YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Hukum

KPK Perpanjang Penahanan Musa Zainuddin

Thursday, 20 April 2017 | View : 98
Tags : Dpr Ri, Kpk

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan tersangka kasus dugaan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Musa Zainuddin. Perpanjangan penahanan kedua dilakukan untuk 30 hari ke depan.

"Kita lakukan perpanjangan penahanan untuk tersangka MZ (Musa Zainuddin). Diperpanjang 30 hari ke depan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Sebelumnya, KPK kembali memanggil anggota Komisi V DPR RI Musa Zainuddin terkait dengan dugaan suap proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Musa Zainuddin dipanggil dalam status sebagai tersangka.

"MZ (Musa Zainuddin) akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan jalan di Kementerian PUPR," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (13/3/2017).

KPK menahan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pada Rabu (23/2/2017) lalu. Perpanjangan penahanan kedua ini dilakukan terhitung sejak 22 April 2017 hingga 21 Mei 2017.

"Ini perpanjangan 30 hari yang kedua," tutur Febri Diansyah.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Musa Zainuddin dan rekannya, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka. Musa Zainuddin, yang telah ditahan KPK sejak Kamis (23/2/2017) lalu, ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus ini bersama rekannya, Yudi Widiana Adia.

Musa Zainuddin disangka KPK menerima uang Rp 7 miliar, sedangkan Yudi Widiana Adia disangka menerima uang Rp 4 miliar. Yudi Widiana Adia disebut KPK menerima hadiah atau janji dari Komisaris PT. Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng senilai Rp 4 miliar. Aseng, sebagai pemberi suap, sudah ditahan sejak Rabu (1/3/2017) lalu.

Sebelumnya, KPK memeriksa Komisaris PT. Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng terkait dengan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Aseng dipanggil untuk tersangka Yudi Widiana Adia.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka YWA (Yudi Widiana Adia)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (20/3/2017).

Selain Aseng, KPK memanggil Kasi Pelaksana BPJN IX Kementerian PUPR Moch. Iqbal Tamher dan seorang PNS Ign Wing Kusbimanto. Keduanya juga sebagai saksi untuk Yudi Widiana Adia.

Nama Musa Zainuddin sempat muncul dalam sidang pembacaan dakwaan Amran H. Mustary. Dalam dakwaan Abdul Khoir, nama Musa Zainuddin juga disebut ikut menerima duit suap sebesar 8 persen atau senilai Rp 8 miliar dari total nilai proyek pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara.

KPK pernah menegaskan Musa Zainuddin dan Yudi Widiana Adia bukanlah tersangka terakhir dalam kasus dugaan suap proyek jalan Kementerian PUPR. Hal tersebut karena masih ada yang terus didalami dari keterlibatan mereka.

"Ini bukan tersangka yang terakhir," kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017).

Kasus suap di Kementerian PUPR ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Januari 2016 terhadap Damayanti Wisnu Putranti, yang saat itu merupakan anggota Komisi V DPR RI.

KPK juga menangkap dua rekan Damayanti Wisnu Putranti, yakni Julia Prasetyarini dan Dessy A. Edwin. Mereka saat itu disangka menerima suap dari Abdul Khoir, yang juga ditangkap.

Kasus pun berkembang dan KPK menetapkan beberapa tersangka lain. Para tersangka yang ditetapkan dalam pengembangan kasus adalah Budi Supriyanto, Amran H. Mustary, Andi Taufan Tiro, So Kok Seng, Musa Zainuddin, dan Yudi Widiana Adia.

See Also

Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
KPK Tahan Bos Peserta Lelang E-KTP
Bareskrim Polri Ungkap Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi
Gubernur Sulawesi Tenggara Nonaktif Nur Alam Segera Disidang
Bareskrim Polri Kembangkan Teknologi Identifikasi Wajah
KPK Rampungkan Berkas Gubernur Sulawesi Tenggara
Polda Metro Jaya Selidiki Orang Tua Pekerjakan Anak Di Pabrik Kembang Api
KPK Telah Periksa 40 Saksi Untuk Kasus Eddy Rumpoko
KPK Periksa Muhammad Taufik Kasus Reklamasi
Polda Metro Jaya Pastikan 48 Jasad Utuh Korban Ledakan Pabrik Kembang Api
44 Jenazah Korban Ledakan Pabrik Kembang Api Teridentifikasi
Polda Jatim Take Down 30 Akun Penyebar Hoax Girder Flyover Tol Pasuruan Ambruk
Kronologi OTT KPK Terhadap Bupati Nganjuk
KPK Belum Temukan Keterlibatan Istri Bupati Nganjuk
KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Bupati Nganjuk
KPK Ciduk 20 Orang Dalam OTT Di Jakarta Dan Nganjuk
Wakil Presiden Jusuf Kalla Tegaskan Penerbitan Perppu Ormas Sesuai Konstitusi
Jaksa Tolak Pembelaan Buni Yani
9 Orang Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88/Antiteror
Densus 88 Antiteror Bekuk Terduga Teroris Di Kendal-Sukoharjo
Densus 88 Antiteror Amankan Seorang Terduga Teroris Di Ponogoro
Polda Papua Antisipasi Pergerakan KKB Di Area Kota
Kapolda Papua Sebut Tidak Ada Penambahan Personel Di Tembagapura
Satu Anggota Brimob Gugur Ditembak KKB Di Tembagapura
Isteri Tusuk Ketua DPRD Kolaka Utara Hingga Tewas Ditetapkan Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.819.632 Since: 07.04.14 | 0.446 sec