YouTube Facebook Twitter RSS
23 Nov 2017, 0

Editorial

Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan

Author : Aloysius Budi Purnomo Pr | Monday, 29 May 2017 | View : 197

siarjustisia.com

Menjelang mempersembahkan Perayaan Ekaristi Minggu (28/5/2017), saya mendapat kabar duka bahwa K. H. Mahfudz Ridwan berpulang ke Rahmatullah Allah pada hari Minggu siang ini pukul 14.45. Tanpa ragu-ragu, saya pun mengajak Umat Katolik yang hadir dalam Misa Minggu Paskah VII di Gereja Kristus Raja, Ungaran untuk bedoa bagi beliau. "Intensi Misa sore ini saya persembahkan untuk mendoakan guru, sahabat dan tokoh bangsa kita, K. H. Mahmudz Ridwan yang berpulang ke pangkuan Allah tadi siang. Semoga bahagia dalam damai di surga." Begitulah saya mengumumkan kepada Umat di awal Ekaristi.

K. H. Mahfudz Ridwan adalah salah satu Kyai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dan Mustasyar PBNU, Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Kabupaten Semarang, Jateng. Beliau adalah juga sahabat karib Kyai Sahal dan sahabat karib K. H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Bagiku, beliau juga seorang Kyai yang ramah dan bersahaja.

Menurut penuturan putranya, Gus Muhammad Hanif Mahfudz, kepadaku saat melayat pada Minggu (28/5/2017) malam, beliau sakit selama tiga belas hari. Sakit itu juga merupakan bagian dari sakit yang beliau derita sekian tahun silam.

Kebetulan setiap tahun saya bersilaturahim kepada Beliau pada Hari Raya Idul Fitri, pada hari pertama. Kadang sendiri bersama rombongan Suster dan Umat, kadang juga bersama mendiang Mgr. Johannes Pujasumarta dan terakhir pada lebaran tahun lalu bersama Romo F. X. Sukendar sebagai Administrator Diosesan KAS. Setiap kali datang, beliau selalu menyambut dengan ramah dan penuh canda.

Setiap kali saya menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri sambil mengatakan, "Ngaturaken sugeng Riyadi, mugi kalepatan kawula kalebura ing dinten Riyadi punika (Selamat Hari Raya, semoga kesalahan saya dilebur di Hari Raya ini)"; beliau dengan ramah dan rendah hati menjawab, "Sami-sami Romo, kita ngo-dinonga amrih tentreming bangsa kita (Hal yang sama Romo, kita saling mendoakan agar bangsa kita damai sejahtera)." Bahkan saat saya datang tanpa Bapak Uskup, ketika beliau sakit, spontan Beliau yang kala itu juga sedang sakit langsung bertanya, "Kados pundi kabaripun Romo Puja (Bagaimana kabar Romo Puja)?"

Itulah sekilas potongan narasi silaturahmi perjumpaan saya dengan beliau sejak saya mendapat mandat dari Keuskupan Agung Semarang melayani Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan. Salah satu sosok pribadi yang menjadi tujuan silaturahim saya adalah beliau.

K. H. Mahfudz Ridwan, sungguh luar biasa rendah hati dan mencintai negeri ini. Kecintaan pada negeri ini beliau nyatakan melalui pemilihan nama pondok pesantren beliau "Edi Mancoro". Itu yang hampir selalu beliau katakan setiap kali berjumpa beliau.

Beliau memiliki wawasan yang sangat luas tentang kebangsaan. Beliau terbuka dan merangkul menerima yang datang kepadanya tanpa membeda-bedakan.

Sugeng tindak (Selamat Jalan) Abah K. H. Mahfudz Ridwan yang terkasih, menghadap Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Rahim dalam kedamaian abadi di surga. Doakanlah bangsa kita ini tetap rukun damai sejahtera pula!

See Also

Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan
Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Batik Print Yang Murah Meriah
Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated
Perkawinan Jangan Dikorbankan Demi Politik Pemilihan
Kekuasaan Formal Dan Informal
Soto Bokoran Dan Bangkong
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
PDIP: Ahok Dan Djarot
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.834.431 Since: 07.04.14 | 0.6525 sec