YouTube Facebook Twitter RSS
21 Jul 2019, 0

Internasional

Tahun 2020 Uber Akan Luncurkan Mobil Terbang Di Dua Kota

Thursday, 27 April 2017 | View : 347

siarjustisia.com-SAN FRANCISCO.

Uber Technologies Inc. pada Selasa (25/4/2017) mengatakan akan meluncurkan sistem mobil terbang untuk mengantarkan orang-orang di sekitar kota, dengan proyek demonstrasi akan dilakukan pada 2020.

Perusahaan transportasi tersebut mengumumkan serangkaian kerja sama untuk memproduksi kendaraan "lepas landas dan mendarat secara vertikal" (VTOL) dan menerapkan sejumlah jaringan, yang disebut sebagai Uber Elevate.

Kota-kota yang bekerja sama dengan Uber Technologies Inc. adalah Dubai, United Arab Emirates dan metropolitan Dallas-Fort Worth di Texas, Amerika Serikat (AS).

"Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mengembangkan jaringan VTOL yang memungkinkan para pelanggan di masa depan menekan tombol dan terbang dengan kecepatan tinggi ke dalam dan sekitar kota-kota itu," kata Uber Technologies Inc. dalam pernyataan.

Pengumuman tersebut disampaikan pada KTT digelar di Dallas, Texas, Amerika Serikat (AS) dengan para mitra proyek itu.

Uber Technologies Inc. bertujuan untuk mendemostrasikan proyek tersebut di Pameran Dunia Dubai 2020, dan sebuah demonstrasi lainnya di Dallas pada tahun yang sama menjelang "operasi penuh" di wilayah Texas pada 2023.

Hal itu diumumkan sehari menyusul start up "mobil terbang" asal Silicon Valley; Kitty Hawk, dilaporkan didukung pendiri Google, Larry Page, meluncurkan video purwarupa kendaraan terbang-nya dan mengumumkan rencana mulai mengirimkan "mesin terbang personal" itu tahun ini.

Sebelumnya, perusahaan aviasi Airbus Group memamerkan konsep mobil terbang layaknya sebuah drone dengan nama Pop.Up pada pameran otomotif Jenewa International Motor Show, di Swiss yang dibuka untuk umum pada 9 Maret hingga 19 Maret 2017 lalu. Sebanyak 900 model akan ditampilkan oleh 180 peserta pameran.

Pop.Up merupakan kendaraan listrik tanpa emisi yang dirancang guna mengurangi kemacetan lalu lintas di kota-kota yang padat. Desain multi-modul memungkinan pemiliki Pop.Up bisa mengangkut dua penumpang di dipermukaan tanah maupun di udara.

Kapsul penumpang dengan empat roda ini memiliki empat rotor yang bisa mengangkat kendaraan meninggalkan untuk terbang jalan raya.

"Saya pikir itu akan menjadi luar biasa," kata Mathias Thomsen dari Airbus SAS (Airbus Group SE) dilansir dari Telegraph, Kamis (9/3/2017).

"Anda di dalam kapsul, Anda tidak harus masuk dan keluar, itu terintegrasi, itu tanpa batas, itu akan menjadi cara yang paling menyenangkan untuk mengitari kota, menuju bandara. Saya pikir itu sangat menggoda," lanjut dia.

Untuk mewujudkan mobil terbang memang butuh waktu yang lama, namun Thomsen mengatakan pihaknya tidak main-main karena sedang mempersiapkan kendaraan itu dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan.

Salah satu hambatan besar dalam mengembangkan mobil terbang tentunya infrastruktur dan peraturan yang mengizinkan penumpang menaiki kendaraan otonom untuk terbang di atas lingkungan perkotaan yang sibuk.

"Belum begitu banyak infrastruktur, tetapi ini perlu berada di sana dalam perencanaan kota, masih membutuhkan waktu," terang Mathias Thomsen.

"Jadi kami benar-benar melihat garis waktu yang bagus untuk mematangkan teknologi dan peraturan untuk bekerja sama dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan," jelasnya.

Kendaraan penumpang ini terhubung dengan dua pilihan penggerak listrik yang berbeda, satu modul untuk roda di tanah dan satu modul rotor udara.

Ada juga modul interaktif yang memungkinkan pengguna memilih tujuan mereka, memindai media sosial dan memilih playlist musik untuk menemani perjalanan.

Pop.Up menggunakan sistem kecerdasan (artificial intelligence) yang membangun pengetahuan pengguna kendaraan karena harus membuat perencanaan perjalanan menggunakan aplikasi di perangkat ponsel pintar.

"Ini dioperasikan melalui sebuah platform, kami memikirkan permintaan melalui aplikasi atau perangkat lain," pungkas Mathias Thomsen. (telegraph)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.114.800 Since: 07.04.14 | 0.5764 sec