YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Internasional

Paus Fransiskus Kunjungi Mesir

Friday, 28 April 2017 | View : 109

siarjustisia.com-KAIRO.

Pemimpin Gereja Katolik dunia sekaligus Kepala Negara Kota Vatikan, Paus Fransiskus (Pope Francis) tiba di Kairo, Mesir dalam kunjungannya untuk memperbaiki hubungan dengan pemimpin Muslim di negara itu. Kunjungan ini dilakukan saat komunitas Kristen di Mesir sedang menghadapi ancaman dari kelompok radikal teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Dalam pernyataannya kepada warga Mesir pekan ini, seperti dilansir Reuters, Jumat (28/4/2017), Paus ke-266 yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio berharap kunjungannya akan membawa perdamaian juga mendorong dialog serta rekonsiliasi dengan dunia Islam. Paus Fransiskus tiba di Kairo pada Jumat (28/4/2017) waktu setempat.

Namun di sisi lain, kunjungan ini dilakukan saat warga Kristen Koptik, yang merupakan komunitas Kristen terbesar di kawasan Timur Tengah (Timteng), sedang menghadapi ancaman kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Tiga minggu lalu, pengebom bunuh diri kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) menewaskan 45 orang dalam ledakan di dua gereja setempat.

Ledakan lain di sebuah katedral setempat menewaskan 28 orang pada Desember tahun lalu.

Tidak hanya itu, ratusan warga Kristen terpaksa mengungsi dari North Sinai, yang menjadi markas Sinai Provinsi, sebutan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Mesir.

Dalam perkembangannya, hanya wilayah Sinai Utara yang menjadi markas kelompok militan Sinai Province yang menyatakan sumpah setia untuk kelompok radikal teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS), yang masih tetap di bawah keadaan darurat. 

Kelompok radikal teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan bom di gereja kota Alexandria dan Tanta pada Minggu (9/4/2017) waktu setempat. Sejauh ini, total 44 orang tewas akibat ledakan di kedua gereja itu.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menetapkan keadaan darurat selama tiga bulan usai pengeboman dua gereja setempat. Penetapan keadaan darurat ini bersamaan dengan pemberlakuan hukum darurat yang memperluas wewenang kepolisian.

Dalam pidatonya di istana kepresidenan setelah menghadiri pertemuan dengan Dewan Pertahanan Nasional, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (10/4/2017), Presiden Abdel Fattah Al-Sisi menetapkan pemberlakuan keadaan darurat untuk tiga bulan ke depan.

"Serangkaian langkah akan diambil, yang paling penting, pengumuman keadaan darurat selama tiga bulan setelah langkah hukum dan konstitusi diambil," tegas Presiden Abdel Fattah Al-Sisi.

Dengan penetapan masa darurat, maka aturan darurat juga diberlakukan, yang memperluas wewenang polisi untuk menangkap, mengintai, melakukan penyitaan dan membatasi kebebasan pergerakan.

Tidak hanya itu, Presiden Abdel Fattah Al-Sisi juga memerintahkan pengerahan tentara Mesir untuk membantu kepolisian dalam mengamankan lokasi-lokasi vital. Langkah ini tergolong langka diperintahkan oleh mantan jenderal yang kini menjabat Presiden Mesir ini.

Dalam pidatonya, Presiden Abdel Fattah Al-Sisi menyerukan rakyat Mesir bersatu dan mendorong media massa untuk menahan diri dari pemberitaan yang bisa membahayakan masyarakat. "Hadapi isu ini dengan kredibilitas dan tanggung jawab serta kewaspadaan," ucapnya.

Jauh sebelum ledakan bom terjadi, Mesir berada di bawah masa darurat selama beberapa dekade. Situasi darurat itu dicabut sekitar sebulan sebelum Mohamed Morsi menjabat Presiden Mesir tahun 2012. Namun ketika Mohamed Morsi dilengserkan Abdel Fattah Al-Sisi yang saat itu masih menjabat panglima militer Mesir pada tahun 2013, situasi darurat kembali ditetapkan untuk sebulan.

