YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2019, 0

Nusantara

DPRD DKI Jakarta Umumkan Pengunduran Diri Basuki Tjahaja Purnama Sebagai Gubernur

siarjustisia.com-JAKARTA.

Paripurna pengumuman pengunduran diri Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa "Ahok" sebagai Gubernur DKI Jakarta dan pengusulan Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. sebagai Gubernur DKI Jakarta definitif digelar pada Rabu (31/5/2017), berdasarkan Rapat Bamus DPRD DKI Jakarta yang digelar Selasa (30/5/2017). DPRD DKI Jakarta mengusulkan pengangkatan Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. sebagai Gubernur DKI Jakarta definitif dalam Rapat Paripurna Istimewa pada hari Rabu (31/5/2017) sore.

Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. secara otomatis diusulkan oleh DPRD DKI Jakarta kepada Kemendagri dan Presiden RI untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta definitif pasca pengajuan pengunduran diri Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta. DPRD DKI Jakarta secara resmi telah mengumumkan pengunduran diri Basuki Tjahaja Purnama dan pengusulan Drs. H, Djarot Saiful Hidayat, M.S. sebagai Gubernur DKI Jakarta definitif untuk sisa masa jabatan periode 2012-2017.

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa "Ahok" secara resmi diumumkan pengunduran dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh DPRD DKI dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jl. Kebon Sirih No.18, RT11/RW02, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2017).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, S.H. tersebut, selain pengunduran diri Basuki Tjahaja Purnama, diumumkan juga beberapa poin lainnya, yakni pengumuman hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta periode 2017-2022 dan pengusulan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih kepada Presiden.

Diumumkannya hasil pengunduran diri Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta di sisa masa jabatannya 2012-2017 juga sekaligus pengusulan wakil Basuki Tjahaja Purnama, yakni Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta di sisa masa jabatan 2012-2017.

"DPRD telah menerima surat tembusan dari Basuki Tjahaja Putnama yang berisi permohonan pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta kepada Presiden RI," ujar Pras dalam rapat paripurna tersebut.

Menindaklanjutinya, tutur Pras, Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda), telah berkirim surat juga kepada DPRD DKI pada tanggal 26 Mei perihal tindak lanjut permohonan pengunduran diri tersebut.

“Ini kan pemberitahuan bahwa Pak Basuki, tanggal 23 Mei kemarin mengundurkan diri. Nah usulan ini dari Ditjen Otda Kemdagri untuk menindaklanjuti pengunduran diri Pak Basuki. Ada mekanismenya, nah itulah namanya rapat Badan Musyawarah dan Paripurna. Kami jelaskan kepada masyarakat dan dewan,” papar Pras.

Setelah itu, pihaknya pun akan menyerahkan perihal ini kepada Kemdagri, mengingat wewenang pengangkatan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur berada di Presiden RI. Rapat paripurna ini, katanya, hanya berupa pemberitahuan bahwa sedianya Basuki Tjahaja Purnama mengundurkan diri dan Djarot Saiful Hidyat  diusulkan untuk diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Basuki Tjahaja Purnama di sisa masa jabatan keduanya, 2012-2017.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Fraksi Golongan Karya (Golkar), Ruddin Akbar Lubis, S.H., M.H. menyampaikan interupsi di tengah rapat paripurna pengumuman pengunduran diri Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta yang digelar DPRD DKI di Gedung DPRD DKI, Jl. Kebon Sirih No.18, RT11/RW02, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2017).

Interupsi tersebut disampaikan karena pihaknya ingin memastikan kembali status hukum Basuki Tjahaja Purnama yang saat ini tengah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua Depok, Jl. Anyelir No.23, Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

“Tanpa mengurangi rasa hormat atas niat baik Pak Basuki dan menghargai Pak Djarot yang akan dilantik jadi Gubernur DKI, kami melihat ada legal standing yang harus diperjelas dulu. Saya tidak tahu bagaimana posisi hukum sekarang atas kasus (Basuki) tersebut karena kami hanya baca dari media. Tidak ada info dari pimpinan tentang adanya surat tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, apabila surat pernyataan pencabutan banding yang diajukan Basuki Tjahaja Purnama benar adanya, maka serta-merta perkara tersebut akan memiliki dua implikasi. Apabila Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak banding, maka perkara yang membelit Basuki Tjahaja Purnama sudah inkracht, sedangkan jika banding kasus tersebut akan terus berlangsung.

“Faktanya, bahwasanya sudah inkracht, maka pertanyaan kami, pengunduran diri ini dari yang mana? Seandainya Jaksa banding, masih diproses maka pengunduran diri bisa diterima. Kami minta diberi waktu 1-2 hari, DPRD DKI agar mengirim tim ke Pengadilan Tinggi untuk tahu legal standing-nya,” terang dia.

