YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jun 2018, 0

Ekonomi

Cantrang Diizinkan Hingga Akhir Tahun 2017

Thursday, 04 May 2017 | View : 165

siarjustisia.com-JAKARTA.

Menteri Kelautan dan Perikanan ke-6 dari Kabinet Kerja 2014-2019 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Dr. (HC) Susi Pudjiastuti menyatakan penggunaan alat penangkap ikan pukat hela dan pukat tarik atau cantrang akhirnya diputuskan untuk diizinkan hingga akhir 2017. Hal itu disampaikannya setelah bertemu Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Jl. Istana Merdeka No.17-18, RT02/RW03, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2017).

"Tadi saya menghadap Presiden. Dari hari Minggu saya sudah memohon waktu dan arahan dari Presiden. Kita perpanjang cantrang sampai akhir 2017. Itu terutama untuk wilayah Jateng saja," papar pemilik PT. ASI Pudjiastuti Aviation.

Cantrang merupakan sejenis alat penangkapan ikan (API) yang termasuk dalam kelompok pukat tarik berkapal (boat or vessel seines).

Pada kesempatan itu, pemilik perusahaan penerbangan Susi Air, Susi Pudjiastuti juga berjanji segera membagikan alat pengganti cantrang kepada para nelayan. "Untuk (kapal) di bawah 10 GT, kita akan ganti selama waktu ini. Tetapi yang besar tidak. Yang besar bisa kita asistensi ke perbankan," jelas pemilik dan Presiden Direktur (Presdir) PT. ASI Pudjiasturi Marine Product.

Alat tangkap cantrang dalam pengertian umum digolongkan pada kelompok Danish Seine yang terdapat di benua Eropa dan beberapa di benua Amerika. Dilihat dari bentuknya alat tangkap tersebut menyerupai payang tetapi ukurannya lebih kecil. Cantrang merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan demersal yang dilengkapi dua tali penarik yang cukup panjang yang dikaitkan pada ujung sayap jaring. Bagian utama dari alat tangkap ini terdiri dari kantong, badan, sayap atau kaki, mulut jaring, tali penarik (warp), pelampung dam pemberat.

Larangan mengenai penggunaan jaring cantrang sebenarnya sudah di mulai sejak tahun 1980. Kala itu dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 503/Kpts/UM/7/1980, cantrang secara tegas dilarang.

Pemerintah melakukan upaya strategis lainnya yakni menerbitkan Peraturan Menteri KP Nomor: PER.02/MEN/2011 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di WPPNRI sebagaimana diubah terakhir dengan PERMEN KP Nomor 42/PERMEN-KP/2014. Izin penempatan cantrang hanya diberikan untuk kapal perikanan dengan ukuran sampai dengan 30 GT di jalur penangkapan II (4 mil laut sampai dengan 12 mill laut) dan jalur penangkapan III (12 mil laut ke atas) di WPP-NRI 711, 712, dan WPP-NRI 713.

Peraturan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sempat menimbulkan konflik di antara kalangan nelayan dan aparat penegak hukum. Peraturan yang mengundang pro dan kontra tersebut adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Pemerintah mengeluarkan Permen KP Nomor 2/PERMEN-KP/2015, yang pada intinya melarang penggunaan berbagai alat yang di kategorikan sebagai alat yang tidak ramah lingkungan termasuk didalamnya jenis Cantrang.

Dalam peraturan itu disebutkan bahwa nelayan dilarang menggunakan cantrang untuk menangkap ikan. Sebagai gantinya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan alat penangkap ikan pengganti cantrang yang dianggap lebih ramah lingkungan.

Namun, dalam dua tahun sejak kebijakan itu dikeluarkan, KKP belum optimal membagikan alat penangkap ikan pengganti cantrang. (ant/jos)

See Also

Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Kembangkan Jenis Usaha Yang Unik Dan Berbeda
Harga Pertalite Naik Rp 200 Per Liter
Usaha Sergab Kodim 0716/Demak Di Kala HPP Lebih Rendah Dari Pasar
Bertebaran Padi Di Halaman Kodim 0716/Demak
Bank Sampah Jadi Berkah Bagi Anggota Kodim 0716/Demak
Kodim 0716/Demak Terapkan Teknologi Baru Di Bidang Pertanian
Tim Sergab Kodim 0716/Demak Terus Genjot Serap Beras Ke Bulog
Cegah Penyelewengan, Babinsa Dampingi Pembagian Beras Rastra Yang Layak Konsumsi
Dokter Terkaya Amerika Serikat Beli Surat Kabar LA Times Rp 6,8 Triliun
Dandim 0716/Demak Panen Raya Di Ds. Mijen
Danramil 09/Karangtengah Berharap Pendistribusian Pupuk Tepat Sasaran
Danramil 03/Wonosalam Bersama Forkopimcam Panen Raya Padi
Presiden Joko Widodo Tinjau Proyek Padat Karya Di Dharmasraya
Pasar Saham Australia Dibuka Turun Tajam
5 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia
Penjualan Mobil Terbanyak Tahun 2017
Bebas Bea Masuk Belanja Dari Luar Negeri Naik
Menteri Kelautan Dan Perikanan Inginkan Kenaikan Gaji Pegawai KKP
Harga Minyak Dunia Turun
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Per 8 Desember 2017
KPH Harus Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Masyarakat
Indeks Hang Seng HongKong Turun
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.151.294 Since: 07.04.14 | 0.598 sec