YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Nusantara

Panglima TNI Sebut Budaya Merupakan Perekat Persatuan Bangsa

Wednesday, 05 July 2017 | View : 83

siarjustisia.com-JAKARTA.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-16 yang mulai menjabat sejak 8 Juli 2015, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mengatakan, berbagai macam suku, adat dan budaya yang dimiliki Indonesia telah memperekat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kekuatan budaya yang dijaga secara berkesinambungan membuat Indonesia aman. Budaya perekat yang luar biasa," kata Panglima TNI dalam sambutannya pada pembukaan Kongres ke-3 Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jalan Haji R. Rasuna Said, RT02/RW05, Kelurahan Kuningan Timur, Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2017).

Menurut dia, hingga kini Indonesia masih banyak peninggalan budaya dan warisan leluhur yang masih terjaga dengan baik di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya, bagaimana keturunan marga Simbolon masih tetap menjaga garis keturunannya dengan baik.

"Saya melihat suatu yang sangat luar biasa, yang harus diteladani dan dicontoh. Bagaimana Bolon tetap memelihara garis keturunannya dengan konsekuen, suatu hal yang luar biasa. Itulah uniknya Indonesia," papar mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) masa jabatan 5 Juni 2013-5 September 2014, Jend. TNI Gatot Nurmantyo.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ke-30 masa jabatan 25 Juli 2014-15 Juli 2015 ini menjelaskan, Indonesia memiliki banyak suku dan adat istiadat yang unik dan berbeda dari Sabang sampai Merauke, tetapi keberadaannya tetap terjaga karena sikap ke-Indonesiaannya tetap terjaga.

"Tidak ada satu suku pun yang tidak punya ciri khas. Setiap daerah, suku sekecil apapun punya senjata dan tarian perang yang unik. Kumpulan orang-orang yang memiliki ciri khas merupakan kekuatan yang dimiliki bangsa ini," tegas Dankodiklat TNI AD masa jabatan 21 Oktober 2011-5 Juni 2013.

Jenderal bintang empat ini menegaskan, kekuatan budaya Indonesia juga memiliki ciri khas, yakni ketika jati dirinya diusik maka mereka tidak akan takut mati. Ciri khas yang dimiliki tersebut akhirnya bersatu dalam semangat gotong royong.

"Gotong royong yang membuat Indonesia merdeka. Dulu para pahlawan kita berjuang untuk merdeka selama 350 tahun, namun tidak membuahkan hasil karena bersifat kedaerahan. Setelah Sumpah Pemuda lahir, seluruh pahlawan bergotong royong untuk melawan penjajah, dan Indonesia berhasil merebut kemerdekaan. Inilah yang membuat bangsa indonesia kuat. Budaya dengan budaya saling menguatkan. Bhinneka Tunggal Ika ya dari budaya ini," pungkas mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya (2010-2011) ini.

Sementara itu, Ketua Umum PSBI, Effendi Muara Sakti Simbolon, mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI yang berkenan hadir dalam Pembukaan Kongres Ke-3 PSBI.

Ia pun memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Panglima TNI yang telah memberikan pujian kepada marga Simbolon di hadapan 700 peserta kongres.

"Ini suatu pujian yang luar biasa bagi kami. Tentu memberikan rasa hormat yang tinggi kepada beliau," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, Effendi M. S. Simbolon di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2017).

Anggota DPR RI periode 2014-2019 Komisi I yang membidangi luar negeri, informatika, dan pertahanan dari PDIP mewakil Daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III setelah memperoleh 89,028 suara ini menjelaskan, selama 700 tahun keturunan Simbolon tetap menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Hanya dengan langkah itu, kekuatan budaya yang dimiliki Indonesia dapat terus ditingkatkan.

"Ratusan tahun kami dalam lingkup kebersamaan. Kami dari berbagai agama tetap menjunjung tinggi toleransi keberagaman. Tidak ada yang mempermasalahkan dari agama manapun," ucap mantan anggota DPR RI masa kerja 2009-2014 Komisi VII yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan lingkungan hidup tersebut.

See Also

Alasan Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil
Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil Sebagai Cagub Jabar 2018
Isi SK Pencabutan Dukungan DPP Partai Golkar Untuk Ridwan Kamil
UMK Timba Ilmu Tata Kelola Administrasi Akademik Di UMS
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Sempatkan Salat Dzuhur Di Masjid Agung Demak Bersama Dandim
Mahasiswa UMK Dimotivasi Cari Pengalaman Global
Pengasuh Ponpes Giri Kusumo Mengapresiasi Kunjungan Dandim 0716/Demak
Dandim 0716/Demak Buka Apel Danramil-Babinsa Kodim 0716/Demak
Babinsa 10/Guntur Melepas Warganya Yang Dipasung
Babinsa 03/Wonosalam Bantu Warga Buat Tanggul
Dandim 0716/Demak Yang Baru Hadiri Acara Lepas Sambut Kapolres Demak
Dandim 0716/Demak Kulonuwun Bersama Tokoh Ulama Demak
Mapala Arga Dahana Tanam Mangrove Di Pulau Panjang
Tes Urine Dilaksanakan Secara Mendadak Oleh Staf Intel Kodim 0716/Demak Dan Sub Denpom IV/3-2 Pati
Dandim 0716/Demak Sebut Tradisi Ini Merupakan Perjalanan Awal
Dandim 0716/Demak Memberikan Motivasi Lewat Jam Komandan
Sertijab Panglima TNI Berlangsung Di Mabes TNI Cilangkap
Akademisi Dari Berbagai PT Kolaborasi Tulis Paper Untuk MECnIT 2017
Pernyataan Lengkap Presiden Joko Widodo Kecam Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Indonesia Kecam Langkah Donald Trump Soal Jerusalem
Banjir Dan Longsor Di Pacitan
Survei Capres Indo Barometer
Survei Cawapres Indo Barometer
Banjir Rendam Pacitan Mulai Surut
Banjir Landa Kota Tebing Tinggi Surut
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.007.991 Since: 07.04.14 | 0.638 sec