YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Ekonomi

Wall Street Berakhir Jatuh

Friday, 18 August 2017 | View : 61

siarjustisia.com-NEW YORK.

Bursa saham Wall Street berakhir jatuh pada Kamis (17/8/2017) atau Jumat (18/8/2017) pagi WIB, dengan Dow Jones Industrial Average membukukan penurunan satu hari terbesar dalam tiga bulan, karena investor terutama fokus pada laporan laba raksasa ritel Wal-Mart Stores, Inc.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 274,14 poin atau 1,24 persen menjadi ditutup pada 21.750,73 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 ditutup turun 38,10 poin atau 1,54 persen menjadi 2.430,01 poin, dan indeks Komposit Nasdaq berkurang 123,19 poin atau 1,94 persen menjadi berakhir di 6.221,91 poin.

Saham Wal-Mart Stores Inc. merosot hampir dua persen pada Rabu (16/8/2017), setelah perusahaan tersebut membukukan hasil keuangan mengecewakan di kuartal kedua.

Para peritel mengakhiri musim pelaporan laba mereka dan menunjukkan hasil yang beragam. Namun beberapa analis mengatakan sentimen negatif tersebut menjalar ke seluruh sektor ritel.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 12 Agustus 2017 lalu, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman mencapai 232.000, turun 12.000 dari tingkat minggu sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 244.000, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Kamis (17/8/2017).

Sementara itu, untuk angka rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 240.500, turun 500 dari rata-rata minggu sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 241.000.

Federal Reserve AS melaporkan produksi industri naik 0,2 persen pada Juli menyusul kenaikan 0,4 persen pada Juni.

"Penurunan produksi kendaraan bermotor dan suku cadang menekan manufaktur secara keseluruhan pada Juli," kata Sophia Kearney-Lederman, analis ekonomi FTN Financial.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 Donald John Trump mengatakan pada Rabu (16/8/2017) bahwa dia membubarkan Dewan Manufaktur serta Forum Strategi dan Kebijakan, karena para pemimpin bisnis mengundurkan diri dari dewan tersebut atas ucapannya tentang kekerasan Charlottesville.

Para investor memperhatikan berita tersebut, yang telah membebani pasar.

Pedagang-pedagang juga terus mengawasi peristiwa di luar negeri, karena 13 orang tewas, 80 lainnya luka-luka dan dirawat di rumah sakit dengan 15 di antaranya dalam kondisi serius dalam serangan teror di Barcelona pada Kamis (17/8/2017) siang, demikian Xinhua.

Sebelumnya, saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada Rabu (16/8/2017) atau Kamis (17/8/2017) pagi WIB, karena para investor terutama mempertimbangkan risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve pada Juli.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 25,88 poin atau 0,12 persen menjadi ditutup pada 22.024,87 poin. Indeks S&P 500 menguat 3,50 poin atau 0,14 persen menjadi berakhir di 2.468,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 12,10 poin atau 0,19 persen menjadi berakhir di 6.345,11 poin.

Risalah dari pertemuan Fed pada Juli menunjukkan perdebatan tentang kapan harus menaikkan suku bunga. Beberapa peserta menyatakan "kekhawatiran tentang penurunan inflasi baru-baru ini" dan mengatakan Fed "dapat sabar dalam situasi saat ini.

"Namun, anggota-anggota "hawkish" lainnya "khawatir dengan risiko yang timbul dari pasar tenaga kerja yang telah mencapai lapangan kerja penuh dan diproyeksikan akan mengetat lebih lanjut."

Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember turun menjadi 40,4 persen, menurut alat FedWatch CME Group terbaru.

"Staf memperingatkan tentang harga-harga aset adalah hawkish, tapi dovish yang dibawa hari ini pada Juli. Tidak menaikkan suku bunga lagi sampai ada bukti inflasi naik menuju 2,0 persen adalah jelas-jelas bersifat dovish. Mempertanyakan kerangka inflasi Fed adalah dovish. Mendorong mundur terhadap mereka yang khawatir inflasi mendadak melonjak jika ekonomi lepas landas adalah dovish. Dovish kali ini menang," kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, pada Rabu (16/8/2017).

Sementara itu, para pejabat Fed sepakat untuk segera memulai proses pengurangan kepemilikan bank sentral atas surat-surat berharga, menurut risalah.

Wall Street secara luas memperkirakan bank sentral akan mulai memangkas neracanya yang mencapai lebih dari 4,5 triliun dolar AS pada September.

Di bidang ekonomi, "housing starts" (rumah yang baru dibangun) yang dimiliki secara pribadi di AS pada Juli berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,155 juta unit, lebih lemah dari perkiraan, Departemen Perdagangan melaporkan pada Rabu (16/8/2017).

Angka tersebut, 4,8 persen di bawah perkiraan Juni yang direvisi dan 5,6 persen di bawah tingkat Juli 2016, demikian Xinhua.

Sebelumnya, saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada Senin (14/8/2017) atau Selasa (15/8/2017) pagi WIB, karena ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Korea Utara berkurang.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 135,39 poin atau 0,62 persen menjadi ditutup pada 21.993,71 poin, lapor Xinhua.

Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 24,52 poin atau 1,00 persen menjadi berakhir di 2.465,84 poin, dan indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 83,68 poin atau 1,34 persen menjadi 6.340,23 poin.

Pasar ekuitas AS menyerah lebih dari satu persen pekan lalu, karena ketegangan antara Amerika Serikat dan Republik Demokratik Rakyat Korea meningkat.

Presiden AS ke-45 Donald John Trump sebelumnya mengeluarkan sebuah peringatan kepada Korea Utara yang tampaknya mengancam perang nuklir dengan negara Asia tersebut. Sebagai tanggapan, Korea Utara memperingatkan penyerangan preemptif terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Guam di Pasifik.

Para analis mengatakan pasar berbalik naik atau "rebound" pada Senin (14/8/2017) dari kemunduran pekan lalu, di tengah berkurangnya ketakutan akan konflik militer.

Ketakutan perang berkurang selama akhir pekan karena para pemimpin militer AS mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan sebuah respon terhadap sebuah serangan, namun lebih memilih diplomasi, kata Chris Low, kepala ekonom FTN, pada Senin (14/8/2017).

Beberapa pedagang juga mengatakan pergerakan pasar tampak mencerminkan kecenderungan investor untuk membeli saham setelah mundur.

Indeks Volatilitas CBOE, yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari ketakutan di pasar, anjlok 20,50 persen menjadi 12,33 pada Senin (14/8/2017).

Sementara itu, tidak data ekonomi AS yang dirilis pada Senin (14/8/2017).

Di luar negeri, ekonomi Jepang tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 4,0 persen pada kuartal April-Juni, lebih kuat dari perkiraan, Kantor Kabinet mengatakan pada Senin (14/8/2017). (xinhua)

See Also

Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
Babinsa Berikan Motivasi Petani
Indeks Nikkei-225 Melemah Ketika Yen Menguat
Harga Emas Berbalik Naik
Indeks Straits Times Turun Tipis
Penguatan Data Ekonomi AS Tekan Harga Emas Turun
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.819.544 Since: 07.04.14 | 0.4204 sec