YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Hukum

Terduga Teroris Berencana Serang MaPolsek Cisaat Dan Cianjur Kota

Tuesday, 11 July 2017 | View : 733

siarjustisia.com-SUKABUMI.

Terduga teroris yang ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri sebelum perayaan Idul Fitri 1438 Hijriyah sudah berencana untuk menyerang MaPolsek Cisaat, Jl. Cisaat Raya No.190, Sukamanah, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Sebelum Lebaran petugas menangkap tersangka berinisial RZ dan AZ di Cianjur kemudian dikembangkan dan berhasil menangkap HSS pada Senin (10/7/2017) di Cianjur dan menyusul AAB alias Abu Umar tertangkap di Sukabumi pada Selasa (11/7/2017), kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus, Selasa (11/7/2017).

Informasinya terduga jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ini sudah menyiapkan persenjataan untuk menyerang MaPolsek Cisaat, Jl. Cisaat Raya No.190, Sukamanah, Kabupaten Sukabumi, dan juga MaPolsek Cianjur Kota, Jl. Siliwangi No.42, Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Diduga HSS merupakan penyuplai senjata dan peluru kepada RZ dan AZ, namun sebelum melakukan aksinya mereka keburu tercium Tim Densus 88. Diduga keempat terduga teroris yang ditangkap secara terpisah ini masih satu jaringan.

Untuk HSS ditangkap di Kampung Pajaya, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sementara, Abu Umar ditangkap di Kampung Bobojong, Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Jaringan ini berencana berencana menyerang polisi menggunakan senjata api. Sasarannya anggota polisi yang tengah bertugas di kedua Polsek tersebut dan etnis keturunan.

"Keempatnya merupakan sel baru JAD dan ada kaitannya dengan Kelompok Ormas Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur," imbuh mantan Kasubbagopinev Bagpenum Ropenmas Div Humas Polri, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus.

Terkait ada rencana aksi penyerangan Markas Polsek (MaPolsek) Cisaat, petugas meningkatkan penjagaan, bahkan pintu masuk ke kantor polisi tersebut dibarikade atau dihalangi portal dan pembatas jalan.

Selain itu, setiap anggota polisi yang bertugas pun minimalnya harus dua orang sehingga bisa saling mengawasi dan menjaga untuk menjaga keamanan dari aksi serangan pelaku teror. (ant)

See Also

KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.070.328 Since: 07.04.14 | 0.6054 sec