YouTube Facebook Twitter RSS
27 Jun 2019, 0

Hukum

Penyelundup 31 Kg Sabu-sabu Divonis Hukuman Mati

Thursday, 24 August 2017 | View : 346

siarjustisia.com-PUTUSSIBAU.

Terdakwa kasus narkoba 31.646,89 kilogram jenis sabu dan 1.988 butir pil ekstasi asal negara Malaysia atas nama Chong Chee Kok (42 tahun) divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Klas II Putussibau, di PN Putussibau, Jl. Antasari No.3, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Sidang vonis terhadap Chong Chee Kok itu dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Putussibau, Saputro Handoyo sebagai Ketua Majelis Hakim dan dua orang hakim anggota yaitu Veronica Sekar Widuru dan Yeni Erlita, di ruang sidang Pengadilan Negeri Putussibau, Ibu Kota Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), pukul 14.47 WIB, Kamis (24/8/2017) sore.

Kehadiran Chong Chee Kok dalam sidang vonis tersebut tidak didampingi kuasa hukum. Dengan menggunakan baju kaos putih rompi tahanan berwarna orange terdakwa duduk tertunduk didampingi penterjemah bahasa, di hadapan majelis hakim.

"Berdasarkan fakta persidangan terdakwa Chong Chee Kok terbukti bersalah melakukan impor bahan narkotika golongan satu bukan tanaman lebih dari lima gram," kata Ketua Majelis Hakim, Handoyo yang ditemui usai memimpin sidang.

Handoyo mengatakan, terpidana melanggar Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Ia mengungkapkan, dalam putusan hukuman mati, terdakwa keberatan dan akan melakukan banding. "Untuk banding tersebut proses banding selama 30 hari ke depan, setelah itu banding sudah menjadi kewenangan Pengadilan Tinggi Pontianak," kata Handoyo.

Sementara itu, Jaksa Penuntut, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Mugiono mengatakan hasil putusan Hakim pada sidang kasus narkoba tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Warga Malaysia Chong Chee Kok menangis ketika majelis hakim menjatuhkan hukuman mati untuknya pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Putussibau, Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (24/8/2017) sore.

Chong Chee Kok yang saat itu mengunakan koas putih dan rompi tahanan berwarna orange hanya bisa tertunduk.

Melalui penterjemahnya, Chong Chee Kok, merasa keberatan dan menyatakan banding atas putusan hakim.

"Terpidana merasa keberatan atas vonis tersebut, ya itu haknya terpidana, hanya saja untuk banding itu menjadi kewenangan Pengadilan Tinggi Pontianak, kami hanya proses administrasinya saja," kata Ketua Pengadilan Negeri Putussibau, Handoyo, ketika ditemui usai memimpin sidang.

Dikatakan Handoyo, proses banding terpidana terhitung 30 hari setelah vonis tersebut.

Terpidana mati Chong Chee Kok merupakan warga Negara Malaysia, dan saat ini yang bersangkutan dititip pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Putussibau.

Terpidana mati Chong Chee Kok beserta 31.646,89 kilogram Narkoba jenis sabu-sabu dan 1.988 butir pil ekstasi tertangkap tim gabungan pada Rabu (30/11/2016) pukul 11.30 WIB ketika melintas di Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Sementara itu dalam pengungkapan kasus narkoba dari Malaysia itu, Tim gabungan petugas perbatasan Indonesia-Malaysia telah menerima penghargaan dan kenaikan pangkat luar biasa yang diserahkan langsung oleh Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D. pada Rabu (9/08/2017). (ant)

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.020.366 Since: 07.04.14 | 0.5439 sec