YouTube Facebook Twitter RSS
23 May 2019, 0

Nusantara

Operasi Ramadniya 2017 Berlaku Mulai Senin

Monday, 19 June 2017 | View : 317

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kapolri Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. menggelar apel konsolidasi terakhir jelang diberlakukannya "Operasi Ramadniya 2017" di seluruh Indonesia.

"Ini adalah apel gelar pasukan Ops Ramadniya yang merupakan operasi terpusat 2017. Ini operasi kemanusiaan dalam rangka pengamanan Idul Fitri sekaligus antisipasi di Bulan Ramadhan ini. Apel ini merupakan konsolidasi formal bagi kita semua meski sejumlah operasi pendahuluan sudah dilakukan," kata Kapolri Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. di lapangan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Dalam apel tersebut, mantan Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987-1991), Jend. Pol. Tito Karnavian menekankan tiga hal permintaan Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Operasi Ramadniya 2017.

"Pertama, masalah stabilitas harga pangan. Beliau ingin agar tidak terjadi kenaikan harga pangan dan Polri diminta membantu Kementerian dan Lembaga menjaga stabilitas harga," ucap mantan WaKapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1991-1992).

Kedua, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Polri dan TNI menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

"Kami diminta untuk mengamankan masyarakat dari kejahatan konvensional, copet, jambret, penodongan serta ancaman terorisme," kata mantan WaKapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya.

Ketiga, antisipasi arus mudik dan arus balik untuk menghindari peristiwa penumpukan pemudik di pintu keluar tol Brebes Timur.

Mantan Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1996-1997) ini menjelaskan pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah untuk menindaklanjuti permintaan Presiden Jokowi tersebut.

"Kami sudah bentuk Satgas Pangan bersama Kementerian lembaga untuk menjaga stabilitas harga pangan. Kementerian lembaga yang digandeng diantaranya Kementan, Kemenperin, Kemendag, Bulog, KPPU," tutur mantan Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999-2000).

Pihaknya pun mengapresiasi hasil kerja Satgas Pangan yang mampu menstabilkan harga sembako. "Alhamdulillah, stabilitas harga sembako relatif stabil, pasokan dipastikan cukup. Selama tiga pekan bekerja, Satgas Pangan sudah menindak lebih dari 70 kasus," tandas mantan Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000-2002).

Kendati demikian rantai distribusi sembako masih cukup rawan sehingga Satgas Pangan tetap perlu mengawasi.

Sementara itu, terkait antisipasi ancaman terorisme, pihaknya telah memerintahkan Densus 88 Antiteror untuk melakukan deteksi dini dan proaktif dalam mencegah tindak terorisme.

"Yang kasus bom Kampung Melayu, Polri menangkap 36 orang, baik yang terkait di kasus Kampung Melayu dan ada beberapa yang memiliki rencana teror di Jambi. Mereka fasilitasi keberangkatan teroris ke Marawi. Ada juga penangkapan di Kendal, Jateng, di Sulawesi. Saya minta jajaran terus bekerja, enggak boleh sampai ada celah mereka untuk beraksi," papar mantan Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulsel pada tahun 2002.

Sementara untuk mengantisipasi kasus kejahatan konvensional, aparat bekerja sama dengan warga untuk menjaga rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik.

Selain itu, Polres dan Polsek juga menerima penitipan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang ditinggalkan pemudik selama pulang kampung.

"Kejahatan yang rawan terjadi di stasiun, terminal, bandara agar dibersihkan sehingga masyarakat nyaman ketika mudik. Kita harus menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama mudik," tukas mantan Koorsespri Kapolda Metro Jaya (2002-2003).

Operasi Ramadniya 2017 resmi dimulai pada Senin hingga 4 Juli di seluruh Indonesia.

"Apel ini secara formal untuk mengumumkan bahwa Operasi Ramadniya sudah dimulai secara resmi pada tanggal 19 Juni hingga 4 Juli," kata Kapolri Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017, di lapangan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Dalam kesempatan itu, Jend. Pol. Tito Karnavian mengimbau masyarakat agar tidak mudik secara berbondong-bondong pada H-1/H-2 Lebaran atau 23-24 Juni 2017 untuk mengurai arus kendaraan.

