YouTube Facebook Twitter RSS
25 Apr 2018, 0

Hukum

KPK Perpanjang Penahanan Musa Zainuddin

Thursday, 20 April 2017 | View : 165
Tags : Dpr Ri, Kpk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan tersangka kasus dugaan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Musa Zainuddin. Perpanjangan penahanan kedua dilakukan untuk 30 hari ke depan.

"Kita lakukan perpanjangan penahanan untuk tersangka MZ (Musa Zainuddin). Diperpanjang 30 hari ke depan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Sebelumnya, KPK kembali memanggil anggota Komisi V DPR RI Musa Zainuddin terkait dengan dugaan suap proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Musa Zainuddin dipanggil dalam status sebagai tersangka.

"MZ (Musa Zainuddin) akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan jalan di Kementerian PUPR," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (13/3/2017).

KPK menahan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pada Rabu (23/2/2017) lalu. Perpanjangan penahanan kedua ini dilakukan terhitung sejak 22 April 2017 hingga 21 Mei 2017.

"Ini perpanjangan 30 hari yang kedua," tutur Febri Diansyah.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Musa Zainuddin dan rekannya, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka. Musa Zainuddin, yang telah ditahan KPK sejak Kamis (23/2/2017) lalu, ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus ini bersama rekannya, Yudi Widiana Adia.

Musa Zainuddin disangka KPK menerima uang Rp 7 miliar, sedangkan Yudi Widiana Adia disangka menerima uang Rp 4 miliar. Yudi Widiana Adia disebut KPK menerima hadiah atau janji dari Komisaris PT. Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng senilai Rp 4 miliar. Aseng, sebagai pemberi suap, sudah ditahan sejak Rabu (1/3/2017) lalu.

Sebelumnya, KPK memeriksa Komisaris PT. Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng terkait dengan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Aseng dipanggil untuk tersangka Yudi Widiana Adia.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka YWA (Yudi Widiana Adia)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (20/3/2017).

Selain Aseng, KPK memanggil Kasi Pelaksana BPJN IX Kementerian PUPR Moch. Iqbal Tamher dan seorang PNS Ign Wing Kusbimanto. Keduanya juga sebagai saksi untuk Yudi Widiana Adia.

Nama Musa Zainuddin sempat muncul dalam sidang pembacaan dakwaan Amran H. Mustary. Dalam dakwaan Abdul Khoir, nama Musa Zainuddin juga disebut ikut menerima duit suap sebesar 8 persen atau senilai Rp 8 miliar dari total nilai proyek pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara.

KPK pernah menegaskan Musa Zainuddin dan Yudi Widiana Adia bukanlah tersangka terakhir dalam kasus dugaan suap proyek jalan Kementerian PUPR. Hal tersebut karena masih ada yang terus didalami dari keterlibatan mereka.

"Ini bukan tersangka yang terakhir," kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017).

Kasus suap di Kementerian PUPR ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Januari 2016 terhadap Damayanti Wisnu Putranti, yang saat itu merupakan anggota Komisi V DPR RI.

KPK juga menangkap dua rekan Damayanti Wisnu Putranti, yakni Julia Prasetyarini dan Dessy A. Edwin. Mereka saat itu disangka menerima suap dari Abdul Khoir, yang juga ditangkap.

Kasus pun berkembang dan KPK menetapkan beberapa tersangka lain. Para tersangka yang ditetapkan dalam pengembangan kasus adalah Budi Supriyanto, Amran H. Mustary, Andi Taufan Tiro, So Kok Seng, Musa Zainuddin, dan Yudi Widiana Adia.

See Also

Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
BNN Sergap 3 Bandar Narkoba Di Ancol
Hakim Senior Terjaring OTT Rp 30 Juta
Polres Kudus Ciduk 5 Orang Pengedar Uang Palsu
KPK Jerat Cagub Maluku Utara
KPK Periksa Isteri Bos PT. MRA
Hacker Surabaya Black Hat Telah Retas 600 Situs
Kapolri Pastikan Kapolsek Selingkuhi Isteri Bawahan Dicopot
KPU Akan Gelar Pleno Bahas Putusan Bawaslu
PBB Tunggu Sikap KPU Untuk Banding Putusan Bawaslu
PBNU Desak Presiden Joko Widodo Beri Grasi Untuk KH Nur Aziz
Kapolri Takut Pidatonya Dipelintir Dan Diviralkan
Kapolri Sebut Isu Ulama Di Medsos Ada 3 Yang Benar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.843.432 Since: 07.04.14 | 0.6616 sec