YouTube Facebook Twitter RSS
13 Dec 2018, 0

Hukum

Andi Mallarangeng Divonis 4 Tahun Penjara

Friday, 18 July 2014 | View : 426

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), DR. Drs. Andi Alfian Mallarangeng, M.Sc. akhirnya divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

Alumnus Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1997, Andi Mallarangeng juga dijatuhi hukuman berupa membayar pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan penjara.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ke-10 dengan masa jabatan 22 Oktober 2009-7 Desember 2012, Andi Mallarangeng divonis dalam kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menilai Andi Mallarangeng terbukti melakukan korupsi terkait proyek pembangunan P3SON Hambalang sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

Andi Mallarangeng dinyatakan terbukti menyalahgunakan wewenang sehingga menguntungkan diri sendiri dengan melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Vonis terhadap Andi Mallarangeng itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Haswandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (18/7/2014).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Andi Alfian Mallarangeng telah terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam Pasal 3 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan kedua," kata Ketua Majelis Hakim Haswandi.

Hakim menyatakan Andi Mallarangeng terbukti memperkaya diri sendiri sebesar Rp 2 miliar dan US$ 550.000 dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Semua uang itu diterima Andi Mallarangeng melalui adiknya, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng.

Alumnus Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 2986, Andi Mallarangeng juga dinyatakan terbukti memperkaya orang lain, yaitu Wafid Muharam, Deddy Kusdinar, Nanang Suhatmana, Anas Urbaningrum, Mahyudin, Teuku Bagus, Machfud Suroso, Olly Dondokambey, Joyo Winoto, Lisa Lukitawati, Anggaraheni Dewi Kusumastuti, dan Adirusman Dault.

Selain itu, alumnus Master of Science di bidang sosiologi dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) juga dinyatakan terbukti memperkaya korporasi.

Vonis terhadap Andi Mallarangeng ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya.

Vonis ini lebih ringan 6 tahun dibandingkan tuntutan Jaksa KPK yang meminta agar Andi Mallarangeng dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Majelis Hakim juga tidak sependapat dengan penerapan Pasal 18 Undang-Undang No.31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Oleh karena itu, Hakim tidak menjatuhi Andi Mallarangeng membayar uang pengganti sebesar Rp 2,5 miliar.

Hal yang meringankan vonis Hakim terhadap terdakwa adalah, Andi Mallarangeng belum pernah dihukum, bersikap sopan selama proses persidangan, mengabdi ke negara dan mendapatkan bintang jasa utama, serta dinilai belum menikmati hasil perbuatannya.

"Hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah penyelenggaran negara bersih," kata Ketua Majelis Hakim Haswandi.

Alumnus Master of Science di bidang sosiologi dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) ini, Andi Alfian Mallarangeng mengaku mengerti dengan putusan yang dijatuhkan hakim. Ia pun mengucapkan terima kasih karena sidang yang berjalan lancar.

Andi Mallarangeng yang mengenakan kemeja batik lengan panjang itu sebelumnya diminta berdiri oleh Ketua Majelis Hakim untuk mendengar vonisnya.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng mengajukan banding atas vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan penjara. “Saya merasa putusan tersebut tidak sesuai dengan rasa keadilan saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk banding," kata Andi Mallarangeng seusai mendengar vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (18/7/2014).

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding atas putusan tersebut. (jos)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.085.764 Since: 07.04.14 | 0.6311 sec