"Jangan mudik bareng-bareng tanggal 23-24 Juni, karena kalau semua mudiknya tanggal segitu, meski sudah ada jalur fungsional tol Pejagan-Pemalang, sudah ada perbaikan flyover, maka pasti akan ada kemacetan. Kalau bisa mudik sudah mulai dari sekarang. Tanggal 19 Juni anak sekolah libur, bapak ibunya kalau bisa ambil cuti. Ini bisa mengurangi kemacetan," terang mantan Kasubden Penindak Densus 88/AntiTeror Bareskrim Polri pada tahun 2006, Jend. Pol. Tito Karnavian.

Begitupun dalam arus balik, pihaknya meminta masyarakat tidak balik ke kota secara bersamaan dalam satu waktu.

"Untuk arus balik, jangan berbondong-bondong di hari Sabtu dan Minggu. Mungkin sudah dimulai Kamis, Jumat bertahap pulang. Kalau ada yang memperpanjang cuti mungkin setelah seminggu ya silakan supaya tidak meledak di Sabtu dan Minggu," jelas mantan Kapolres Serang Polda Banten pada tahun 2005, Jend. Pol. Tito Karnavian.

Sementara kepadatan arus kendaraan di Brebes Timur dalam arus mudik 2017 diperkirakan akan berkurang. Hal ini karena tol Pejagan Pemalang hingga Gringsing sudah bisa dilalui pemudik berkendaraan kecil.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini berujar, kepadatan arus kendaraan di Brebes Timur dalam arus mudik 2017 diperkirakan akan berkurang. Hal ini karena tol Pejagan Pemalang hingga Gringsing sudah bisa dilalui pemudik berkendaraan kecil.

"Dibangunnya 110 kilometer jalur tol dari Brebes Timur sampai Gringsing, akan mengurangi kepadatan jumlah kendaraan, sehingga tidak akan terjadi lagi peristiwa di Brebes Timur seperti tahun lalu," papar mantan Kapolda Papua ini.

Sedangkan kendaraan besar akan diarahkan untuk keluar di Brebes Barat Dan Palimanan.

Sementara itu, bagi kendaraan yang keluar dari pintu tol Brebes Timur dan menuju Jalur Selatan yang pada Lebaran 2016 terhambat lima perlintasan kereta api dan sejumlah pasar tumpah, kini diperkirakan akan lebih baik karena empat flyover sudah dibangun.

"Brebes Timur itu masalahnya jadi titik keluar arus ke Selatan, yakni Cilacap, Purwokerto, Banyumas. Ini terhambat adanya lima lintasan kereta yang tiap delapan menit ditutup sehingga menimbulkan kemacetan luar biasa. Kementerian PU Pera sudah bangun empat flyover kereta. Hanya satu yang belum dibangun. Jadi hambatan satu lintasan kereta masih jauh lebih baik dari pada lima lintasan kereta," urai mantan Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya (2003-2005), Jend. Pol. Tito Karnavian.

Mantan Kepala BNPT ini menambahkan, penumpukan jumlah kendaraan di Brebes Timur diprediksi akan terjadi karena antrean kendaraan menuju Tol Pejagan-Pemalang. "Penumpukan volume kendaraan pada mudik tahun ini di Brebes Timur karena ada kemacetan menuju tol baru," ujar mantan Sespri Kapolda Metro Jaya pada tahun 1996 tersebut.

Untuk mengantisipasi hal ini, akan ada beberapa posko-posko terpadu.

"Di posko ini, semua yang dibutuhkan pemudik ada. Pertamina menyiapkan tangki minyak eceran, ada montir, petugas kesehatan sehingga diharapkan pemudik bisa nyaman selama di jalan," tutur mantan Sespri Kapolri (1997-1999).

Dalam Operasi Ramadniya 2017 yang berlangsung selama 16 hari sejak 19 Juni-4 Juli 2017, Polri akan menggelar 4.209 pos pelayanan dan pos pelayanan se-Indonesia.

Pelibatan kekuatan dalam Ops Ramadniya 2017 yakni sebanyak 167.146 personel yang terdiri dari anggota Mabes Polri 2.956 personel, Polda 97.444 personel, TNI 13.131 personel, Dinas Perhubungan 9.765 personel, Pol PP 11.720 personel, Dinas Kesehatan 9.128 personel, Pramuka 6.913 personel dan lain-lain sejumlah 16.076 personel. (ant/jos)

See Also

Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.834.851 Since: 07.04.14 | 0.6017 sec