YouTube Facebook Twitter RSS
17 Oct 2018, 0

Hukum

Andi Mallarangeng Divonis 4 Tahun Penjara

Friday, 18 July 2014 | View : 381

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), DR. Drs. Andi Alfian Mallarangeng, M.Sc. akhirnya divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

Alumnus Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1997, Andi Mallarangeng juga dijatuhi hukuman berupa membayar pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan penjara.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ke-10 dengan masa jabatan 22 Oktober 2009-7 Desember 2012, Andi Mallarangeng divonis dalam kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menilai Andi Mallarangeng terbukti melakukan korupsi terkait proyek pembangunan P3SON Hambalang sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

Andi Mallarangeng dinyatakan terbukti menyalahgunakan wewenang sehingga menguntungkan diri sendiri dengan melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Vonis terhadap Andi Mallarangeng itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Haswandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (18/7/2014).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Andi Alfian Mallarangeng telah terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam Pasal 3 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan kedua," kata Ketua Majelis Hakim Haswandi.

Hakim menyatakan Andi Mallarangeng terbukti memperkaya diri sendiri sebesar Rp 2 miliar dan US$ 550.000 dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Semua uang itu diterima Andi Mallarangeng melalui adiknya, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng.

Alumnus Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 2986, Andi Mallarangeng juga dinyatakan terbukti memperkaya orang lain, yaitu Wafid Muharam, Deddy Kusdinar, Nanang Suhatmana, Anas Urbaningrum, Mahyudin, Teuku Bagus, Machfud Suroso, Olly Dondokambey, Joyo Winoto, Lisa Lukitawati, Anggaraheni Dewi Kusumastuti, dan Adirusman Dault.

Selain itu, alumnus Master of Science di bidang sosiologi dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) juga dinyatakan terbukti memperkaya korporasi.

Vonis terhadap Andi Mallarangeng ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya.

Vonis ini lebih ringan 6 tahun dibandingkan tuntutan Jaksa KPK yang meminta agar Andi Mallarangeng dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Majelis Hakim juga tidak sependapat dengan penerapan Pasal 18 Undang-Undang No.31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Oleh karena itu, Hakim tidak menjatuhi Andi Mallarangeng membayar uang pengganti sebesar Rp 2,5 miliar.

Hal yang meringankan vonis Hakim terhadap terdakwa adalah, Andi Mallarangeng belum pernah dihukum, bersikap sopan selama proses persidangan, mengabdi ke negara dan mendapatkan bintang jasa utama, serta dinilai belum menikmati hasil perbuatannya.

"Hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah penyelenggaran negara bersih," kata Ketua Majelis Hakim Haswandi.

Alumnus Master of Science di bidang sosiologi dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) ini, Andi Alfian Mallarangeng mengaku mengerti dengan putusan yang dijatuhkan hakim. Ia pun mengucapkan terima kasih karena sidang yang berjalan lancar.

Andi Mallarangeng yang mengenakan kemeja batik lengan panjang itu sebelumnya diminta berdiri oleh Ketua Majelis Hakim untuk mendengar vonisnya.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng mengajukan banding atas vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan penjara. “Saya merasa putusan tersebut tidak sesuai dengan rasa keadilan saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk banding," kata Andi Mallarangeng seusai mendengar vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (18/7/2014).

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding atas putusan tersebut. (jos)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.775.301 Since: 07.04.14 | 0.6028 sec