YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Internasional

Israel Umumkan Penarikan Mundur Semua Militernya Dari Jalur Gaza

Tuesday, 05 August 2014 | View : 388

siarjustisia.com-GAZA.

Pihak militer Israel bakal menarik mundur seluruh tentaranya dari Jalur Gaza. Pihak militer Israel dikabarkan akan menarik mundur seluruh militernya dari Jalur Gaza.

Israel telah mengumumkan akan menarik seluruh pasukannya menjadi “posisi defensif” di luar Jalur Gaza. Pasukan Israel ditarik ke posisi pertahanan semula di luar Jalur Gaza. Tentara Israel akan bertahan di luar Gaza.

Hal itu seperti dilansir situs BBC, Selasa (5/8/2014), bahwa Letnan Kolonel Peter Lerner menyampaikan, bakal menarik militer Israel sebelum gencatan senjata selama 72 jam. Gencatan senjata akan dimulai sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Juru Bicara militer Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner, mengatakan kepada wartawan bahwa pasukan Israel akan meninggalkan Gaza sebelum dimulainya 72 jam gencatan senjata, yang dijadwalkan bakal dimulai pada pukul 08.00 waktu setempat hari ini. "Pasukan Pertahanan Israel akan diposisikan defensif di luar Jalur Gaza dan kami akan mempertahankan posisi-posisi defensif," ungkap Letnan Kolonel Peter Lerner, dikutip dari BBC.

Seorang Juru Bicara militer menyebutkan bahwa sebagian pasukan Israel ini ditarik mundur dari Gaza untuk digantikan pasukan lainnya dalam proses yang dimulai sejak 2 Agustus lalu. Militer Israel mengatakan, akan melanjutkan serangan ke jalur Gaza, setelah akhir jeda gencatan senjata tujuh jam.

Tentara Israel berjalan kaki di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza saat pasukan tersebut kembali dari Gaza yang dikuasai Hamas, Senin (4/8/2014).

Sejumlah tank tentara Israel berkonvoi meninggalkan jalur Gaza menuju Israel, Selasa (5/8/2014).

Dilaporkan media Israel, bahwa tujuan utama militer Israel untuk menghancurkan terowongan militan telah dicapai. Kantor berita Reuters sebelumnya melaporkan, media-media di Israel mengklaim tujuan utama perang, yaitu menghancurkan terowongan yang digunakan oleh gerilyawan Hamas, telah tercapai.

Sementara itu, beberapa upaya gencatan senjata sudah dilakukan selama konflik tetapi sebagian besar tidak berjalan baik karena masing-masing pihak menuduh pihak lain melakukan pelanggaran.

Perjanjian terbaru ini dibahas di Kairo, Mesir pada Senin (4/8/2014) kemarin, oleh berbagai kelompok Palestina walau perwakilan dari Israel tidak hadir.

Berdasarkan informasi dari berita yang berkembang dan pejabat kesehatan di Gaza mengatakan, akibat konflik peperangan yang pecah selama empat pekan terakhir tersebut telah menewaskan 1.800 warga Palestina dan kurang lebih 67 tentara Israel. (bbc/reuters/afp)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.043 Since: 07.04.14 | 0.5623 sec