YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2018, 0

Hukum

Polres Bogor Amankan 7 Pengoplos Bakso Berbahan Daging Babi

Wednesday, 31 May 2017 | View : 1052

siarjustisia.com-BOGOR.

Kepolisian Resor (Polres) Bogor membongkar praktik pembuatan bakso yang dicampur menggunakan daging celeng atau babi di sebuah ruko di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Polisi mengamankan tujuh pelaku dalam penggerebakan sebuah kios di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang dijadikan tempat pembuatan bakso oplosan berbahan daging celeng atau babi.

Para pelaku pengoplosan bakso berbahan daging celeng atau babi itu adalah pemilik kios berinisial PN bersama empat karyawannya, AL, UG, IT, dan MO. Polisi juga menangkap AG dan DM sebagai pemasok daging celeng ke kios tersebut.

Penggerebekan itu berlangsung pada Minggu (28/5/2017). Para pelaku diamankan pada Minggu (28/5/2017) setelah jajaran Satreskrim Polres Bogor menggerebek lokasi itu.

Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. mengatakan, polisi mengamankan 46 kilogram daging babi hutan, 60 kilogram daging ayam, 4 kilogram daging campuran, 2 unit penggilingan daging, dan 1 buah freezer.

"Pelaku mengoplos daging babi hutan dengan daging sapi untuk bahan olahan bakso," ungkap AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H., saat konferensi pers di MaPolres Bogor, Jl. Tegar Beriman, Tengah, Cibinong, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa (30/5/2017).

Kepala Kepolisian Resort (Polres) Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, penggunaan daging celeng tersebut untuk menyiasati tingginya harga daging sapi. Penggunaan daging celeng, sambung AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, untuk menyiasati tingginya harga daging sapi. Untuk menekan ongkos produksi, pelaku mencampurkan daging sapi dengan daging babi sebagai bahan olahan bakso.

Kondisi itu, kata mantan Sekpri WaKapolri AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H., dimanfaatkan para pelaku dengan mencampur daging sapi dan daging babi sebagai bahan olahan bakso.

Mereka menjual daging celeng yang sudah dioplos dengan harga lebih murah, yakni Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per kilogram. Ia menjelaskan, pelaku menjual daging celeng yang dioplos daging sapi dengan harga lebih murah, yakni Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per kilogram.

Pengakuan sementara, pelaku mendapat daging celeng dari daerah Sumatera. "Dalam waktu seminggu, pemasok bisa menghabiskan 300 kilogram daging celeng untuk didistribusikan ke pemilik kios. Pengakuan sementara, mereka mendapat daging celeng dari daerah Sumatera," ucap mantan Kapolres Karawang, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H., di MaPolres Bogor, Jl. Tegar Beriman, Tengah, Cibinong, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa (30/5/2017).

Kapolres Bogor itu, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. menyebut, penangkapan berawal dari informasi masyarakat tentang adanya tempat usaha bakso yang menggunakan bahan campuran daging babi hutan. "Setelah diselidiki ternyata benar, kemudian digerebek bersama Dinas Peternakan," ucap AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H.

Setelah itu, petugas Dinas Peternakan melakukan uji sampel bahan-bahan campuran bakso berikut daging yang ditemukan di dalam ruko. Hasil uji laboratorium menunjukkan, bakso positif mengandung daging babi. Mantan Sekpri WaKapolri tersebut, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. menambahkan, berdasarkan hasil laboratorium pangan, bakso yang diproduksi di kios Pasar Citeureup tersebut positif mengandung daging babi. Dirinya pun mengimbau agar masyarakat atau konsumen lebih jeli dalam membeli bakso.

“Tidak menutup kemungkinan bakso-bakso tersebut sudah dipasarkan selain di Pasar Citeureup. Kami bersama dinas terkait akan terus melakukan pengawasan," tukas mantan Kapolres Karawang, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H.

Akibat perbuatannya, para pelaku kini meringkuk di sel tahanan Polres Bogor.

Para pelaku dijerat Pasal 204 KUHP tentang Menjual Sesuatu Bersifat Bahaya dan terancam Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. (kom/jos)

See Also

KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.115.151 Since: 07.04.14 | 0.5943 sec