YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Nusantara

Kemenkumham Akui Foto Baasyir Baiat ISIS Dari Dalam Lapas

Monday, 04 August 2014 | View : 509

siarjustisia.com-JAKARTA.

Baru-baru ini beredar foto Abu Bakar Ba'asyir bin Abu Bakar Abud, biasa juga dipanggil Ustadz Abu dan Abdus Somad yang berbaiat kepada khalifah Al-Baghdadi, pemimpin kelompok ekstremis militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).

Foto itu diambil di sebuah ruangan lebar berlantai kayu.

Abu Bakar Ba'asyir bin Abu Bakar Abud, biasa juga dipanggil Ustadz Abu dan Abdus Somad duduk diapit para pria mengenakan pakaian putih yang salah satunya memegang bendera ISIS.

Abu Bakar Ba'asyir bin Abu Bakar Abud, biasa juga dipanggil Ustadz Abu dan Abdus Somad diketahui tengah mendekam di lembaga pemasyarakatan (lapas) yang berada di Nusakambangan.

Dikonfirmasi mengenai itu, Dirjen Pemasyarakatan (Direjen Pas) Handoyo Sudrajat mengakui bahwa foto Abu Bakar Ba'asyir diambil dari dalam Lapas. Informasi tersebut didapatnya dari pihak keamanan Lapas.

"Kalau kemarin Dirkamtib sudah ke sana dan melaporkan. Kami sepakat untuk berkoordinasi dengan pihak terkait. Sekarang setelah dianalisis banyak yang tidak tahu tapi ikut-ikutan. Misalnya statemen mereka yang akan sampai ke Mekkah menghancurkan Kabah," ungkap Handoyo Sudrajat ditanyai wartawan di kantor Kemenkumham, Jakarta, Senin (4/8/2014).

Masih dalam laporan diterimanya, menurut Handoyo Sudrajat memang sudah ada beberapa yang terafiliasi atau ikut kelompok ISIS secara ideologi di Lapas yang berada di Nusakambangan.

"Tapi mereka yang sekarang berbaiat belum tahu yang sebenarnya. Sekarang ke beberapa tempat jangan sembarangan juga untuk menyewakan tempat yang tidak tahu akan dipakai untuk apa," paparnya lagi.

Lapas, tegas Handoyo Sudrajat, akan terus ditingkatkan keamanannya. Sehingga tak lagi 'kecolongan' seperti demikian. "Kami di dalam sudah meningkatkan pengawasan. Tapi yang sudah terjadi sudah terlanjur. (Itu) terjadi di ruang yang tidak kami masuki. Mereka pakai tempat salat. Itu juga ada penyalahgunaan fasilitas. Tapi kini kami ketatkan. Itu bukti pada ISIS bahwa dia sudah berbaiat," tegas Handoyo Sudrajat.

Sampai saat ini, laporan diterimanya, di Lapas yang berada di Nusakambangan, ada sekitar 43 orang tahanan kasus terorisme. Namun, mereka sudah diperingatkan oleh para petugas bimbingan Lapas. "Preventifnya sudah diingatkan juga," imbuhnya.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengakui bahwa terpidana teroris 15 tahun penjara, Abu Bakar Ba'asyir bin Abu Bakar Abud, biasa juga dipanggil Ustadz Abu dan Abdus Somad membaiat sejumlah narapidana teroris di lembaga pemasyarakatan Pasir Putih, Nusa Kambangan.

Abu Bakar Ba’asyir membaiat sejumlah narapidana untuk ikut dalam gerakan The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).

"Ada 43 orang tahanan, napi kasus terorisme, tapi tidak semua ikut (baiat)," beber Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) pada Kabinet Indonesia Bersatu II menggantikan Patrialis Akbar, Amir Syamsuddin, S.H., M.H. di Gedung Kemenkumham Jakarta, Senin (4/8/2014).

Mereka yang dibaiat, menurut pria kelahiran Makassar pada 27 Mei 1946, belum memahami tujuan baiat tersebut. "Mereka yang sekarang berbaiat belum tahu yang sebenarnya, sekarang ke beberapa tempat jangan sembarangan juga untuk menyewakan tempat yang tidak tahu akan dipakai untuk apa," jelas alumnus pascasarjana, Universitas Indonesia (UI), Amir Syamsuddin.  Baiat tersebut dilakukan di tempat shalat.

"Terjadi di ruang yang tidak kita masuki. Mereka pakai tempat shalat. Itu juga ada penyalahgunaan fasilitas, tapi kini kami ketatkan. Itu bukti pada ISIS bahwa dia sudah berbaiat," ungkap alumnus Sarjana Hukum Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1983, Amir Syamsuddin.

Baiat itu dilakukan untuk mendukung gerakan ISIS yang melalui video dalam situs Youtube meminta warga Indonesia untuk mendukung perjuangan ISIS untuk menjadi khilafah dunia.

"Harusnya dia (Ba`asyir) dipertanyakan kewargannegaraannya, tapi ajian masih berlangsung," tukas Amir Syamsuddin.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Ketua Dewan Nasehat Partai Demokrat sejak tahun 2011, Amir Syamsuddin mengakui bahwa sudah ada perlakuan khusus untuk napi terorisme.

"Kegiatan yamg dilakukan lebih pada kegiatan kemitraan. Yang penting kegiatan rutin. Ada kelas Pancasila soal negara, tapi ketika saat ini sudah berbaiat berarti sudah mengabaikan kan?" pungkas pengacara Majalah Tempo tahun 1987 bersama Albert Hasibuan, Amir Syamsuddin. (mer/jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.661 Since: 07.04.14 | 0.663 sec