YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Olahraga

SEA Games 2017 Grup B, Indonesia 0-0 Vietnam

Wednesday, 23 August 2017 | View : 48

siarjustisia.com-SELANGOR.

Laga seru terjadi antara timnas Vietnam vs timnas Indonesia U-22 pada pertandingan di Sea Games 2017. Timnas Indonesia U-22 tampil militan saat menahan imbang Vietnam 0-0 di Stadion Majlis Perbandaran Selayang (MPS), Bandar Baru Selayang, Batu Caves, Selangor, Malaysia, Selasa (22/8/2017).

Laga antara Timnas Indonesia U-22 versus Vietnam, di Stadion Majlis Perbandaran Selayang, Malaysia, Selasa (22/8/2017), berlangsung begitu sengit. Di laga ini, Timnas U-22 mampu membendung serangan bertubi-tubi Vietnam.

Vietnam memang lebih unggul di pertandingan tadi. Tim The Golden Star tersebut mengontrol jalannya laga dan memiliki banyak peluang di depan gawang Timnas U-22.

Namun, tak satu gol pun diciptakan Vietnam. Serangan mereka kerap dipatahkan para pemain Timnas U-22.

Bermain di Stadion Majlis Perbandaran Selayang, Selasa (22/8/2017), kedua tim bermain imbang 0-0 di babak pertama. Tim nasional U-22 Indonesia masih bermain imbang 0-0 hingga babak pertama usai dalam pertandingan Grup B sepak bola SEA Games ke-29, Malaysia, Selasa (22/8/2017) malam.

Dalam laga yang digelar di Stadion Majlis Perbandaraan MP Selayang, Malaysia, Indonesia tertekan sejak menit pertama dibunyikan.

Tampil tanpa pengatur serangan Evan Dimas Darmono yang tidak bisa bertanding karena akumulasi kartu kuning, anak-anak asuh Luis Milla Aspas harus menyerang melalui serangan balik.

Vietnam yang dilatih Nguyen Hu Thang memgang kendali pertandingan dan beberapa kali menciptakan peluang.

Vietnam membuka serangan, melalui umpan silang dari Nguyen Van Toan. Namun, bek Indonesia, Hansamu Yama Pranata mematahkan umpan silang tersebut.

Pemain Vietnam, Ho Tuan Tai mencoba melakukan tendangan keras jarak jauh. Tapi tendangan kaki kanannya masih melenceng di sisi kiri gawang Indonesia yang dijaga oleh kiper Satria Tama.

Menit 17, Febri Haryadi membalas serangan Vietnam tersebut. Namun, tendangan jarak jauhnya juga tidak memenuhi target.

Penampilan cemerlang kiper Satria Tama di bawah mistar gawang Indonesia membuat beberapa peluang emas Vietnam berhasil dimentahkan. Namun, penampilan apik penjaga gawang Indonesia Satria Tama yang turun menggantikan Kurniawan Kartika Aji membuat peluang-peluang tersebut pupus.

Tercatat setidaknya ada tiga penyelamatan penting Satria Tama dalam laga tersebut, termasuk ketika pada menit ke 45+1, dia dengan heroik menepis sundulan pemain Vietnam yang sudah berdiri bebas di depan gawang. Ada dua peluang emas dari Vietnam yang berhasil diselamatkan oleh kiper Satria Tama.

Pertandingan memasuki menit 30, Indonesia berusaha lepas dari tekanan Vietnam. Septian David Maulana melakukan tendangan jarak jauh, kiper Vietnam Phi Minh Long masih bisa menepisnya. 

Meski ditekan hampir sepanjang laga, Indonesia juga beberapa kali mendapatkan peluang apik. Dengan formasi 4-2-3-1 dengan Ezra Walian sebagai ujung tombak, Indonesia sempat mengejutkan Vietnam dengan tendangan keras Febri Hariyadi dari luar kotak penalti yang dengan susah payah ditepis kiper Vietnam.

