YouTube Facebook Twitter RSS
20 Aug 2018, 0

Hukum

Terduga Teroris Berencana Serang MaPolsek Cisaat Dan Cianjur Kota

Tuesday, 11 July 2017 | View : 556

siarjustisia.com-SUKABUMI.

Terduga teroris yang ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri sebelum perayaan Idul Fitri 1438 Hijriyah sudah berencana untuk menyerang MaPolsek Cisaat, Jl. Cisaat Raya No.190, Sukamanah, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Sebelum Lebaran petugas menangkap tersangka berinisial RZ dan AZ di Cianjur kemudian dikembangkan dan berhasil menangkap HSS pada Senin (10/7/2017) di Cianjur dan menyusul AAB alias Abu Umar tertangkap di Sukabumi pada Selasa (11/7/2017), kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus, Selasa (11/7/2017).

Informasinya terduga jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ini sudah menyiapkan persenjataan untuk menyerang MaPolsek Cisaat, Jl. Cisaat Raya No.190, Sukamanah, Kabupaten Sukabumi, dan juga MaPolsek Cianjur Kota, Jl. Siliwangi No.42, Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Diduga HSS merupakan penyuplai senjata dan peluru kepada RZ dan AZ, namun sebelum melakukan aksinya mereka keburu tercium Tim Densus 88. Diduga keempat terduga teroris yang ditangkap secara terpisah ini masih satu jaringan.

Untuk HSS ditangkap di Kampung Pajaya, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sementara, Abu Umar ditangkap di Kampung Bobojong, Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Jaringan ini berencana berencana menyerang polisi menggunakan senjata api. Sasarannya anggota polisi yang tengah bertugas di kedua Polsek tersebut dan etnis keturunan.

"Keempatnya merupakan sel baru JAD dan ada kaitannya dengan Kelompok Ormas Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur," imbuh mantan Kasubbagopinev Bagpenum Ropenmas Div Humas Polri, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus.

Terkait ada rencana aksi penyerangan Markas Polsek (MaPolsek) Cisaat, petugas meningkatkan penjagaan, bahkan pintu masuk ke kantor polisi tersebut dibarikade atau dihalangi portal dan pembatas jalan.

Selain itu, setiap anggota polisi yang bertugas pun minimalnya harus dua orang sehingga bisa saling mengawasi dan menjaga untuk menjaga keamanan dari aksi serangan pelaku teror. (ant)

See Also

Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.449.427 Since: 07.04.14 | 0.6311 sec