Di tengah berbagai ancaman keamanan yang muncul, Paus Fransiskus yang fasih berbicara dalam bahasa Spanyol, Italia, dan Jerman tersebut dilaporkan akan menggunakan mobil biasa selama kunjungannya di Kairo, yang berlangsung 27 jam. Paus Fransiskus yang merupakan Paus non Eropa pertama sejak Paus Gregorius III dari Suriah wafat pada tahun 741, memang selama ini dikenal gemar membaur dengan warga.


Jalanan di dekat Kedutaan Besar Vatikan di Kairo dan beberapa lokasi lainnya telah 'dibersihkan' dari berbagai kendaraan. Ruas jalanan itu juga diblokir untuk umum. Pejalan kaki saja tidak diizinkan masuk.

"Setelah semua rasa sakit yang kita alami ... kita puas dan percaya diri bahwa negara mengambil langkah pengamanan yang kuat untuk mencegah terorisme dan melindungi gereja-gereja," ucap juru bicara Gereja Koptik Ortodoks, Father Boulos Halim.

"Menjadi kepentingan negara untuk melindungi setiap warganya dan Koptik bukanlah warga mandiri, mereka adalah bagian negara itu sendiri," imbuhnya.

Dalam kunjungannya di Mesir, Paus Fransiskus akan bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, juga Sheikh Ahmed al-Tayeb selaku Imam Besar Al-Azhar, kemudian juga Paus Tawadros II yang merupakan Kepala Gereja Koptik Ortodoks. 

Paus Fransiskus dijadwalkan akan memberikan pidato penting dalam konferensi dialog keagamaan di Al-Azhar. Momen ini menjadi bagian dari upaya penting meningkatkan hubungan setelah pemimpin muslim Mesir memutuskan hubungan pada tahun 2011 karena berbagai pernyataan Paus Benediktus yang dianggap menghina Islam. 

Hubungan dipulihkan tahun lalu, setelah Sheikh Ahmed al-Tayeb mengunjungi Vatikan. Sheikh Ahmed al-Tayeb, yang dipandang secara luas sebagai ulama paling moderat di Mesir, menyatakan kecaman pada kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dan praktiknya yang menilai orang lain murtad dan kafir sebagai dalih memicu jihad sarat kekerasan. (afp/reuters)

See Also

Polisi LA Selidiki Tuduhan Pemerkosaan Terhadap Ed Westwick
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
PBB Anugerahi Surabaya Penghargaan Global Green City
Imigran Asal Uzbekistan Tersangka Pembunuh Delapan Orang Di New York
Delapan Orang Tewas Dalam Aksi Teror Di New York
Tiga Juta Masyarakat Kongo Terancam Kelaparan
Dua Tewas Dalam Penembakan Di Grambling State University
Panglima TNI Ditolak Masuk AS
Dubes AS Minta Maaf Ke Menlu Soal Penolakan Panglima TNI
Empat Kapal Perang India Tiba Di Jakarta
Korea Utara Mau Berunding Dengan Syarat
Arab Saudi Sambut Baik Rekonsiliasi Palestina
Enam Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Di Sinai
Konvoi Pertama Militer Turki Masuki Idlib
Indonesia Sambut Baik Rekonsiliasi Hamas-Fatah
Hamas Dan Fatah Bersatu
Amerika Serikat Menarik Diri Dari UNESCO
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Perdana Menteri Laos Di Istana Bogor
Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya
FBI Tegaskan Tak Ada Bukti Penembakan Las Vegas Terkait Terorisme
Marilou Danley, Pacar Pelaku Penembakan Di Las Vegas
Wali Kota Surabaya Dinobatkan Sebagai Pemimpin Yang Menginspirasi
PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya Dari Myanmar
Daftar Negara Yang Warganya Dilarang Masuk Ke Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.824.670 Since: 07.04.14 | 0.6858 sec