YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2018, 0

Hukum

Densus 88 Antiteror Geledah Sita Rumah Kontrakan Di Bogor

Wednesday, 31 May 2017 | View : 295

siarjustisia.com-BOGOR.

Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 Antiteror mengadakan geledah sita di sebuah rumah kontrakan di Kampung Tegal Sapi, RT01/RW06, Desa Sukaluyu, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

"Apa yang dibawa kami tidak tahu, itu bagian penyidik kita dari Polres hanya mendampingi pengamanan saja," papar Kepala Kepolisian Resort Bogor (Kapolres Bogor) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. saat dihubungi di MaPolres Bogor, Jl. Tegar Beriman, Tengah, Cibinong, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa (30/5/2017).

Menurutnya, tindakan pencarian barang bukti dalam geledah sita tersebut merupakan pengembangan dari kasus bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5/2017) malam.

"Kegiatan penyidik Densus 88 Antiteror sekitar pukul 16.00 WIB di sebuah rumah kontrakan Kecamatan Tamansari itu," beber Kapolres Bogor AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H.

"Selain mencari barang bukti juga meminta keterangan saksi termasuk penghuni kontrakan," imbuh mantan Sekpri WaKapolri, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H.

Ia menyebutkan tidak benar adanya penangkapan terduga teroris di dalam rumah tersebut karena penyidik hanya meminta keterangan lingkungan sekitar.

"Tidak ada yang ditangkap kita hanya memeriksa lingkungan, jangankan penghuni, Pak RT saja kita bawa namanya geledah sita harus ada saksinya," jelas mantan Kapolres Karawang tersebut, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H.

Untuk barang yang dibawa apa saja, lanjut ia menerangkan pihak Polres tidak mengetahui dan berwenang untuk membeberkan karena ranah penyidik Densus 88.

Kepala Desa Sukaluyu Syarif Hidayat mengatakan kegiatan geledah sita yang dilakukan tim Densus 88 diketahui mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya sehingga ia mengetahui kegiatan tersebut dari laporan setelah kegiatan usai.

Dari hasil koordinasi pihak desa dengan Rukun Tetanga (RT) dan Rukun Warga (RW) setempat, ia menyebutkan tidak adanya penangkapan teroris melainkan hanya penggeledahan.

Dari rumah kontrakan tersebut, tim Densus 88 Antiteror hanya membawa sejumlah buku dan tidak ada senjata tajam yang dibawa.

Sebab sejak pagi, kata dia baik suami maupun istri dari penyewa rumah sedang tidak berada di tempat.

Ditambah penyewa baru saja menempati rumah tersebut dalam waktu dua hari dan diduga memang telah dalam pengejaran aparat.

"Yang punya kontrakan beda RW dan penghuni baru sewa dua hari jadi belum ada laporan identitasnya sampai ke kita katanya memang sudah diincar aparat," terang Syarif Hidayat.

Dengan kejadian tersebut, sambung dia, pihaknya akan memperketat sosialisasi terhadap warga terkait rumah kontrakan dan aturannya.

Sementara itu, Pemilik Kontrakan Anang Rosyadi (54 tahun) mengaku penghuni rumah kontrakannya itu telah mengontrak sejak Kamis (24/5/2017) dan cenderung tertutup terhadap warga sekitar.

Dirinya sempat menanyakan identitas penyewa namun beralasan sedang merapihkan berkas sehingga belum sempat memberikannya.

Selain itu warga sekitar, Aji menyebutkan penghuni memang sering menerima tamu dan juga sering terlihat meninggalkan rumah.

Namun untuk aktivitas rutin yang dilakukan tetangga barunya di rumah kontrakkan milik Anang Rosyadi itu ia mengaku kurang mengetahui.

"Saya tidak tahu, kata yang punya kontrakkan juga tertutup, cuma sering ada tamu pakai mobil kadang wanita kadang laki-laki, itu saja," pungkas Aji. (ant/jos)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.115.107 Since: 07.04.14 | 0.5807 sec