YouTube Facebook Twitter RSS
16 Feb 2019, 0

Hukum

Penyelundup 31 Kg Sabu-sabu Divonis Hukuman Mati

Thursday, 24 August 2017 | View : 301

siarjustisia.com-PUTUSSIBAU.

Terdakwa kasus narkoba 31.646,89 kilogram jenis sabu dan 1.988 butir pil ekstasi asal negara Malaysia atas nama Chong Chee Kok (42 tahun) divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Klas II Putussibau, di PN Putussibau, Jl. Antasari No.3, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Sidang vonis terhadap Chong Chee Kok itu dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Putussibau, Saputro Handoyo sebagai Ketua Majelis Hakim dan dua orang hakim anggota yaitu Veronica Sekar Widuru dan Yeni Erlita, di ruang sidang Pengadilan Negeri Putussibau, Ibu Kota Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), pukul 14.47 WIB, Kamis (24/8/2017) sore.

Kehadiran Chong Chee Kok dalam sidang vonis tersebut tidak didampingi kuasa hukum. Dengan menggunakan baju kaos putih rompi tahanan berwarna orange terdakwa duduk tertunduk didampingi penterjemah bahasa, di hadapan majelis hakim.

"Berdasarkan fakta persidangan terdakwa Chong Chee Kok terbukti bersalah melakukan impor bahan narkotika golongan satu bukan tanaman lebih dari lima gram," kata Ketua Majelis Hakim, Handoyo yang ditemui usai memimpin sidang.

Handoyo mengatakan, terpidana melanggar Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Ia mengungkapkan, dalam putusan hukuman mati, terdakwa keberatan dan akan melakukan banding. "Untuk banding tersebut proses banding selama 30 hari ke depan, setelah itu banding sudah menjadi kewenangan Pengadilan Tinggi Pontianak," kata Handoyo.

Sementara itu, Jaksa Penuntut, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Mugiono mengatakan hasil putusan Hakim pada sidang kasus narkoba tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Warga Malaysia Chong Chee Kok menangis ketika majelis hakim menjatuhkan hukuman mati untuknya pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Putussibau, Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (24/8/2017) sore.

Chong Chee Kok yang saat itu mengunakan koas putih dan rompi tahanan berwarna orange hanya bisa tertunduk.

Melalui penterjemahnya, Chong Chee Kok, merasa keberatan dan menyatakan banding atas putusan hakim.

"Terpidana merasa keberatan atas vonis tersebut, ya itu haknya terpidana, hanya saja untuk banding itu menjadi kewenangan Pengadilan Tinggi Pontianak, kami hanya proses administrasinya saja," kata Ketua Pengadilan Negeri Putussibau, Handoyo, ketika ditemui usai memimpin sidang.

Dikatakan Handoyo, proses banding terpidana terhitung 30 hari setelah vonis tersebut.

Terpidana mati Chong Chee Kok merupakan warga Negara Malaysia, dan saat ini yang bersangkutan dititip pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Putussibau.

Terpidana mati Chong Chee Kok beserta 31.646,89 kilogram Narkoba jenis sabu-sabu dan 1.988 butir pil ekstasi tertangkap tim gabungan pada Rabu (30/11/2016) pukul 11.30 WIB ketika melintas di Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Sementara itu dalam pengungkapan kasus narkoba dari Malaysia itu, Tim gabungan petugas perbatasan Indonesia-Malaysia telah menerima penghargaan dan kenaikan pangkat luar biasa yang diserahkan langsung oleh Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D. pada Rabu (9/08/2017). (ant)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.397.062 Since: 07.04.14 | 0.6058 sec