YouTube Facebook Twitter RSS
19 May 2019, 0

Internasional

Hamas Berterima Kasih Kepada Korea Utara Mengutuk Israel

Wednesday, 03 May 2017 | View : 303

siarjustisia.com-GAZA.

Seorang pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri mengucapkan terima kasih kepada negara Komunis Korea Utara (Korut). Pasalnya, negeri Komunis pimpinan Kim Jong-un itu mengecam Israel dengan melabelinya sebagai "kutukan di Timur Tengah" dan sebuah "kekuatan penjajah."

"Hamas menghargai pernyataan Korut yang mendukung perjuangan Palestina dan menolak kelanjutan pendudukan," ujar Abu Zuhri via Twitter seperti dilansir Al Araby, Selasa (2/5/2017).

"Hamas menolak pelecehan Israel atas Korea Utara dan memastikan bahwa Israel adalah pemimpin kejahatan dan terorisme di dunia," tegasnya.

Sekitar satu hari sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut merilis pernyataan yang mengecam Israel. Langkah ini sebagai respons atas ucapan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman yang menjuluki Kim Jong-un "orang gila."

"Israel merupakan satu-satunya pemilik senjata nuklir ilegal yang menikmati dukungan AS, tapi Israel menyerang Korut karena memiliki senjata nuklir," ungkap Korut. Mereka menambahkan, pernyataan Avigdor Lieberman tidak lebih dari upaya pengalihan perhatian atas pendudukan dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Israel.

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa Pyongyang sepenuhnya mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kembali wilayah yang diduduki Israel dan mendirikan sebuah negara merdeka dengan Yerusalem sebagai Ibu Kotanya.

Pekan lalu, Avigdor Lieberman dalam sebuah wawancara dengan media Israel mengatakan bahwa Kim Jong-un adalah "orang gila", yang merupakan bagian dari komplotan "gila" bersama dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Di Israel, pernyataan Avigdor Lieberman itu dikecam sejumlah politikus. Ia dinilai telah melibatkan negaranya ke dalam perselisihan dengan Korut.

Korut saat ini tengah dipantau saksama pergerakannya menyusul tingginya tensi di Semenanjung Korea selama beberapa pekan terakhir. Pyongyang diyakini tengah mempersiapkan uji coba nuklir keenamnya, sementara AS sejauh ini telah mengirimkan armada tempurnya ke perairan dekat Semenanjung Korea.

Meski mengedepankan jalur diplomasi, Negeri Paman Sam tidak menutup opsi serangan militer.

Senin (1/5/2017) kemarin, dalam sebuah retorika barunya, Korut memperingatkan bahwa mereka akan melakukan uji coba nuklir kapan saja dan di mana saja sesuai dengan perintah pemimpin mereka. (alaraby)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.815.103 Since: 07.04.14 | 0.5677 sec