YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Ekonomi

Penguatan Data Ekonomi AS Tekan Harga Emas Turun

Wednesday, 16 August 2017 | View : 353

siarjustisia.com-CHICAGO.

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melanjutkan penurunannya pada Selasa (15/8/2017) atau Rabu (16/8/2017) pagi WIB, sebagai respons terhadap angka penjualan ritel dan data manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 10,7 dolar AS atau 0,83 persen menjadi menetap di 1.279,70 dolar AS per ounce.

Penjualan ritel nasional AS pada Juli meningkat sebesar 0,6 persen, lebih baik daripada perkiraan lonjakan 0,4 persen. Para analis mengatakan kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi tahun ini, kemungkinan didorong oleh permintaan yang kuat untuk kendaraan baru dan penawaran spesial "Prime Day" di Amazon.

Menurut laporan lain yang dirilis pada Selasa (15/8/2017), Indeks Manufaktur Empire State (Negara Bagian New York) dari Federal Reserve New York melonjak 15 poin menjadi 25,2, mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun.

Data ekonomi yang lebih kuat menekan "safe heaven" emas, yang mengalami penurunan satu hari terberat dalam lima minggu terakhir.

Sebelumnya, kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (14/8/2017) atau Selasa (15/8/2017) pagi WIB), karena dolar AS menguat setelah ketegangan antara Washington dan Pyongyang berkurang.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 3,6 dolar AS atau 0,28 persen, menjadi menetap di 1.290,40 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Emas berada di bawah tekanan tambahan dari pelonggaran lebih lanjut ketegangan geopolitik antara Washington dan Pyongyang, karena dolar AS terus menguat.

Emas berjangka naik ke level tertinggi dua bulan pada Jumat (11/8/2017) lalu, ketika Presiden AS ke-45 Donald John Trump mengeluarkan sebuah ancaman baru ke Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) atau Korea Utara, mengatakan militer AS "locked and loaded" atau "siap siaga untuk berperang" karena DPRK dituduhnya mendorong Semenanjung Korea ke ambang perang nuklir.

Pejabat-pejabat tinggi AS akhir pekan lalu diminta untuk meredakan ketegangan dengan Pyongyang, ketika Menteri Pertahanan yang mempunyai julukan "Warrior Monk" dan "Mad Dog" atau "Chaos", James Norman Mattis atau lebih dikenal dengan nama Jim Mattis dan Menteri Luar Negeri Rex Wayne Tillerson menyatakan bahwa pemerintahan Trump mencari solusi diplomatik untuk mencapai tujuan "denuklirisasi Semenanjung Korea".

Akibatnya, indeks dolar AS berbalik naik (rebound) pada Senin (14/8/2017) sebesar 0,26 persen menjadi 93,34 pada pukul 17.38 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Saat dolar naik, emas berjangka akan turun.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average juga reli. Indeks Dow meningkat 144,25 poin atau 0,66 persen menjadi 22.002,57 poin pada pukul 17.49 GMT, memberikan tekanan tambahan terhadap emas.

Ketika ekuitas naik, emas berjangka biasanya turun, karena investor tidak selalu mencari aset-aset "safe haven".

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 5,2 sen atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 17,129 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober turun 14,8 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi menetap di 974,9 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS naik 0,35 persen menjadi 93,79 pada pukul 18.10 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Saat dolar AS naik, emas berjangka akan turun.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 40,8 sen atau 2,83 persen, menjadi ditutup pada 16,714 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober turun 7,5 dolar AS atau 0,77 persen, menjadi menetap di 967,4 dolar AS per ounce, demikian Xinhua. (xinhua)

See Also

Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
Babinsa Berikan Motivasi Petani
Wall Street Berakhir Jatuh
Indeks Nikkei-225 Melemah Ketika Yen Menguat
Harga Emas Berbalik Naik
Indeks Straits Times Turun Tipis
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.819.560 Since: 07.04.14 | 0.7009 sec