YouTube Facebook Twitter RSS
19 Oct 2018, 0

Hukum

Penyelundup 31 Kg Sabu-sabu Divonis Hukuman Mati

Thursday, 24 August 2017 | View : 242

siarjustisia.com-PUTUSSIBAU.

Terdakwa kasus narkoba 31.646,89 kilogram jenis sabu dan 1.988 butir pil ekstasi asal negara Malaysia atas nama Chong Chee Kok (42 tahun) divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Klas II Putussibau, di PN Putussibau, Jl. Antasari No.3, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Sidang vonis terhadap Chong Chee Kok itu dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Putussibau, Saputro Handoyo sebagai Ketua Majelis Hakim dan dua orang hakim anggota yaitu Veronica Sekar Widuru dan Yeni Erlita, di ruang sidang Pengadilan Negeri Putussibau, Ibu Kota Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), pukul 14.47 WIB, Kamis (24/8/2017) sore.

Kehadiran Chong Chee Kok dalam sidang vonis tersebut tidak didampingi kuasa hukum. Dengan menggunakan baju kaos putih rompi tahanan berwarna orange terdakwa duduk tertunduk didampingi penterjemah bahasa, di hadapan majelis hakim.

"Berdasarkan fakta persidangan terdakwa Chong Chee Kok terbukti bersalah melakukan impor bahan narkotika golongan satu bukan tanaman lebih dari lima gram," kata Ketua Majelis Hakim, Handoyo yang ditemui usai memimpin sidang.

Handoyo mengatakan, terpidana melanggar Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Ia mengungkapkan, dalam putusan hukuman mati, terdakwa keberatan dan akan melakukan banding. "Untuk banding tersebut proses banding selama 30 hari ke depan, setelah itu banding sudah menjadi kewenangan Pengadilan Tinggi Pontianak," kata Handoyo.

Sementara itu, Jaksa Penuntut, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Mugiono mengatakan hasil putusan Hakim pada sidang kasus narkoba tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Warga Malaysia Chong Chee Kok menangis ketika majelis hakim menjatuhkan hukuman mati untuknya pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Putussibau, Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (24/8/2017) sore.

Chong Chee Kok yang saat itu mengunakan koas putih dan rompi tahanan berwarna orange hanya bisa tertunduk.

Melalui penterjemahnya, Chong Chee Kok, merasa keberatan dan menyatakan banding atas putusan hakim.

"Terpidana merasa keberatan atas vonis tersebut, ya itu haknya terpidana, hanya saja untuk banding itu menjadi kewenangan Pengadilan Tinggi Pontianak, kami hanya proses administrasinya saja," kata Ketua Pengadilan Negeri Putussibau, Handoyo, ketika ditemui usai memimpin sidang.

Dikatakan Handoyo, proses banding terpidana terhitung 30 hari setelah vonis tersebut.

Terpidana mati Chong Chee Kok merupakan warga Negara Malaysia, dan saat ini yang bersangkutan dititip pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Putussibau.

Terpidana mati Chong Chee Kok beserta 31.646,89 kilogram Narkoba jenis sabu-sabu dan 1.988 butir pil ekstasi tertangkap tim gabungan pada Rabu (30/11/2016) pukul 11.30 WIB ketika melintas di Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Sementara itu dalam pengungkapan kasus narkoba dari Malaysia itu, Tim gabungan petugas perbatasan Indonesia-Malaysia telah menerima penghargaan dan kenaikan pangkat luar biasa yang diserahkan langsung oleh Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D. pada Rabu (9/08/2017). (ant)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.782.053 Since: 07.04.14 | 0.6059 sec