YouTube Facebook Twitter RSS
23 May 2019, 0

Hukum

Kapolri Sebut Ada Saksi Penting Dalam Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Monday, 19 June 2017 | View : 267

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kapolri Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. memastikan komitmen pihaknya dalam mengusut tuntas kasus teror terhadap penyidik senior lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan (39 tahun).

Seperti diketahui, Novel Baswedan diteror dengan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017, namun hingga kini Kepolisian hingga belum berhasil mengungkap dan menangkap pelaku teror.

Mantan Kaden 88 Antiteror Polda Metro Jaya (2004-2005) ini, Jend. Pol. Tito Karnavian menyatakan, pengusutan kasus ini tidak jalan di tempat. Dikatakan, tim penyidik kepolisian telah mengantongi saksi kunci. Saksi tersebut katanya, berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melihat langsung pelaku yang menyiram air keras kepada Novel Baswedan.

"Ada progress yang penting yaitu ada saksi yang diduga melihat pada waktu kejadian, saksi yang menurut kami sangat penting karena melihat kejadian," beber mantan Kapolres Serang Polda Banten pada tahun 2005 ini, Jend. Pol. Tito Karnavian usai bertemu Pimpinan KPK di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kavling K4, RT01/RW06, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2017).

Dikatakan mantan Asrena Polri pada 16 Juli 2014 hingga 12 Juni 2015, Jend. Pol. Tito Karnavian, sejauh ini pihaknya telah memeriksa 56 orang saksi dan mengonfrontasi para saksi dengan pihak-pihak yang dicurigai. Namun, puluhan saksi tersebut hanya melihat orang-orang yang dicurigai sebelum kejadian. Sementara saksi kunci yang dikantonginya saat ini merupakan orang yang melihat langsung peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Tapi, kalau ini adalah saksi yang melihat pada saat kejadian. Sehingga kita duga saksi ini melihat orang yang tipologi pelakunya, karakternya seperti apa badannya, dan seterusnya. Nah, ini bagian penting," ungkap mantan Kadensus 88/AntiTeror Bareskrim Polri (2009-2010) tersebut.

Mantan Kapolda Papua dengan masa jabatan 21 September 2012-16 Juli 2014, Jend. Pol. Tito Karnavian masih enggan mengungkap identitas saksi tersebut. Menurut mantan Kapolda Metro Jaya masa jabatan 12 Juni 2015-16 Maret 2016 tersebut, saksi kunci itu saat ini sudah dalam perlindungan Kepolisian.

"Sampai saat ini saksi sudah kita amankan. Tetap di rumahnya, tapi kita berikan pengamanan. Kepolisian setempat saya tugaskan pengamanan," tegas mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan masa jabatan 16 Maret 2016-13 Juli 2016 ini.

Mantan Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT (2011-2012) ini, Jend. Pol. Tito Karnavian menjelaskan, saksi kunci ini baru diketahuinya lantaran selama ini banyak saksi yang tertutup. Tak jarang, saksi merasa takut akan turut menjadi target jika menyampaikan peristiwa yang dilihatnya.

"Tapi tim tidak berhenti terus mendalami, dan mengolah. Berusaha dari hati ke hati. Dari RT ke RT, orang ke orang, akhirnya ketemu, tambah saksi, tambah saksi, tambah saksi lagi. Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada teman-teman tim yang tidak berhenti ke lapangan mencari informasi. Yang kedua berterima kasih kepada saksi yang bersangkutan, tapi untuk keselamatan yang bersangkutan kami tidak bisa sampaikan siapa itu," beber mantan Kasubden Intelijen Densus 88/AntiTeror Bareskrim Polri (2006-2009) itu.

Novel Baswedan diketahui diteror oleh dua orang tak dikenal dengan disiram air keras usai menjalani salat subuh di Masjid sekitar rumahnya. Akibat serangan teror ini, kedua mata dan kening Novel Baswedan mengalami luka serius.

Novel Baswedan sempat dirawat di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jl. Bukit Gading Raya Kav.2, RT18/RW08, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Centre (JEC), Jl. Teuku Cik Ditiro No.46, RT10/RW05, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat hingga akhirnya dibawa ke salah satu Rumah Sakit di Singapura, Singapore General Hospital (SGH), Outram Road, Bukit Merah, Singapura pada Rabu (12/4/2017) untuk dirawat intensif.

Di Singapura, Novel Baswedan telah menjalani operasi membran sel terhadap kedua matanya pada Kamis (18/5/2017) lalu. (sp/jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
KPK Periksa GM Adhi Karya
KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.834.834 Since: 07.04.14 | 0.5693 sec