Pihaknya ingin melakukan itu karena ingin memastikan status hukum atas kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama tersebut.

Seperti diketahui Basuki Tjahaja Purnama mengajukan surat pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 23 Mei lalu. Langkah tersebut diambil setelah Basuki Tjahaja Purnama urung banding atas kasus dugaan penodaan agama setelah Hakim memvonis dua tahun penjara kepadanya.

Selain anggota Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD DKI Jakarta, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga menyampaikan interupsinya di tengah rapat paripurna pengumuman pengunduran diri Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta yang digelar DPRD DKI di Gedung DPRD DKI, Jl. Kebon Sirih No.18, RW11/RW02, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2017).

Namun, berbeda dengan yang disampaikan Fraksi Partai Golkar, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Jhony Simanjuntak, justru memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Basuki Tjahaja Purnama yang telah menjabat Gubernur DKI Jakarta selama 2,5 tahun ini.

Penghargaan dan apresiasi tersebut disampaikan karena Basuki Tjahaja Purnama dinilai telah melakukan program-program yang menyentuh rakyat dan merealisasikan proyek-proyek besar yang akan menjadi ikon DKI Jakarta. Mulai dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), Jakarta Smart City, MRT Tahap I, Simpang Susun Semanggi, dan LRT.

“Kemudian perbaikan SDN Pasar Minggu, Masjid Raya K.H. Hasyim Ashari, renovasi RSUD Koja, Jalan Layang Non Tol Tanah Abang-Kampung Melayu, aplikasi Qlue, dan masih banyak hal lain yang harus kami beri apresiasi,” katanya.

Ia pun berharap, Djarot Saiful Hidayat yang akan menggantikan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta di sisa masa jabatan periode 2012-2017 dapat melanjutkan gaya kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama yang benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Pak Djarot diharapkan trengginas merespons masyarakat dan harapan warga DKI,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jhony Simanjuntak juga sempat menyampaikan bahwa perihal pengunduran diri Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta tersebut pihaknya dengan berat hati menghargai langkah politik yang ditempuh Basuki Tjahaja Purnama tersebut demi Jakarta yang lebih baik dan sejahtera.

Selain itu, DPRD DKI juga telah menerima surat keputusan KPU DKI tentang penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih dalam Pilkada DKI dimana dalam surat yang dibacakan tersebut telah menetapkan Anies Rasyid Baswedan/Sandiaga Salahudin Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022.

“Semoga akan membuat Jakarta lebih baik lagi dan berkembang di masa yang akan datang,” pungkas Prasetyo Edi Marsudi, S.H. (sp/jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Jelang HUT RI, Satgas TMMD Ajak Warga Bersihkan Lingkungan
Sejak Ada TMMD, Tidak Ada Lagi Kamus Takut Sama Tentara
Seberangkan Anak Sekolah Juga Dilakoni Satgas TMMD
Ngojek Anak Sekolah Di Desa TMMD Juga Dilakukan TNI
TNI Buka Biro Angkutan Antar Jemput Anak-Anak Sekolah
Danramil 01/Demak Kota Katakan Lega Rasanya Bisa Bantu Warga Mempunyai Rumah Layak Huni
Pelopori Peduli Kebersihan Lingkungan, TNI Gelar Jumat Bersih
TNI Ajarkan Anak-Anak SD Untuk Berperan Di Kebersihan Masjid
Ini Salah Satu Cara TNI Satgas TMMD Diidolakan Anak-anak
Terkait Upacara Penutupan TMMD Sudah Mulai Dirapatkan
Wawasan Kebangsaan Di Desa Sasaran TMMD Mulai Tampak
Sesibuk Apapun Kerja Di TMMD, TNI Satgas Tetap Tak Meninggalkan Ibadah
Dansatgas TMMD Kodim 0716/Demak Wujudkan Impian Warga Dukuh Duduk
Kami Guru Di Kalikondang Tak Pernah Lupa Dengan Jasa TNI
Sosok Prajurit TNI Yang Berandil Besar Di Pengecoran Jalan
Luar Biasa Saya Bisa Ngangsu Kawruh Dengan Banyak Ulama
Berkat TMMD, Lapangan Kalikondang Menjadi Kebanggaan Warga
Terus Didekati, Balita Di Desa TMMD Tak Takut Lagi Dengan Tentara
Sang Kapten Yang Sigap Di Lokasi TMMD
Danramil Yang Menjadi Tauladan Di Lokasi TMMD Kalikondang
Sinyal Pamitan Dibunyikan TNI Satgas, Warga Resah
TNI Memang Luar Biasa
12 RTLH Sudah Berhasil Direhab Tentara
Jelang Penutupan TMMD Kodim 0716/Demak Genjot Pekerjaan Tahap Akhir
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.435.473 Since: 07.04.14 | 0.8121 sec