YouTube Facebook Twitter RSS
24 Feb 2018, 0

Internasional

Paus Fransiskus Kunjungi Mesir

Friday, 28 April 2017 | View : 153

siarjustisia.com-KAIRO.

Pemimpin Gereja Katolik dunia sekaligus Kepala Negara Kota Vatikan, Paus Fransiskus (Pope Francis) tiba di Kairo, Mesir dalam kunjungannya untuk memperbaiki hubungan dengan pemimpin Muslim di negara itu. Kunjungan ini dilakukan saat komunitas Kristen di Mesir sedang menghadapi ancaman dari kelompok radikal teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Dalam pernyataannya kepada warga Mesir pekan ini, seperti dilansir Reuters, Jumat (28/4/2017), Paus ke-266 yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio berharap kunjungannya akan membawa perdamaian juga mendorong dialog serta rekonsiliasi dengan dunia Islam. Paus Fransiskus tiba di Kairo pada Jumat (28/4/2017) waktu setempat.

Namun di sisi lain, kunjungan ini dilakukan saat warga Kristen Koptik, yang merupakan komunitas Kristen terbesar di kawasan Timur Tengah (Timteng), sedang menghadapi ancaman kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Tiga minggu lalu, pengebom bunuh diri kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) menewaskan 45 orang dalam ledakan di dua gereja setempat.

Ledakan lain di sebuah katedral setempat menewaskan 28 orang pada Desember tahun lalu.

Tidak hanya itu, ratusan warga Kristen terpaksa mengungsi dari North Sinai, yang menjadi markas Sinai Provinsi, sebutan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Mesir.

Dalam perkembangannya, hanya wilayah Sinai Utara yang menjadi markas kelompok militan Sinai Province yang menyatakan sumpah setia untuk kelompok radikal teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS), yang masih tetap di bawah keadaan darurat. 

Kelompok radikal teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan bom di gereja kota Alexandria dan Tanta pada Minggu (9/4/2017) waktu setempat. Sejauh ini, total 44 orang tewas akibat ledakan di kedua gereja itu.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menetapkan keadaan darurat selama tiga bulan usai pengeboman dua gereja setempat. Penetapan keadaan darurat ini bersamaan dengan pemberlakuan hukum darurat yang memperluas wewenang kepolisian.

Dalam pidatonya di istana kepresidenan setelah menghadiri pertemuan dengan Dewan Pertahanan Nasional, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (10/4/2017), Presiden Abdel Fattah Al-Sisi menetapkan pemberlakuan keadaan darurat untuk tiga bulan ke depan.

"Serangkaian langkah akan diambil, yang paling penting, pengumuman keadaan darurat selama tiga bulan setelah langkah hukum dan konstitusi diambil," tegas Presiden Abdel Fattah Al-Sisi.

Dengan penetapan masa darurat, maka aturan darurat juga diberlakukan, yang memperluas wewenang polisi untuk menangkap, mengintai, melakukan penyitaan dan membatasi kebebasan pergerakan.

Tidak hanya itu, Presiden Abdel Fattah Al-Sisi juga memerintahkan pengerahan tentara Mesir untuk membantu kepolisian dalam mengamankan lokasi-lokasi vital. Langkah ini tergolong langka diperintahkan oleh mantan jenderal yang kini menjabat Presiden Mesir ini.

Dalam pidatonya, Presiden Abdel Fattah Al-Sisi menyerukan rakyat Mesir bersatu dan mendorong media massa untuk menahan diri dari pemberitaan yang bisa membahayakan masyarakat. "Hadapi isu ini dengan kredibilitas dan tanggung jawab serta kewaspadaan," ucapnya.

Jauh sebelum ledakan bom terjadi, Mesir berada di bawah masa darurat selama beberapa dekade. Situasi darurat itu dicabut sekitar sebulan sebelum Mohamed Morsi menjabat Presiden Mesir tahun 2012. Namun ketika Mohamed Morsi dilengserkan Abdel Fattah Al-Sisi yang saat itu masih menjabat panglima militer Mesir pada tahun 2013, situasi darurat kembali ditetapkan untuk sebulan.

Di tengah berbagai ancaman keamanan yang muncul, Paus Fransiskus yang fasih berbicara dalam bahasa Spanyol, Italia, dan Jerman tersebut dilaporkan akan menggunakan mobil biasa selama kunjungannya di Kairo, yang berlangsung 27 jam. Paus Fransiskus yang merupakan Paus non Eropa pertama sejak Paus Gregorius III dari Suriah wafat pada tahun 741, memang selama ini dikenal gemar membaur dengan warga.


Jalanan di dekat Kedutaan Besar Vatikan di Kairo dan beberapa lokasi lainnya telah 'dibersihkan' dari berbagai kendaraan. Ruas jalanan itu juga diblokir untuk umum. Pejalan kaki saja tidak diizinkan masuk.

"Setelah semua rasa sakit yang kita alami ... kita puas dan percaya diri bahwa negara mengambil langkah pengamanan yang kuat untuk mencegah terorisme dan melindungi gereja-gereja," ucap juru bicara Gereja Koptik Ortodoks, Father Boulos Halim.

"Menjadi kepentingan negara untuk melindungi setiap warganya dan Koptik bukanlah warga mandiri, mereka adalah bagian negara itu sendiri," imbuhnya.

Dalam kunjungannya di Mesir, Paus Fransiskus akan bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, juga Sheikh Ahmed al-Tayeb selaku Imam Besar Al-Azhar, kemudian juga Paus Tawadros II yang merupakan Kepala Gereja Koptik Ortodoks. 

Paus Fransiskus dijadwalkan akan memberikan pidato penting dalam konferensi dialog keagamaan di Al-Azhar. Momen ini menjadi bagian dari upaya penting meningkatkan hubungan setelah pemimpin muslim Mesir memutuskan hubungan pada tahun 2011 karena berbagai pernyataan Paus Benediktus yang dianggap menghina Islam. 

Hubungan dipulihkan tahun lalu, setelah Sheikh Ahmed al-Tayeb mengunjungi Vatikan. Sheikh Ahmed al-Tayeb, yang dipandang secara luas sebagai ulama paling moderat di Mesir, menyatakan kecaman pada kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dan praktiknya yang menilai orang lain murtad dan kafir sebagai dalih memicu jihad sarat kekerasan. (afp/reuters)

See Also

Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.408.749 Since: 07.04.14 | 1.0737 sec