YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Opini

Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Friday, 17 March 2017 | View : 218

siarjustisia.com

Saya ikut Sidang Kabinet ke-3 Lions Club District 307 B 2 yang dipimpin oleh Bapak Eko Prasetyo hari Sabtu (11/3/2017) dan Minggu (12/3/2017) yang lalu di Hotel Mercure Surabaya, Jl. Raya Darmo No.68-78, Dr. Soetomo, Tegalsari, Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Tak disangka saya berkenalan dengan perempuan berkarisma yang telah meninggalkan banyak karya untuk Indonesia.

Dia adalah Irawati Durban Ardjo. Penari yang ikut 7 misi dari 13 misi budaya ke luar negeri di era presiden Soekarno. Nama dan kiprahnya telah saya kenali dari video yang direkam oleh The Ford Foundation. Betapa beruntungnya saya bisa bertemu langsung.

Kami saling aktif mendekatkan diri. Jembatan yang dipromosikan itulah yang membuat saya mendekat. Ternyata Ibu Irawati adalah perempuan Sunda yang berkarya di bidangnya. Ia telah menulis banyak buku tentang tarian. Ia juga yang menciptakan Tari Merak yang begitu tersohor sampai di luar negeri.

Ia mendedikasikan diri untuk tarian Sunda. Selain penari ia juga dosen Institut Seni Budaya Indonesia di Bandung sejak tahun 1967. Yang luar biasanya lagi adalah hubungan cinta dengan suami masih terawat. Mereka saling mendukung. Suaminya adalah Bapak Durban L. Ardjo yang adalah dosen pertambangan ITB yang memiliki beberapa perusahaan. Dua orang dengan bidang yang berbeda dan etnis yang berbeda, bisa bersama dalam ikatan yang mendukung. Teladan bagi yang lain. Mereka berdua mengundang saya datang ke rumahnya kalau ke Bandung. Keramahtamahan yang menyentuh hati. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Ringkasan Cerita Novel Moemie
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia
Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar Dapat Diseret Ke Mahkamah Pidana Internasional
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.249 Since: 07.04.14 | 0.6603 sec