YouTube Facebook Twitter RSS
15 Dec 2018, 0

Ekonomi

Cantrang Diizinkan Hingga Akhir Tahun 2017

Thursday, 04 May 2017 | View : 240

siarjustisia.com-JAKARTA.

Menteri Kelautan dan Perikanan ke-6 dari Kabinet Kerja 2014-2019 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Dr. (HC) Susi Pudjiastuti menyatakan penggunaan alat penangkap ikan pukat hela dan pukat tarik atau cantrang akhirnya diputuskan untuk diizinkan hingga akhir 2017. Hal itu disampaikannya setelah bertemu Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Jl. Istana Merdeka No.17-18, RT02/RW03, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2017).

"Tadi saya menghadap Presiden. Dari hari Minggu saya sudah memohon waktu dan arahan dari Presiden. Kita perpanjang cantrang sampai akhir 2017. Itu terutama untuk wilayah Jateng saja," papar pemilik PT. ASI Pudjiastuti Aviation.

Cantrang merupakan sejenis alat penangkapan ikan (API) yang termasuk dalam kelompok pukat tarik berkapal (boat or vessel seines).

Pada kesempatan itu, pemilik perusahaan penerbangan Susi Air, Susi Pudjiastuti juga berjanji segera membagikan alat pengganti cantrang kepada para nelayan. "Untuk (kapal) di bawah 10 GT, kita akan ganti selama waktu ini. Tetapi yang besar tidak. Yang besar bisa kita asistensi ke perbankan," jelas pemilik dan Presiden Direktur (Presdir) PT. ASI Pudjiasturi Marine Product.

Alat tangkap cantrang dalam pengertian umum digolongkan pada kelompok Danish Seine yang terdapat di benua Eropa dan beberapa di benua Amerika. Dilihat dari bentuknya alat tangkap tersebut menyerupai payang tetapi ukurannya lebih kecil. Cantrang merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan demersal yang dilengkapi dua tali penarik yang cukup panjang yang dikaitkan pada ujung sayap jaring. Bagian utama dari alat tangkap ini terdiri dari kantong, badan, sayap atau kaki, mulut jaring, tali penarik (warp), pelampung dam pemberat.

Larangan mengenai penggunaan jaring cantrang sebenarnya sudah di mulai sejak tahun 1980. Kala itu dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 503/Kpts/UM/7/1980, cantrang secara tegas dilarang.

Pemerintah melakukan upaya strategis lainnya yakni menerbitkan Peraturan Menteri KP Nomor: PER.02/MEN/2011 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di WPPNRI sebagaimana diubah terakhir dengan PERMEN KP Nomor 42/PERMEN-KP/2014. Izin penempatan cantrang hanya diberikan untuk kapal perikanan dengan ukuran sampai dengan 30 GT di jalur penangkapan II (4 mil laut sampai dengan 12 mill laut) dan jalur penangkapan III (12 mil laut ke atas) di WPP-NRI 711, 712, dan WPP-NRI 713.

Peraturan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sempat menimbulkan konflik di antara kalangan nelayan dan aparat penegak hukum. Peraturan yang mengundang pro dan kontra tersebut adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Pemerintah mengeluarkan Permen KP Nomor 2/PERMEN-KP/2015, yang pada intinya melarang penggunaan berbagai alat yang di kategorikan sebagai alat yang tidak ramah lingkungan termasuk didalamnya jenis Cantrang.

Dalam peraturan itu disebutkan bahwa nelayan dilarang menggunakan cantrang untuk menangkap ikan. Sebagai gantinya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan alat penangkap ikan pengganti cantrang yang dianggap lebih ramah lingkungan.

Namun, dalam dua tahun sejak kebijakan itu dikeluarkan, KKP belum optimal membagikan alat penangkap ikan pengganti cantrang. (ant/jos)

See Also

Babinsa 06/Wedung Lakukan Pemantauan Penyemaian Bibit Tanam Padi
Babinsa 09/Karangtengah Pastikan Harga Sembako Di Pasar Masih Relatif Stabil
Percepat Masa Tanam, Babinsa 09/Karangtengah Giat Dampingi Petani
Babinsa 05/Mijen Tunjukkan Peran Aktif Babinsa Terhadap Swasembada Pangan
Tak Kenal Lelah, Babinsa Koramil 07/Gajah Bantu Petani Siangi Rumput
Ciptakan Hubungan Yang Harmonis, Babinsa 01/Rembang Terjun Langsung Ke Lahan Pertanian
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Memotivasi Petani Dalam Menggarap Sawah
Babinsa 12/Mranggen Ikuti Sosialisasi Budidaya Sapi Potong
Babinsa 01/Demak Kota Bantu Percepatan Pertumbuhan Padi
Babinsa 02/Bonang Bersama Petani Bantu Persemaian Bibit Padi
Cegah Terjadinya Kelangkaan Pupuk, Babinsa Koramil 09/Karangtengah Cek Langsung Ke Pengecer
Wujudkan Swasembada Pangan, Babinsa 13/Karangawen Dampingi Petani Jagung Siangi Gulma
Babinsa Koramil 01/Demak Kota Laksanakan Upsus Bersama Petani Menanam Jagung
Babinsa Koramil 13/Karangawen Pacu Petani Guna Swasembada Pangan
Sinergitas Babinsa 13/Karangawen Dengan PPL Saat Dampingi Petani Tanam Kedelai
Danramil 01/Demak Kota Hadiri Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Bersama Warga Bahu Membahu Buat Sumur Penampungan Air
Babinsa 03/Wonosalam Himbau Petani Untuk Segera Persiapkan Lahan Pertanian
Babinsa 01/Demak Kota Turun Langsung Ke Sawah Tebar Benih Padi
Finishing Pembuatan Jalan Beton TMMD Sengkuyung III Tahun 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Petani Tanam Padi Dengan Sistem Gogorancah MT1
Menjalin Keharmonisan, Babinsa Dan Masyarakat Laksanakan Kerja Bakti Pengecoran Jalan Desa
Babinsa Turun Ke Sawah Bantu Petani Siapkan Lahan Pertanian
Anggota Saka Wira Kartika Ikut Bantu Satgas TMMD Bangun Jalan
Babinsa Koramil 10/Guntur Bergotong Royong Bantu Rehab Rumah Warga
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.097.642 Since: 07.04.14 | 0.6674 sec