YouTube Facebook Twitter RSS
21 Feb 2019, 0

Hukum

Saipul Jamil Didakwa Menyuap Wakil Ketua PN Jakarta Utara

Thursday, 27 April 2017 | View : 357

siarjustisia.com-JAKARTA.

Nama Ifa Sudewi kembali disebut berkaitan dengan kasus suap yang menjerat pedangdut kelahiran Serang, Saipul Jamil akrab juga dipanggil "Ipul" (36 tahun). Ifa Sudewi merupakan Ketua Majelis Hakim yang mengadili Saipul Jamil di perkara pencabulan. Kini, Saipul Jamil dijerat oleh lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan kasus suap. Pedangdut yang lahir pada tanggal 31 Juli 1980 tersebut, Saipul Jamil didakwa menyuap Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Ifa Sudewi, sebesar Rp 250 juta.

Dalam surat dakwaan, Saipul Jamil disebut menyuap Ifa Sudewi selaku Hakim PN Jakarta Utara sebesar Rp 250 juta. Uang tersebut disebutkan agar Ifa Sudewi selaku Ketua Majelis Hakim agar memvonis ringan Saipul Jamil dalam perkara dugaan pencabulan. Ifa Sudewi kala itu Wakil Ketua PN Jakarta Utara.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan memberi dan menjanjikan sesuatu yaitu memberi uang sebesar Rp 250 juta kepada Hakim yaitu Ifa Sudewi selaku Hakim ketua majelis yang menyidangkan dan mengadili perkara atas nama Saipul Jamil di PN Jakarta Utara melalui Rohadi dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili," kata Jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan di PN Tipikor, Jl. Bungur Besar Raya No. 24-26-28, RT01/RW01, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Uang diduga diberikan Saipul Jamil untuk mempengaruhi putusan pekara nomor 454/Pidsus/2016/PN.JKT.UTR.

"Agar memperoleh putusan pidana yang seringan-ringannya," ujar Jaksa.

Nama Ifa Sudewi disebut menerima uang dari Saipul Jamil agar vonis Saipul Jamil bisa diatur di perkara pencabulan. Namun, Ifa Sudewi yakin tidak bersalah. "Pada persidangan yang lalu (mantan panitera PN Jakarta Utara Rohadi dan pengacara Ipul), uang itu tidak terbukti untuk Majelis yang menangani perkara ini," kata Ifa Sudewi yang saat ini menjabat Ketua PN Sidoarjo saat dihubungi awak media, Rabu (26/4/2017) malam.

Sebelumnya pada vonis Rohadi pada (8/12/2016), Majelis Hakim menyatakan Rohadi tak terbukti menerima secara bersama-sama dengan Hakim Ifa Sudewi terkait perkara "Ipul". Uang senilai Rp 300 juta dimakan sendiri oleh Rohadi.

Sebelumnya, KPK juga memanggil kembali pedangdut Saipul Jamil terkait kasus dugaan dagang perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). Dia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus ini.

"SJM (Saipul Jamil) diperiksa sebagai tersangka," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Jumat (7/4/2017).

Pedangdut yang akrab disapa Bang Ipul ini dijerat dengan pasal pemberi suap. Sebab, dia melalui pengacaranya disebut memberikan uang kepada panitera PN Jakarta Utara untuk mengurus kasus pelecehan seksual yang sedang dihadapinya di PN Jakarta Utara.

Untuk terhindar dari hukuman berat, Saipul Jamil merestui penyuapan Majelis Hakim lewat tim pengacaranya ke Panitera pengganti Rohadi.

Jaksa menjelaskan, Saipul Jamil tak sendirian, tapi bersama-sama dengan Kasman Sangaji dan Berthanatalia Ruruk Kariman dan Samsul Hidayatullah saat coba mempengaruhi putusan. Ketiganya telah diproses hukum dalam kasus yang sama.

Uang diserahkan kepada Rohadi selaku panitera di PN Jakarta Utara. Sebelum penyerahan uang dilakukan beberapa kali pertemuan dengan Rohadi. Sidang Saipul Jamil sendiri di PN Jakut digelar perdana pada 21 April 2016.

Pada 7 Juni 2016 Saiful Jamil dituntut dengan pidana penjara 7 tahun dan denda Rp 100 juta. Sehari setelahnya, Bertha bersama Rohadi menemui Hakim Ifa Sudewi di PN Jakarta Utara. Pertemuan selesai pukul 11.00 WIB.

Bertha menelepon Kasman Sangaji dan memberitahukan ada permintaan Rp 500 juta agar Saipul Jamil hanya diputus 1 tahun penjara. Bertha juga kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Samsul Hidayatullah.

Bertha kemudian menemui Ifa Sudewi pada 13 Juni 2016 sekitar pukul 15.30 WIB. Hasil pertemuan diberitahukan kepada Kasman Sangaji. Kasman Sangaji selanjutnya menelepon Samsul Hidayatullah sekitar pukul 17.00 WIB dan menyatakan kasus telah diputus dengan 2-3 tahun.

"Pada 14 Juni 2016 dengan menggunakan surat kuasa pengambilan uang yang ditandatangani oleh terdakwa sebelumnya, Samsul Hidayatullah bersama Aminudin mengambil uang sebesar Rp 565 juta," ujar Jaksa.

Sebanyak Rp 65 juta dimasukan ke rekening Samsul Hidayatullah sedangkan Rp 500 juta dibawa pulang ke rumah Samsul Hidayatullah. Kemudian uang Rp 300 juta dibawa Samsul Hidayatullah ke PN Jakut untuk diberikan ke Bertha.

"Terdakwa menelepon Samsul menanyakan perkembangan pengurusan perkara dan dijawab oleh Samsul bahwa putusan masih bertahan di 3 tahun, bahkan kemungkinan lebih berat. Atas perbuatan itu, terdakwa mempercayakan kepada Samsul untuk mengaturnya," jelas Jaksa.

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 16.00 WIB sidang vonis Saipul Jamil digelar. Ia divonis 3 tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 292 KUHP terkait pencabulan.

Penetapan Saipul Jamil sebagai tersangka itu merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Juni 2016. Saat itu KPK menangkap Panitera pengganti PN Jakarta Utara bernama Rohadi. Sehari kemudian, Bertha bertemu Rohadi dan penyerahan uang Rp 250 juta dilakukan di Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Jalan Sunter Permai Raya, RT11/RW06, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat itu juga Bertha dan Rohadi ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Rohadi disangka menerima uang suap dari Samsul Hidayatullah, Berthanatalia Ruruk Kariman, dan Kasman Sangaji. Samsul Hidayatullah merupakan kakak dari Saipul Jamil, sedangkan Bertha dan Kasman Sangaji merupakan mantan pengacaranya yang membela Saipul Jamil dalam perkara pelecehan seksual di PN Jakarta Utara.

Uang suap itu diberikan kepada Rohadi dengan maksud agar putusan kasus pelecehan seksual terhadap Saipul Jamil dapat diatur. Hasilnya, Saipul Jamil dihukum 3 tahun penjara, jauh dari tuntutan Jaksa, yaitu 7 tahun penjara.

Sehari setelah putusan, pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia Ruruk Kariman, tertangkap sedang menyerahkan uang ke Rohadi. Dari penangkapan itu, terbongkar skandal tersebut.

Namun, vonis terhadap Saipul Jamil itu ditambah oleh Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 5 tahun penjara, sesuai hukuman maksimal dalam Pasal 291 KUHAP.

Akibat perbuatannya, Saipul Jamil didakwa melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (det/jos)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.424.037 Since: 07.04.14 | 0.6 sec