YouTube Facebook Twitter RSS
20 Jan 2018, 0

Internasional

Australia Dan AS Latihan Militer Bersama Terbesar

Thursday, 29 June 2017 | View : 171

siarjustisia.com-SYDNEY.

Australia dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan militer gabungan terbesar mereka pada Kamis (29/6/2017), sekaligus unjuk kekuatan yang sebagian besar dilakukan di laut untuk mengirim pesan  sekutu dan musuh potensial mereka, termasuk China.

Latihan yang melibatkan 33.000 personel tentara AS dan pasukan kapal perang dengan jet tempur Australia itu dilakukan di saat ketegangan muncul akibat sikap tegas China, terutama dalam kegiatan di Laut China Selatan yang disengketakan, demikian laporan kantor berita Reuters.

Laksamana Harry Harris, panglima Komando Pasifik AS, ketika ditanya bagaimana menurut pemikirannya terhadap China yang akan memandang latihan tersebut, mengatakan bahwa porsi dan besaran gelar pasukan dimaksudkan sebagai isyarat.

"Saya senang dengan pesan yang dikirimkan teman-teman kita, sekutu, mitra dan musuh potensial," kata Laksamana Harry Harris kepada wartawan di atas kapal USS Bonhomme Richard.

Hubungan antara AS dan China memburuk beberapa bulan belakangan, ketika AS berusaha untuk melawan sikap tegas China di Pasifik yang mendirikan sejumlah bangunan pada pulau buatan Beijing di Laut China Selatan.

China mengakui sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang kaya sumber daya alam itu sebagai miliknya.

Kawasan laut yang dapat menghasilkan sekitar 5 triliun dolar AS dari kapal-kapal perdagangan yang melintas setiap tahunnya.

Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan juga mengakui sebagian jalur perairan itu sebagai milik mereka.

AS memperkirakan bahwa China telah menambahkan lebih dari 1.300 hektare daratan di tujuh terumbu karang dan pulau-pulau kecil di Laut China Selatan dalam tiga tahun belakangan, dengan memasang landasan pacu, pelabuhan, hanggar pesawat terbang dan peralatan komunikasi.

James Curran, profesor politik dan kebijakan luar negeri dari University of Sydney, Camperdown, Sydney, Negara Bagian News South Wales (NSW), Australia, mengatakan bahwa latihan tersebut menggambarkan kedekatan hubungan militer antara AS dan Australia, namun dapat menimbulkan kekhawatiran pada China karena merasa dikepung.

"Ketika ada kekhawatiran tentang kegiatan China di Laut China Selatan, latihan militer ini akan mengirimkan isyarat," kata Prof. James Curran.

Ia menimpali, "China akan khawatir jika latihan ini terlihat seperti pengurungan, ketika Australia, Amerika Serikat dan yang lainnya mencoba bersekongkol terhadapnya."

Latihan akan berlangsung selama satu bulan di wilayah perairan Australia dan akan mencakup pelatihan operasi darat dan udara.

Sementara itu, pihak China melalui media massa resminya telah melontarkan bahwa Kedutaan Besar China di Canberra dan rakyat mereka di Australia telah dimata-matai pihak intelijen Negeri Kanguru. (reuters)

See Also

2 WNI Yang Disandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
Amerika Serikat Akan Memulai Rencana Pemindahan Kedutaan Besarnya
Yordania Tolak Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Warga Korea Utara Gelar Perayaan Massal Uji Coba Rudal Hwasong 15
Mantan Penasihat Keamanan Presiden AS Didakwa Bohongi FBI Terkait Rusia
Militer Suriah Tembakkan Rudal Ke Jet Tempur Israel
Badai Hujan Dan Petir Berlanjut Di Melbourne
Warga AS Dipenjara Seumur Hidup Atas Pembunuhan Wanita Jepang
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta 30 April 2019
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.221.485 Since: 07.04.14 | 0.7935 sec