YouTube Facebook Twitter RSS
16 Nov 2018, 0

Hukum

Densus 88 Antiteror Kembali Tangkap Terduga Teroris

Thursday, 13 July 2017 | View : 331

siarjustisia.com-BANDUNG.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama Polda Jabar kembali menangkap satu terduga teroris berinisial AR (25 tahun) yang diduga memiliki keterlibatan dengan bom panci Buahbatu, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

"Pada hari Kamis (13/7/2017) sekitar pukul 08.15 WIB telah dilakukan pengangkapan terhadap tersangka AR yang diduga terlibat bom panci," papar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat (Jabar), Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus di Markas Kepolisian Daerah (MaPolda) Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta No.748, Desa Cimenerang (Cimincrang), Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis (13/7/2017).

Mantan Kasubbagopinev Bagpenum Ropenmas Div Humas Polri, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus mengatakan, AR ditangkap di Jalan Bandir, Desa Manggunghardja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. AR diduga membantu dalam perakitan bom panci dan akan melakukan peledakan di Kota Bandung.

"AR adalah saudara AW yang tertangkap sebelumnya di wilayah Buahbatu," tutur papar mantan Kasubbid Dokliput Bid Prodok Div Humas Polri tahun 2009, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus.

Dengan ditangkapnya AR, menambah deretan pengungkapan jaringan sel baru bom panci setelah sebelumnya berhasil mengamankan AW, AAS, dan K.

Tiga terduga teroris yang berhasil ditangkap Densus 88 Antiteror yakni AW, AAS, dan K sempat gagal dalam upayanya meledakkan bom di salah satu rumah makan di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Mei 2017.

"Memang sejak bulan Mei kalau kelompok ini sudah merencanakan meledakkan rumah makan di Astana Anyar dengan kekuatan bom 1,5 kilogram," beber Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus di Markas Kepolisian Daerah (MaPolda) Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta No.748, Desa Cimenerang (Cimincrang), Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Rabu (12/7/2017).

Mantan Kasubbid Dokliput Bid Prodok Div Humas Polri tahun 2009, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus mengatakan, bom tersebut sempat disimpan di dekat rumah makan tersebut. Namun, karena ada kesalahan dalam proses perakitannya, bom gagal meledak.

"Dia sudah mencoba meledakkan 1,5 kilogram tapi tidak berhasil," kata mantan Dirpamobvit Polda Kepri tahun 2013, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus.

Karena gagal, ketiga pelaku kemudian kembali membuat bom yang dirakit dalam sebuah kaleng di kontrakan AW di Buahbatu. Percobaan kedua pun kembali gagal, karena setelah diuji hanya mengeluarkan asap.

"Membuat bom dengan daya ledak 90 miligram tapi belum sempurna. Gak ada ledakan baru asap, jadi dibuang ke sungai depan kos," urai mantan Kapolres Tanjungpinang, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus.

Pada percobaan ketiga, pelaku kembali membuat bom dengan daya ledak 60 miligram. Namun, sebelum diledakkan di lokasi yang telah ditentukan, bom tersebut meledak terlebih dahulu di kontrakan AW di Buahbatu pada Sabtu (8/7/2017).

Terkuaknya jaringan teroris sel baru ini diawali sejak meledaknya bom panci di kontrakan yang didiami AW di Buahbatu, Kota Bandung.

Dari pengungkapan ledakan bom di Buahbatu, polisi akhirnya berhasil menangkap tiga pelaku dan seluruh rencana peledakan dapat digagalkan.

Dari pengangkapan AW, kemudian mengarah ke pelaku lain yakni AAS serta K yang ditangkap di lokasi berbeda pada Selasa (11/7/2017) malam.

Polisi berhasil menangkap dua orang terduga teroris yakni AAS dan K di dua lokasi berbeda pada Selasa (11/7/2017) malam. AAS ditangkap di daerah Cibiru Kota Bandung, sementara K diamankan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Penangkapan keduanya berasal dari pengungkapan pelaku AW yang telah ditangkap di Buahbatu, Kota Bandung pada Sabtu (8/7/2017).

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror bersama Polda Jabar menemukan barang bukti unsur bahan peledak, yakni zat aseton seberat 1,5 kilogram, di kontrakan yang didiami terduga teroris AAS.

"Ini yang sementara kita geledah ada barang bukti aseton bahan utama membuat bom," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus ditemui usai melakukan penggeledahan di kediaman AAS di Komplek Cibolerang Blok C 49, Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (12/7/2017).

Mantan Kapolres Tanjungpinang, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus menuturkan, aseton seberat 1,5 kilogram tersebut apabila seluruhnya digunakan sebagai bahan peledak, akan memiliki daya kejut yang besar. "Bisa meruntuhkan satu gedung," tandas dia.

Selain bahan pembuat bom, petugas juga berhasil mengamankan dokumen-dokumen pribadi, serta dua bilah senjata tajam jenis pisau. Mantan Dirpamobvit Polda Kepri tahun 2013, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus menduga pisau tersebut akan digunakan pelaku untuk melakukan penyerangan terhadap anggota kepolisian.

"Ada beberapa yang ditemukan termasuk beberapa sajam yang kemungkinan serangan ke anggota Polri dan beberapa bahan baku pembuatan bom yang berhasil ditemukan di TKP dan dokumen pribadi serta dokumen bahan ajaran agama," terang dia.

Seluruh barang bukti yang ditemukan selanjutnya akan dibawa ke Densus 88 Antiteror untuk pengembangan lebih lanjut.

Dari pengakuan AW yang terlebih dahulu ditangkap, pelaku berencana meledakkan bom di rumah makan di Astanaanyar, Gereja di Buahbatu, dan sebuah kafe di Braga pada 16 Juli 2017. Seluruh pelaku diketahui berencana meledakkan bom panci di tiga lokasi berbeda yang ada di Kota Bandung, tambah mantan Dirpamobvit Polda Kepri tahun 2013, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus. (jos)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.960.185 Since: 07.04.14 | 0.6631 sec