YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Hukum

Polres Bogor Amankan 7 Pengoplos Bakso Berbahan Daging Babi

Wednesday, 31 May 2017 | View : 923

siarjustisia.com-BOGOR.

Kepolisian Resor (Polres) Bogor membongkar praktik pembuatan bakso yang dicampur menggunakan daging celeng atau babi di sebuah ruko di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Polisi mengamankan tujuh pelaku dalam penggerebakan sebuah kios di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang dijadikan tempat pembuatan bakso oplosan berbahan daging celeng atau babi.

Para pelaku pengoplosan bakso berbahan daging celeng atau babi itu adalah pemilik kios berinisial PN bersama empat karyawannya, AL, UG, IT, dan MO. Polisi juga menangkap AG dan DM sebagai pemasok daging celeng ke kios tersebut.

Penggerebekan itu berlangsung pada Minggu (28/5/2017). Para pelaku diamankan pada Minggu (28/5/2017) setelah jajaran Satreskrim Polres Bogor menggerebek lokasi itu.

Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. mengatakan, polisi mengamankan 46 kilogram daging babi hutan, 60 kilogram daging ayam, 4 kilogram daging campuran, 2 unit penggilingan daging, dan 1 buah freezer.

"Pelaku mengoplos daging babi hutan dengan daging sapi untuk bahan olahan bakso," ungkap AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H., saat konferensi pers di MaPolres Bogor, Jl. Tegar Beriman, Tengah, Cibinong, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa (30/5/2017).

Kepala Kepolisian Resort (Polres) Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, penggunaan daging celeng tersebut untuk menyiasati tingginya harga daging sapi. Penggunaan daging celeng, sambung AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, untuk menyiasati tingginya harga daging sapi. Untuk menekan ongkos produksi, pelaku mencampurkan daging sapi dengan daging babi sebagai bahan olahan bakso.

Kondisi itu, kata mantan Sekpri WaKapolri AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H., dimanfaatkan para pelaku dengan mencampur daging sapi dan daging babi sebagai bahan olahan bakso.

Mereka menjual daging celeng yang sudah dioplos dengan harga lebih murah, yakni Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per kilogram. Ia menjelaskan, pelaku menjual daging celeng yang dioplos daging sapi dengan harga lebih murah, yakni Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per kilogram.

Pengakuan sementara, pelaku mendapat daging celeng dari daerah Sumatera. "Dalam waktu seminggu, pemasok bisa menghabiskan 300 kilogram daging celeng untuk didistribusikan ke pemilik kios. Pengakuan sementara, mereka mendapat daging celeng dari daerah Sumatera," ucap mantan Kapolres Karawang, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H., di MaPolres Bogor, Jl. Tegar Beriman, Tengah, Cibinong, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa (30/5/2017).

Kapolres Bogor itu, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. menyebut, penangkapan berawal dari informasi masyarakat tentang adanya tempat usaha bakso yang menggunakan bahan campuran daging babi hutan. "Setelah diselidiki ternyata benar, kemudian digerebek bersama Dinas Peternakan," ucap AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H.

Setelah itu, petugas Dinas Peternakan melakukan uji sampel bahan-bahan campuran bakso berikut daging yang ditemukan di dalam ruko. Hasil uji laboratorium menunjukkan, bakso positif mengandung daging babi. Mantan Sekpri WaKapolri tersebut, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. menambahkan, berdasarkan hasil laboratorium pangan, bakso yang diproduksi di kios Pasar Citeureup tersebut positif mengandung daging babi. Dirinya pun mengimbau agar masyarakat atau konsumen lebih jeli dalam membeli bakso.

“Tidak menutup kemungkinan bakso-bakso tersebut sudah dipasarkan selain di Pasar Citeureup. Kami bersama dinas terkait akan terus melakukan pengawasan," tukas mantan Kapolres Karawang, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H.

Akibat perbuatannya, para pelaku kini meringkuk di sel tahanan Polres Bogor.

Para pelaku dijerat Pasal 204 KUHP tentang Menjual Sesuatu Bersifat Bahaya dan terancam Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. (kom/jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.175.594 Since: 07.04.14 | 0.6215 sec