YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Internasional

American Airlines Minta Maaf Atas Keributan Di Pesawat Soal Bayi

Sunday, 23 April 2017 | View : 255

siarjustisia.com-NEW YORK.

American Airlines pada Sabtu (22/4/2017) meminta maaf kepada seorang wanita penumpang wanita dan menskors seorang karyawan sesudah video menunjukkan keributan di pesawat terkait kereta bayi beredar cepat.

Kejadian itu menjadi peristiwa memalukan terkini bagi perusahaan penerbangan Amerika Serikat (AS) tentang cara memperlakukan penumpang.

Cuplikan itu, ditayangkan di Facebook pada Jumat (21/4/2017) oleh seorang penumpang di penerbangan tersebut, menunjukkan seorang wanita sedang menangis dengan anak kecil di pelukannya dan seorang pria berdiri dari kursinya untuk menghadapi lelaki petugas penerbangan.

Pengguna Facebook Surain Adyanthaya, yang menayangkan video itu di lamannya, mengatakan di penjelasannya bahwa pramugara tersebut dengan paksa mengambil kereta bayi dari wanita tersebut, memukulkannya ke wanita itu dan hampir mengenai sang bayi.

"Kamu melakukan itu pada saya, saya hajar habis kamu," kata pria tidak dikenal tersebut kepada si pramugara.

Pramugara itu kemudian menunjuk dengan marah dan menantang penumpang tersebut untuk memukulnya.

Video menunjukkan bahwa pria tersebut akhirnya kembali ke tempat duduknya.

American Airlines dalam pernyataan mengatakan menyelidiki peristiwa itu, yang terjadi sebelum pesawat lepas landas dalam penerbangan dari San Francisco ke Dallas.

"Kami sangat menyesal atas rasa sakit akibat ulah kami kepada penumpang itu dan keluarganya dan penumpang lain, yang terkena dampak kejadian tersebut," kata perusahaan tersebut dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (22/4/2017).

Wanita itu memilih terbang dengan pesawat lain dan dinaikkan ke kelas satu, kata perusahaan tersebut.

Kurang dari dua pekan lalu, United Airlines mengalami mimpi buruk dalam hubungan masyarakat saat video dalam jaringan menunjukkan seorang dokter berusia 69 tahun diseret dari salah satu pesawatnya untuk digantikan dengan awaknya, yang memicu kemarahan luas dan perubahan kebijakan perusahaan penerbangan itu.

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.097.468 Since: 07.04.14 | 0.5697 sec