Pada menit ke-41, pergerakan Ezra Walian di sisi kanan pertahanan Vietnam sempat membuat bek lawan kocar-kacir. Namun, setelah melewati dua pemain, umpan silang Ezra Walian gagal menemui sasaran karena digagalkan bek Vietnam.

Tidak ada gol tercipta sampai menit terakhir babak pertama. Skor 0-0 pun bertahan sampai peluit tanda dimulainya jeda dibunyikan.

Sujud syukur. Itulah yang langsung dilakukan para pemain tim nasional Indonesia U-22 ketika wasit meniupkan peluit tanda 90 menit pertandingan melawan Vietnam di Stadion Majlis Perbandaran Selayang (MPS), Selasa (22/8/2017).

Hasil imbang dipetik Timnas U-22 dengan perjuangan berat. Hampir di 30 menit terakhir, mereka harus berjuang menahan gempuran tim lawan yang datang bertubi-tubi.

Diusirnya Hanif Sjahbandi pada menit 62 membuat Vietnam mendominasi pertandingan. Lini tengah Garuda Muda menjadi lebih mudah dieksploitasi skuat besutan Nguyen Huu Thang.

Sukses mendikte jalannya pertandingan, para pemain Vietnam dibuat frustrasi dengan penyelesaian akhir mereka yang buruk. Belum lagi penyelematan-penyelamatan gemilang oleh kiper Timnas U-22.

"Kami memang tim yang beruntung, tetapi hari ini kami tidak memiliki keberuntungan itu," ujar juru taktik berusia 45 tahun tersebut, Nguyen Huu Thang.

Penjaga gawang Satria Tama yang diturunkan sejak menit awal mesti jatuh bangun sampai akhirnya ditarik keluar karena cedera. Dia digantikan Kurniawan Kartika Ajie.

Kedua kiper tersebut merasakan benar betapa sulitnya menyelematkan gawang dari kebobolan. Peluang yang diciptakan pemain Vietnam benar-benar membuat jantung pecinta sepakbola Tanah Air berdegup keras.

"Saya sangat bangga dengan pemain saya, dengan 10 pemain bisa tahan Vietnam. Dengan bola atau tanpa bola mereka selalu konsisten.  Mereka patut mendapatkan hasil imbang ini," tutur pelatih Timnas U-22, Luis Milla Aspas usai laga.

Bermain bertahan, dampaknya bagi pemain Timnas U-22 adalah banyak yang kram dan tumbang. Salah satunya adalah kiper Satria Tama.

Dia harus diganti karena mengalami kram. Saat berjalan keluar ruang ganti, Satria pun harus dibantu oleh rekannya.

Bukan cuma Satria Tama, beberapa pemain juga sempat mengalami kram akibat sering membendung serangan Vietnam

Militansi para pemain Timnas U-22 ternyata membuat Satria Tama menangis. Di ruang ganti, bahkan sampai di area mixed zone, mata Satria Tama sembap.

"Melihat rekan-rekan berjuang begitu keras, saya tak kuasa membendung air mata. Terharu, mereka berjuang demi negara dengan kekuatan penuh. Jiwa nasionalisme tinggi sekali," kata Satria Tama usai laga.

"Di pertandingan tadi, kami bermain dengan solid. Kompak, dan itu membuat saya sangat senang," tutur Satria Tama.

Tak lupa, Luis Milla Aspas memuji penampilan anak-anak asuhnya. Eks pemain Real Madrid tersebut merasa Hansamu Yama cs sudah bermain luar biasa.

Apalagi, saat mereka bermain dengan 10 orang. "Kalian, bangsa Indonesia, harus bangga dengan anak-anak ini. Mereka begitu luar biasa dalam bermain," ujar Luis Milla Aspas.

Skor 0-0 menjadi hasil akhir pertandingan keempat Grup B SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Dengan tambahan satu poin, peluang Timnas U-22 melangkah ke babak semifinal masih tetap terbuka.

Dalam klasemen sementara Grup B, Timnas U-22 berada di tempat ketiga dengan raihan delapan poin. Mereka tertinggal dua poin dari Thailand satu tingkat di atas, dan Vietnam sebagai pimpinan.

