YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2018, 0

Hukum

Saipul Jamil Didakwa Menyuap Wakil Ketua PN Jakarta Utara

Thursday, 27 April 2017 | View : 289

siarjustisia.com-JAKARTA.

Nama Ifa Sudewi kembali disebut berkaitan dengan kasus suap yang menjerat pedangdut kelahiran Serang, Saipul Jamil akrab juga dipanggil "Ipul" (36 tahun). Ifa Sudewi merupakan Ketua Majelis Hakim yang mengadili Saipul Jamil di perkara pencabulan. Kini, Saipul Jamil dijerat oleh lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan kasus suap. Pedangdut yang lahir pada tanggal 31 Juli 1980 tersebut, Saipul Jamil didakwa menyuap Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Ifa Sudewi, sebesar Rp 250 juta.

Dalam surat dakwaan, Saipul Jamil disebut menyuap Ifa Sudewi selaku Hakim PN Jakarta Utara sebesar Rp 250 juta. Uang tersebut disebutkan agar Ifa Sudewi selaku Ketua Majelis Hakim agar memvonis ringan Saipul Jamil dalam perkara dugaan pencabulan. Ifa Sudewi kala itu Wakil Ketua PN Jakarta Utara.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan memberi dan menjanjikan sesuatu yaitu memberi uang sebesar Rp 250 juta kepada Hakim yaitu Ifa Sudewi selaku Hakim ketua majelis yang menyidangkan dan mengadili perkara atas nama Saipul Jamil di PN Jakarta Utara melalui Rohadi dengan maksud mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili," kata Jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan di PN Tipikor, Jl. Bungur Besar Raya No. 24-26-28, RT01/RW01, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Uang diduga diberikan Saipul Jamil untuk mempengaruhi putusan pekara nomor 454/Pidsus/2016/PN.JKT.UTR.

"Agar memperoleh putusan pidana yang seringan-ringannya," ujar Jaksa.

Nama Ifa Sudewi disebut menerima uang dari Saipul Jamil agar vonis Saipul Jamil bisa diatur di perkara pencabulan. Namun, Ifa Sudewi yakin tidak bersalah. "Pada persidangan yang lalu (mantan panitera PN Jakarta Utara Rohadi dan pengacara Ipul), uang itu tidak terbukti untuk Majelis yang menangani perkara ini," kata Ifa Sudewi yang saat ini menjabat Ketua PN Sidoarjo saat dihubungi awak media, Rabu (26/4/2017) malam.

Sebelumnya pada vonis Rohadi pada (8/12/2016), Majelis Hakim menyatakan Rohadi tak terbukti menerima secara bersama-sama dengan Hakim Ifa Sudewi terkait perkara "Ipul". Uang senilai Rp 300 juta dimakan sendiri oleh Rohadi.

Sebelumnya, KPK juga memanggil kembali pedangdut Saipul Jamil terkait kasus dugaan dagang perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). Dia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus ini.

"SJM (Saipul Jamil) diperiksa sebagai tersangka," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Jumat (7/4/2017).

Pedangdut yang akrab disapa Bang Ipul ini dijerat dengan pasal pemberi suap. Sebab, dia melalui pengacaranya disebut memberikan uang kepada panitera PN Jakarta Utara untuk mengurus kasus pelecehan seksual yang sedang dihadapinya di PN Jakarta Utara.

Untuk terhindar dari hukuman berat, Saipul Jamil merestui penyuapan Majelis Hakim lewat tim pengacaranya ke Panitera pengganti Rohadi.

Jaksa menjelaskan, Saipul Jamil tak sendirian, tapi bersama-sama dengan Kasman Sangaji dan Berthanatalia Ruruk Kariman dan Samsul Hidayatullah saat coba mempengaruhi putusan. Ketiganya telah diproses hukum dalam kasus yang sama.

Uang diserahkan kepada Rohadi selaku panitera di PN Jakarta Utara. Sebelum penyerahan uang dilakukan beberapa kali pertemuan dengan Rohadi. Sidang Saipul Jamil sendiri di PN Jakut digelar perdana pada 21 April 2016.

Pada 7 Juni 2016 Saiful Jamil dituntut dengan pidana penjara 7 tahun dan denda Rp 100 juta. Sehari setelahnya, Bertha bersama Rohadi menemui Hakim Ifa Sudewi di PN Jakarta Utara. Pertemuan selesai pukul 11.00 WIB.

Bertha menelepon Kasman Sangaji dan memberitahukan ada permintaan Rp 500 juta agar Saipul Jamil hanya diputus 1 tahun penjara. Bertha juga kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Samsul Hidayatullah.

Bertha kemudian menemui Ifa Sudewi pada 13 Juni 2016 sekitar pukul 15.30 WIB. Hasil pertemuan diberitahukan kepada Kasman Sangaji. Kasman Sangaji selanjutnya menelepon Samsul Hidayatullah sekitar pukul 17.00 WIB dan menyatakan kasus telah diputus dengan 2-3 tahun.

"Pada 14 Juni 2016 dengan menggunakan surat kuasa pengambilan uang yang ditandatangani oleh terdakwa sebelumnya, Samsul Hidayatullah bersama Aminudin mengambil uang sebesar Rp 565 juta," ujar Jaksa.

Sebanyak Rp 65 juta dimasukan ke rekening Samsul Hidayatullah sedangkan Rp 500 juta dibawa pulang ke rumah Samsul Hidayatullah. Kemudian uang Rp 300 juta dibawa Samsul Hidayatullah ke PN Jakut untuk diberikan ke Bertha.

"Terdakwa menelepon Samsul menanyakan perkembangan pengurusan perkara dan dijawab oleh Samsul bahwa putusan masih bertahan di 3 tahun, bahkan kemungkinan lebih berat. Atas perbuatan itu, terdakwa mempercayakan kepada Samsul untuk mengaturnya," jelas Jaksa.

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 16.00 WIB sidang vonis Saipul Jamil digelar. Ia divonis 3 tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 292 KUHP terkait pencabulan.

Penetapan Saipul Jamil sebagai tersangka itu merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Juni 2016. Saat itu KPK menangkap Panitera pengganti PN Jakarta Utara bernama Rohadi. Sehari kemudian, Bertha bertemu Rohadi dan penyerahan uang Rp 250 juta dilakukan di Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Jalan Sunter Permai Raya, RT11/RW06, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat itu juga Bertha dan Rohadi ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Rohadi disangka menerima uang suap dari Samsul Hidayatullah, Berthanatalia Ruruk Kariman, dan Kasman Sangaji. Samsul Hidayatullah merupakan kakak dari Saipul Jamil, sedangkan Bertha dan Kasman Sangaji merupakan mantan pengacaranya yang membela Saipul Jamil dalam perkara pelecehan seksual di PN Jakarta Utara.

Uang suap itu diberikan kepada Rohadi dengan maksud agar putusan kasus pelecehan seksual terhadap Saipul Jamil dapat diatur. Hasilnya, Saipul Jamil dihukum 3 tahun penjara, jauh dari tuntutan Jaksa, yaitu 7 tahun penjara.

Sehari setelah putusan, pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia Ruruk Kariman, tertangkap sedang menyerahkan uang ke Rohadi. Dari penangkapan itu, terbongkar skandal tersebut.

Namun, vonis terhadap Saipul Jamil itu ditambah oleh Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 5 tahun penjara, sesuai hukuman maksimal dalam Pasal 291 KUHAP.

Akibat perbuatannya, Saipul Jamil didakwa melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (det/jos)

See Also

Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.620.485 Since: 07.04.14 | 0.6471 sec