YouTube Facebook Twitter RSS
23 Apr 2018, 0

Ekonomi

Indeks Nikkei-225 Melemah Ketika Yen Menguat

Thursday, 17 August 2017 | View : 480
Tags : Jepang, Nikkei, Yen

siarjustisia.com-TOKYO.

Saham-saham Tokyo berakhir sedikit lebih rendah pada Kamis (17/8/2017) karena apresiasi yen terhadap dolar AS melemahkan sentimen investor dan menekan saham-saham eksportir serta pasar yang lebih luas.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) turun 26,65 poin atau 0,14 persen dari tingkat penutupan Rabu (16/8/2017), menjadi berakhir di 19.702,63 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar saham Tokyo, ditutup 1,18 poin atau 0,07 persen lebih rendah pada 1.614,82 poin.

Saham-saham yang terkait dengan pertambangan, makanan dan asuransi paling banyak mengalami penurunan pada penutupan perdagangan, dengan jumlah saham naik melebihi yang turun, sebanyak 1.098 terhadap 802 di papan utama.

Para pialang mengatakan bahwa penguatan komparatif yen terhadap dolar AS merupakan alasan utama kurangnya selera investor pada Kamis (17/8/2017), yang diabadikan oleh kekhawatiran tentang masa depan pemerintahan AS di bawah Presiden AS ke-45 Donald John Trump.

Namun demikian, beberapa saham tetap didukung oleh laporan laba perusahaan yang kuat untuk kuartal ini, dan kinerja kuat oleh Dow Jones Industrial Average (DJIA) AS, Nasdaq Stock Market, dan S&P 500 Index, Rabu (16/8/2017) semalam juga menambahkan dukungan.

Di papan utama, 1.436,19 juta saham berpindah tangan, naik sedikit dari volume pada Rabu (16/8/2017) di 1.435,39 juta saham, dengan nilai transaksi pada hari perdagangan keempat minggu ini mencapai 1.806,0 miliar yen atau 16,42 miliar dolar AS, demikian Xinhua melaporkan.

Sebelumnya, saham-saham Tokyo ditutup menguat, Senin (7/8/2017), mengikuti kenaikan di Wall Street menyusul data pekerjaan Amerika Serikat yang kuat, dengan depresiasi yen terhadap dolar AS menambah dukungan dan dorongan bagi eksportir.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) bertambah 103,56 poin atau 0,52 persen dari tingkat penutupan Jumat (4/8/2017) menjadi berakhir di level 20.055,89 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar saham Tokyo, naik 7,82 poin atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 1.639,27 poin.

Saham-saham konstruksi, peralatan transportasi dan yang terkait dengan tekstil termasuk di antara yang paling banyak mendapat keuntungan pada penutupan, dengan jumlah saham naik melampaui yang turun, sebanyak 1.397 terhadap 514 di papan utama.

Para pialang lokal mengatakan pasar memperoleh awal yang cerah menyusul penutupan Dow Jones Industrial Average pada level tertinggi baru pada Jumat (4/8/2017) untuk hari kedelapan, dengan yen yang lebih lemah juga memberi dukungan terhadap sektor ekspor di Tokyo.

Pedagang-pedagang juga mengatakan, perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa telah melaporkan perolehan laba yang kuat baru-baru ini, sehingga menarik pembelian.

Pada papan utama pada Senin (7/8/2017) sebanyak 1.505,90 juta saham berpindah tangan, turun dari volume Jumat (4/8/2017) sebanyak 1.515,00 juta saham, dengan nilai transaksi pada hari perdagangan pertama minggu ini mencapai 2.035,3 miliar yen atau 18,37 miliar dolar Amerika Serikat.

Sebelumnya, bursa saham Tokyo ditutup lebih tinggi pada Rabu (2/8/2017), karena sentimen pasar terangkat oleh kemajuan saham-saham AS dengan laba perusahaan yang kuat, dan pelemahan yen terhadap dolar AS juga menciptakan suasana yang cerah.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) naik 94,25 poin atau 0,47 persen dari penutupan Selasa (1/8/2017) menjadi berakhir di 20.080,04 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar saham Tokyo, menambahkan 5,88 poin atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 1.634,38 poin.

Saham-saham peralatan listrik, besi dan baja, serta yang terkait dengan mesin paling banyak meraih keuntungan pada penutupan perdagangan, dengan jumlah saham meningkat melampaui yang menuruna, sebanyak 1.172 terhadap 719 pada papan utama.

Para pialang lokal mengatakan bahwa aksi kuat Wall Street pada Selasa (1/8/2017) malam hari membuat nada positif meskipun ada kekhawatiran tentang inflasi dan jadwal waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve AS, sementara laporan laba kuartalan yang masuk juga menambahkan dukungan.

Suasana pasar menjadi lebih "risk on" di siang hari karena yen turun terhadap dolar AS, para pedagang di Tokyo mengatakan, yang membantu memberikan para eksportir eksposur lebih luas ke pasar-pasar luar negeri.

Namun, pembelian tersebut berjalan dengan sendirinya saat pasar berbalik berhati-hati sebelum penutupan, menjelang perombakan Kabinet oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Kamis (3/8/2017), kata mereka, menambahkan bahwa pelaku pasar sangat ingin melihat apakah perombakan tersebut akan membawa PM Jepang Shinzo Abe pada tingkat dukungan publik terendah dalam sejarah.

Pada papan utama pada Rabu (2/8/2017), 1.718,45 juta saham berpindah tangan, turun dari volume perdagangan pada Selasa (1/8/2017) yang mencapai 1.944,53 juta saham, dengan nilai transaksi pada hari perdagangan ketiga minggu ini mencapai 2.451,0 miliar yen atau 22,14 miliar dolar AS, demikian Xinhua melaporkan. (xinhua)

See Also

Kembangkan Jenis Usaha Yang Unik Dan Berbeda
Harga Pertalite Naik Rp 200 Per Liter
Usaha Sergab Kodim 0716/Demak Di Kala HPP Lebih Rendah Dari Pasar
Bertebaran Padi Di Halaman Kodim 0716/Demak
Bank Sampah Jadi Berkah Bagi Anggota Kodim 0716/Demak
Kodim 0716/Demak Terapkan Teknologi Baru Di Bidang Pertanian
Tim Sergab Kodim 0716/Demak Terus Genjot Serap Beras Ke Bulog
Cegah Penyelewengan, Babinsa Dampingi Pembagian Beras Rastra Yang Layak Konsumsi
Dokter Terkaya Amerika Serikat Beli Surat Kabar LA Times Rp 6,8 Triliun
Dandim 0716/Demak Panen Raya Di Ds. Mijen
Danramil 09/Karangtengah Berharap Pendistribusian Pupuk Tepat Sasaran
Danramil 03/Wonosalam Bersama Forkopimcam Panen Raya Padi
Presiden Joko Widodo Tinjau Proyek Padat Karya Di Dharmasraya
Pasar Saham Australia Dibuka Turun Tajam
5 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia
Penjualan Mobil Terbanyak Tahun 2017
Bebas Bea Masuk Belanja Dari Luar Negeri Naik
Menteri Kelautan Dan Perikanan Inginkan Kenaikan Gaji Pegawai KKP
Harga Minyak Dunia Turun
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Per 8 Desember 2017
KPH Harus Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Masyarakat
Indeks Hang Seng HongKong Turun
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.799.508 Since: 07.04.14 | 0.6716 sec