Tiket menuju babak semifinal SEA Games 2017 akan didapat Timnas U-22 dengan syarat harus menang dengan banyak gol melawan Kamboja, 24 Agustus 2017 mendatang. Sisanya, mereka tinggal berharap, Thailand dan Vietnam.

Andai pertandingan pesaing tersebut berakhir imbang. Itu berarti Garuda Muda wajib mengalahkan Kamboja minimal dengan keunggulan tiga gol, agar produktivitasnya lebih unggul dari Thailand.

"Laga terakhir kita harus menang besar lawan Kamboja, namun kita jangan meremehkan mereka," ujar kapten Timnas U-22, Hansamu Yama Pranata.

Di atas kertas, Timnas U-22 jauh lebih unggul ketimbang Kamboja yang saat ini menjadi juru kunci Grup B. Dari empat pertandingan, mereka tidak mampu meraih poin sebiji pun.

Tetapi itu tak membuat pelatih Luis Milla Aspas akan membiarkan pemainnya bersantai. Di waktu yang mepet ini, juru taktik asal Spanyol itu tak memberi waktu istirahat bagi Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan.

"Setiap pertandingan adalah final bagi kami, dalam kompetisi ini tidak ada waktu untuk recovery, semua pertandingan final,  jadi lawan Kamboja juga final bagi kami," pungkas pelatih Timnas U-22 Indonesia, Luis Milla Aspas.

Susunan Pemain:

Timnas U-22 Indonesia: 

Satria Tama Hardianto (GK); Rezaldi Hehanusa, Andy Setyo Nugroho, Hansamu Yama Pranata, Putu Gede Juni Antara; Muhammad Hargianto, Hanif Sjahbandi; Septian David Maulana, Yabes Roni Mailafani, Febri Hariyadi; Ezra Walian.

Pelatih: Luis Milla Aspas

Vietnam: 

Phi Minh Long (GK); Hoang Van Khanh, Bui Tien Dung, Vu Van Tanh, Doan Van Hau; Luong Xuan Truong, Nguyen Van Toan, Do Duy Man, Nguyen Phong Hong Duy; Nguyen Chong Puoy, Ho Tuan Tai. 

Pelatih: Nguyen Huu Thang

See Also

Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
Marc Marquez Juarai MotoGP Australia
Lewis Hamilton Juara Grand Prix F1 Di AS
Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Australia
Daftar Negara Sudah Lolos Ke Piala Dunia 2018
Anggota Kodim 0716/Demak Tak Lupa Olahraga
Semangat Aerobik Serdadu Demak
Semangat Ibu Persit Senam Di MaKodim 0716/Demak
UMK Kirim Dua Atlet Di Pomnas 2017
Pebulu Tangkis Putri Klaten Rebut Juara Di Malang
Tim Taekwondo Indonesia Raih Emas Di Kejuaraan Asia
Tim Jujitsu Sumbang Medali Perunggu Dari Ajang AIMAG
Wakil Rektor III UMK Sebut Bidang Olahraga Banyak Sumbang Prestasi
Praveen Jordan/Debby Susanto Juara Korea Terbuka Super Series 2017
Indonesia Pastikan Empat Wakil Di Final Korea Terbuka
Atlet Tarung Derajat Putri UMK Akan Turun Di Pomnas
Meksiko Pastikan Lolos Ke Piala Dunia 2018
Daftar Perolehan Medali Akhir SEA Games 2017
SEA Games 2017, Pebulutangkis Jonatan Christie Sumbang Emas
Koramil 09/Randublatung Gelar Senam Bersama Forkopimcam
SEA Games 2017, Tim Putra Bulu Tangkis Lolos Ke Final
SEA Games 2017, Rifda Irfanaluthfi Cetak Medali Emas Pertama Cabang Senam
SEA Games 2017, Emas Pertama Bowling Tambah Medali Indonesia
SEA Games 2017, Atlet Wushu Lindswell Kwok Menambah Medali Emas Bagi Indonesia
Panahan Sumbang Dua Emas Pertama SEA Games 2017
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.266 Since: 07.04.14 | 0.397 sec