxai Hantam Jepang
Gelombang Panas Di Prancis Menelan Hampir 1.500 Korban
Rusia Bikin Lagi Rudal Jarak Menengah
Presiden AS Harap Presiden China Temui Pendemo Hong Kong
Hong Kong Menghangat
Uskup Melbourne Peter Comensoli Pilih Masuk Penjara Dibanding Bocorkan Pengakuan Dosa Jemaat
Survei Sebut Advokat Australia Dan Selandia Baru Alami Kecemasan Dan Depresi
Jerman Bersiap Dihantam Gelombang Panas
Perempuan Lempar Telur Ke PM Australia Dihukum Kerja Sosial 18 Bulan
Kelompok Triad Hong Kong Diduga Terlibat Penyerbuan Stasiun MRT Yuen Long
Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Michelle Obama Terpilih Sebagai Wanita Paling Dikagumi Di Dunia
Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.438.545 Since: 07.04.14 | 0.6265 sec