YouTube Facebook Twitter RSS
22 Sep 2018, 0

Hukum

Polres Bogor Amankan 7 Pengoplos Bakso Berbahan Daging Babi

Wednesday, 31 May 2017 | View : 978

siarjustisia.com-BOGOR.

Kepolisian Resor (Polres) Bogor membongkar praktik pembuatan bakso yang dicampur menggunakan daging celeng atau babi di sebuah ruko di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Polisi mengamankan tujuh pelaku dalam penggerebakan sebuah kios di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang dijadikan tempat pembuatan bakso oplosan berbahan daging celeng atau babi.

Para pelaku pengoplosan bakso berbahan daging celeng atau babi itu adalah pemilik kios berinisial PN bersama empat karyawannya, AL, UG, IT, dan MO. Polisi juga menangkap AG dan DM sebagai pemasok daging celeng ke kios tersebut.

Penggerebekan itu berlangsung pada Minggu (28/5/2017). Para pelaku diamankan pada Minggu (28/5/2017) setelah jajaran Satreskrim Polres Bogor menggerebek lokasi itu.

Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. mengatakan, polisi mengamankan 46 kilogram daging babi hutan, 60 kilogram daging ayam, 4 kilogram daging campuran, 2 unit penggilingan daging, dan 1 buah freezer.

"Pelaku mengoplos daging babi hutan dengan daging sapi untuk bahan olahan bakso," ungkap AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H., saat konferensi pers di MaPolres Bogor, Jl. Tegar Beriman, Tengah, Cibinong, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa (30/5/2017).

Kepala Kepolisian Resort (Polres) Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, penggunaan daging celeng tersebut untuk menyiasati tingginya harga daging sapi. Penggunaan daging celeng, sambung AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, untuk menyiasati tingginya harga daging sapi. Untuk menekan ongkos produksi, pelaku mencampurkan daging sapi dengan daging babi sebagai bahan olahan bakso.

Kondisi itu, kata mantan Sekpri WaKapolri AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H., dimanfaatkan para pelaku dengan mencampur daging sapi dan daging babi sebagai bahan olahan bakso.

Mereka menjual daging celeng yang sudah dioplos dengan harga lebih murah, yakni Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per kilogram. Ia menjelaskan, pelaku menjual daging celeng yang dioplos daging sapi dengan harga lebih murah, yakni Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per kilogram.

Pengakuan sementara, pelaku mendapat daging celeng dari daerah Sumatera. "Dalam waktu seminggu, pemasok bisa menghabiskan 300 kilogram daging celeng untuk didistribusikan ke pemilik kios. Pengakuan sementara, mereka mendapat daging celeng dari daerah Sumatera," ucap mantan Kapolres Karawang, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H., di MaPolres Bogor, Jl. Tegar Beriman, Tengah, Cibinong, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa (30/5/2017).

Kapolres Bogor itu, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. menyebut, penangkapan berawal dari informasi masyarakat tentang adanya tempat usaha bakso yang menggunakan bahan campuran daging babi hutan. "Setelah diselidiki ternyata benar, kemudian digerebek bersama Dinas Peternakan," ucap AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H.

Setelah itu, petugas Dinas Peternakan melakukan uji sampel bahan-bahan campuran bakso berikut daging yang ditemukan di dalam ruko. Hasil uji laboratorium menunjukkan, bakso positif mengandung daging babi. Mantan Sekpri WaKapolri tersebut, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H. menambahkan, berdasarkan hasil laboratorium pangan, bakso yang diproduksi di kios Pasar Citeureup tersebut positif mengandung daging babi. Dirinya pun mengimbau agar masyarakat atau konsumen lebih jeli dalam membeli bakso.

“Tidak menutup kemungkinan bakso-bakso tersebut sudah dipasarkan selain di Pasar Citeureup. Kami bersama dinas terkait akan terus melakukan pengawasan," tukas mantan Kapolres Karawang, AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika Gading, S.Sos., S.IK., M.H.

Akibat perbuatannya, para pelaku kini meringkuk di sel tahanan Polres Bogor.

Para pelaku dijerat Pasal 204 KUHP tentang Menjual Sesuatu Bersifat Bahaya dan terancam Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. (kom/jos)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.624.116 Since: 07.04.14 | 0.6036 sec