YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2018, 0

Hukum

Ayah Yang Dipidanakan Anak Angkat Ingin Berakhir Tanpa Dendam

Thursday, 27 April 2017 | View : 258

siarjustisia.com-JAKARTA.

Johanes (60 tahun) dituntut 3 tahun penjara dalam kasus penggelapan. Si pelapor tidak lain tidak bukan adalah anak angkatnya Robert dan istri Robert, Jessica.

Johanes (60 tahun) tidak habis pikir atas ulah anak angkatnya, Robert, dan istrinya, Jessica. Keduanya menginginkan Johanes masuk penjara dan menuntutnya Rp 10 miliar.

Johanes tidak punya anak kandung dan mengangkat Robert. Tapi ibarat pepatah, air susu dibalas air tuba.

"Saya nggak habis pikir. Anak itu saya besarkan dari kecil, sekolah ke luar negeri kok malah begitu, saya dilaporin," tutur Johanes kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) di Gedung PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada No.17, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017).

Johanes (60 tahun) akan menghadapi vonis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) pada hari ini, Kamis (27/4/2017). Ia berharap anak angkat dan menantunya dapat kembali bersamanya tanpa ada rasa dendam.

"Ya, Pak Johanes berharap agar ia dibebaskan karena memang Beliau tidak bersalah. Selain itu dia ingin agar keluarga anak angkatnya itu bisa kembali hidup bersamanya," ucap kuasa hukum Johanes, Andre Siahaan saat dihubungi awak media, Kamis (27/4/2017).

Menurut Andre Siahaan, Johanes masih ingin keluarga anak angkatnya itu kembali rujuk dengannya tanpa ada rasa dendam.

"Ya, selepas putusan hari ini, harapan Pak Johanes, anak, mantu dan cucunya itu masih bisa berkumpul tanpa ada dendam dan kembali hidup rukun," ujar Andre Siahaan.

Kasus Johanes (60 tahun) yang dipidanakan oleh anaknya memasuki tahap pembacaan pembelaan. Johanes melalui kuasa hukumnya meminta agar Majelis Hakim membebaskannya dari semua tuduhan.

"Kami minta Majelis Hakim bisa memutus perkara dengan seadil-adilnya, dengan semua fakta dan bukti di persidangan bisa dijadikan alat untuk melepas terdakwa dari segala tuduhan," ungkap Penasihat Hukum Johanes, Andre Siahaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada No.17, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017).

Andre Siahaan mengatakan pihaknya tidak terbukti bersalah. Sebagaimana yang telah didakwakan.

"Pada prinsipnya kami selaku Penasehat Hukum tetap pada pendapat kami bahwa Terdakwa Johanes menurut hukum dan keyakinan tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana Penggelapan (Pasal 372 KUHP) sebagaimana yang didakwakan terhadapnya," ungkapnya. 

Sidang sore ini, Kamis (6/4/2017) digelar dengan agenda duplik. Johanes kembali mendatangi PN Jakut untuk mengikuti sidang dengan agenda duplik.

Jaksa menuntut Johanes selama 3 tahun penjara. Menurut kuasa hukum Johanes, Andre Siahaan, tuntutan 3 tahun penjara itu sangat berat. "Beliau dituntut 3 tahun penjara, ya cukup berat lah, bahkan tergolong untuk pasal ini sih sangat berat, hampir maksimal," cetus pengacara Johannes, Andre Siahaan sebelum sidang.

Adapun pangkal masalahnya adalah kasus bermula di sepetak tanah yang dibeli Johannes di Teluk Gong di Jakarta Utara, pada 2003 lalu. Seiring waktu, Johanes yang tidak mempunyai anak kandung itu kemudian mewariskan tanah itu ke Robert. Tanah itu telah diwariskan kepada Robert dan sudah dibaliknamakan. Tanah pun dialihnamakan atas nama Robert.

Tetapi, karena Johanes belum meninggal, tanah itu belum diserahterimakan ke Robert.

"Mantu saya itu juga sudah saya angkat anak, saya sekolahin juga sampai akhirnya saya nikahkan sama anak saya. Kok sekarang kompak mau penjarain saya," tutur Johanes.

Tapi ternyata si anak angkat belum bisa menggunakan lahan tersebut, meski sudah alih nama. Robert yang ingin menggunakan lahan tersebut tidak terima.

Tapi Robert tak terima dan malah menggugat Rp 10 miliar serta mempidanakan ayah angkatnya. Robert pun lalu mengajukan gugatan perdata terhadap ayah angkatnya sendiri yaitu Rp 4 miliar untuk kerugian material dan Rp 6 miliar untuk kerugian immaterial.

Johanes dilaporkan anak angkat dan menantunya dua kasus sekaligus yaitu kasus perda terkait sengketa tanah di PN Jakarta Utara sejak tahun 2014 lalu. Dalam gugatannya terhadap tiga aset lahan dan bangunan di lokasi berbeda yang dibeli Johanes namun dalam SHM atas nama anaknya, sesuai akta Notaris saat transaksi jual beli.

Karena itu, Johanes digugat melanggar Pasal 372 dan 377 KUHP. Berbekal barang bukti kelengkapan surat-surat SHM, Akte Notaris, Fakta dan Data serta sejumlah saksi yang hadir di persidangan PN Jakarta Utara.

Akhirnya, gugatan itu akhirnya ditolak PN Jakut.  Atas tuntutan itu, PN Jakut menolak gugatan Robert. Majelis Hakim memutuskan gugatan perdata Robert terhadap Johanes ditolak dan batal demi hukum pada 9 Maret 2017. Dalam kasus perdata, Johanes menang.

"Saya juga digugat perdata Rp 10 miliar tapi Hakim masih punya hati saya menang di pengadilan perdata," kata Johanes kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) di Gedung PN Jakpus, Jalan Gajah Mada No.17, Petojo Utara, Gambir, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Tidak terima dengan putusan perdata itu, Robert mengambil langkah hukum. Tak habis upaya, Robert mempolisikan ayah angkatnya sendiri. Anak angkat, Robert dan menantunya, Jessica mempidanakan ayahnya.

"Saya sudah tua, paling berapa lama lagi hidup saya. Saya bilang sabar dulu, kan saya belum mati, malah saya dilaporin penggelapan. Mentang-mentang semua surat sertifikat atas nama dia, dilaporin penggelapan," ucap Johanes.

Kasus pun bergulir dan kini Johanes akhirnya harus duduk di kursi pesakitan. Tidak tanggung-tanggung, Jaksa menuntut Johanes 3 tahun penjara.

See Also

Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.620.464 Since: 07.04.14 | 0.6343 sec