YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2018, 0

Hukum

Polresta Bogor Ungkap Judi Online Jaringan Internasional

Saturday, 01 April 2017 | View : 104
Tags : Bogor, Judi

siarjustisia.com-BOGOR.

Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota, Provinsi Jawa Barat (Jabar), mengungkap praktek perjudian online jaringan internasional yang beroperasi di wilayah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar). 
"Kami menerima informasi adanya praktek perjudian online sepakbola, langsung ditindaklanjuti oleh Kasatreskrim, hingga pukul 13.00 WIB dilakukan penangkapan kepada sejumlah orang di lokasi perjudian," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya di Makopolresta Kedung Halang, Jalan Raya Kedung Halang No.64, Kedung Halang, Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Jumat (31/3/2017) malam. 
Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya mengungkapkan, perjudian online sepakbola jaringan internasional tersebut beroperasi di perumahan Bogor Nirwana Residence, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar). 
Dalam penangkapan tersebut, diamankan 22 orang pekerja jaringan judi online yang sebagian besar adalah perempuan bertindak sebagai operator.
"22 orang ini memiliki tugas masing-masing ada yang bertindak sebagai operator, admin, humas dan manajer," katanya.
Selain menangkap 22 orang pelaku, usai melakukan penggeledahan diamankan sejumlah barang bukti diantaranya lima unit laptop, perangkat wifi, 44 unit telepon genggam android, tiga CCTV, kursi, belasan earphone, satu unit televisi dan sejumlah berkas-berkas, serta buku catatan nomor contak pelanggannya. 
Modus operandi perjudian online tersebut, pelaku terdiri dari operator, admin dan manajer. Manajer berhubungan dengan jaringan yang ada di Manila, Filipina yang memberikan nomor. 
"Nomor yang didapat dari Manila, dilempar ke admin, lalu dari admin dikirim ke operator. Di antara ketiganya terjalin komunikasi, pelanggan yang mau ikut akan mendapatkan nomor ID dan password setelah membayar sejumlah dana," katanya. 
Untuk ikut dalam perjudian online tersebut, konsumen harus membayar uang mulai dari Rp 100 ribu tarif terendah hingga Rp 500 ribu. Konsumen yang sudah membayar akan mendapat ID dan password untuk bisa masuk ke akun perjudian online tersebut. 
"Pemasang langsung berhubungan dengan permainan, jadi menang atau tidak yang tahu jaringan atas. Mereka yang kita amankan saat ini hanya operator dan admin saja," katanya. 
Ulung menyebutkan, dari keterangan pelaku praktek perjudian online tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Diperkirakan, jaringan tersebut juga terdapat di beberapa kota.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Chondro Sasongko menyebutkan, operator yang dipekerjakan oleh jaringan judi online tersebut kebanyakan perempuan. Mereka menerima gaji berkisar antara Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta per bulan. 
"Kami masih melakukan pendalaman, dari catatan mereka penggunanya sudah ribuan orang," kata Kompol Chondro Sasongko.
Menurut Kompol Chondro Sasongko, para pelaku dikenai Pasal 303 KUHP tentang perjudian dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman bisa mencapai 10 tahun. 
Sejumlah operator judi online yang ditangkap sedang menjalani pemeriksaan di Mapolresta Kedung Halang, Jalan Raya Kedung Halang No.64, Kedung Halang, Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Sejumlah perempuan histeris, dan satu orang dilarikan ke rumah sakit karena asmanya kambuh. Dua orang lainnya histeris shock dengan adanya penangkapan tersebut. (ant/jos)

See Also

Polisi Dalami Kasus Ambruknya Selasar BEI
Kapolres Karawang Instruksikan Tembak Mati Penjahat Jalanan
Kronologi Ambruknya Balkon Gedung Bursa Efek Indonesia Versi Polisi
Polres Metro Jakarta Barat Bentuk Satgasus Usut Kasus Mandek Di Tahun 2017
Polda Metro Jaya Buru Pemasok Narkoba Untuk Tio Pakusadewo
Ayah Korban Paedofil Jadi Tersangka Pengeroyok
Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara
Koordinator Laboratorium Sabu Likuid Diskotek MG Club International Menyerahkan Diri
Pelaku Percobaan Penculikan Bocah Di ITC Kuningan Menyerahkan Diri
Siswa Korban Pengeroyokan Teman Sekelas Alami Trauma
KPK Rencanakan Panggil Kembali Dua Anak Setya Novanto
Berkas First Travel Dilimpahkan Ke Kejari Depok
Bareskrim Mabes Polri Bekuk Pembuat Dan Pengedar Uang Palsu
BNN Telusuri Keterlibatan Oknum Aparat Dalam Produksi PCC Di Sejumlah Daerah
BNN Sita 13 Juta Pil PCC Di Semarang
Operasi Pabrik PCC, BNN Endus Keterlibatan Oknum Aparat
KPK Terima Pengembalian Uang Suap APBD Jambi
KPK Geledah Kantor Gubernur Jambi Zumi Zola
Andi Narogong Berjanji Kembalikan Keuntungan Dari Korupsi E-KTP
Kejutan Pernyataan Andi Narogong Soal Proyek E-KTP
KPK Ajukan Kasasi Putusan Banding Terdakwa E-KTP Irman-Sugiharto
KPK Geledah Tiga Lokasi Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi 2018
KPK Akan Limpahkan Berkas Setya Novanto Pekan Depan
Polrestro Jakarta Selatan Tetapkan Ahmad Dhani Sebagai Tersangka
OTT Anggota DPRD Dan Pejabat Pemprov Jambi Terkait APBD 2018
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.201.250 Since: 07.04.14 | 2.2814 sec