YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Hukum

Andi Mallarangeng Divonis 4 Tahun Penjara

Friday, 18 July 2014 | View : 340

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), DR. Drs. Andi Alfian Mallarangeng, M.Sc. akhirnya divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

Alumnus Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1997, Andi Mallarangeng juga dijatuhi hukuman berupa membayar pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan penjara.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ke-10 dengan masa jabatan 22 Oktober 2009-7 Desember 2012, Andi Mallarangeng divonis dalam kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menilai Andi Mallarangeng terbukti melakukan korupsi terkait proyek pembangunan P3SON Hambalang sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

Andi Mallarangeng dinyatakan terbukti menyalahgunakan wewenang sehingga menguntungkan diri sendiri dengan melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Vonis terhadap Andi Mallarangeng itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Haswandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (18/7/2014).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Andi Alfian Mallarangeng telah terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam Pasal 3 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan kedua," kata Ketua Majelis Hakim Haswandi.

Hakim menyatakan Andi Mallarangeng terbukti memperkaya diri sendiri sebesar Rp 2 miliar dan US$ 550.000 dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Semua uang itu diterima Andi Mallarangeng melalui adiknya, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng.

Alumnus Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 2986, Andi Mallarangeng juga dinyatakan terbukti memperkaya orang lain, yaitu Wafid Muharam, Deddy Kusdinar, Nanang Suhatmana, Anas Urbaningrum, Mahyudin, Teuku Bagus, Machfud Suroso, Olly Dondokambey, Joyo Winoto, Lisa Lukitawati, Anggaraheni Dewi Kusumastuti, dan Adirusman Dault.

Selain itu, alumnus Master of Science di bidang sosiologi dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) juga dinyatakan terbukti memperkaya korporasi.

Vonis terhadap Andi Mallarangeng ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya.

Vonis ini lebih ringan 6 tahun dibandingkan tuntutan Jaksa KPK yang meminta agar Andi Mallarangeng dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Majelis Hakim juga tidak sependapat dengan penerapan Pasal 18 Undang-Undang No.31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Oleh karena itu, Hakim tidak menjatuhi Andi Mallarangeng membayar uang pengganti sebesar Rp 2,5 miliar.

Hal yang meringankan vonis Hakim terhadap terdakwa adalah, Andi Mallarangeng belum pernah dihukum, bersikap sopan selama proses persidangan, mengabdi ke negara dan mendapatkan bintang jasa utama, serta dinilai belum menikmati hasil perbuatannya.

"Hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah penyelenggaran negara bersih," kata Ketua Majelis Hakim Haswandi.

Alumnus Master of Science di bidang sosiologi dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) ini, Andi Alfian Mallarangeng mengaku mengerti dengan putusan yang dijatuhkan hakim. Ia pun mengucapkan terima kasih karena sidang yang berjalan lancar.

Andi Mallarangeng yang mengenakan kemeja batik lengan panjang itu sebelumnya diminta berdiri oleh Ketua Majelis Hakim untuk mendengar vonisnya.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng mengajukan banding atas vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan penjara. “Saya merasa putusan tersebut tidak sesuai dengan rasa keadilan saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk banding," kata Andi Mallarangeng seusai mendengar vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (18/7/2014).

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding atas putusan tersebut. (jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.176.194 Since: 07.04.14 | 0.5745 sec