YouTube Facebook Twitter RSS
21 Feb 2018, 0

Hukum

Satgas Siber Mabes Polri Tangkap Pembuat Grup Saracen Di Pekanbaru

Thursday, 31 August 2017 | View : 84

siarjustisia.com-PEKANBARU.

Tim Satuan Tugas Siber Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia didampingi oleh anggota Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau melakukan penangkapan terhadap terduga pembuat akun grup Saracen seorang laki-laki berinisial MAH di Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau.

"Yang bersangkutan diduga menyebarkan ujaran kebencian di media sosial, dan diduga yang membuat grup Saracen," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di MaPolda Riau, Jl. Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Provinsi Riau, Rabu (30/8/2017).

Tersangka MAH yang ditangkap polisi di Pekanbaru, Riau, pada Rabu (30/8/2017) diduga merupakan salah seorang pendiri kelompok Saracen.

"Keterlibatan MAH ini sebagai founder Saracen," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, RT02/RW01, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (31/8/2017).

Menurut dia, MAH juga diketahui telah mengubah nama grup Saracen menjadi NKRI Harga Mati, usai tiga rekannya ditangkap polisi.

"Grup ini sengaja kami biarkan, kami ingin tahu apa saja perkembangannya, apa saja yang terjadi pascapenangkapan Jasriadi. Ternyata yang bersangkutan (MAH) ini menggantinya, kemudian juga mem-posting ujaran kebencian pada suku agama dan ras tertentu," urainya.

Kombes Pol. Martinus Sitompul menambahkan, tersangka MAH juga diketahui pernah bertemu dengan tersangka Jasriadi di Jakarta dan berdiskusi soal proposal. "Soal ini masih didalami," ucapnya.

MAH ditangkap di Jalan Bawal, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru pada Rabu (30/8/2017) sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah dilakukan penangkapan yang bersangkutan diamankan dan dilakukan interogasi oleh Satgas Siber Mabes Polri di Kantor Ditreskrimsus Polda Riau.

Kabid Humas Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo mengatakan bahwa hasil sementara dari interogasi bahwa yang bersangkutan mengakui membuat akun grup Saracen adalah dia sendiri. Kemudian setelah penangkapan sebelumnya terhadap tersangka JAS, MAH mengubah nama grup Saracen menjadi NKRI Harga Mati.

"Akun tersebut kemudian menjadi private, yang dapat mengakses grup tersebut hanya anggota saja," ungkap Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo.

Selanjutnya, tersangka MAH telah dibawa oleh Tim Satgas Siber ke Mabes Polri ke Jakarta pada pukul 17.30 WIB.

Usai ditangkap di Jalan Bawal, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru pada Rabu (30/8/2017), tersangka MAH langsung diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa secara intensif. "Dia ditahan di Rutan Polda Metro Jaya," beber Kombes Pol. Martinus Sitompul.

Selama kegiatan penagkapan dan pemeriksaan di Riau, kata Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Sebelumnya, Ketua RT 02/RW 06 di sana Wagino (40 tahun), Rabu (30/08/2017) membenarkan ada penangkapan dari Bareskrim tersebut. "Iya tadi ada polisi masuk rumahnya, kita ingin tahu kenapa warga saya dibegitukan, lalu ditunjukkan oleh polisi postingan beliau (MA). Polisinya dari Badan Reserse Kriminal Polri dan Polda," katanya.

Dia mengatakan awalnya datang dari Bareskrim sekitar tiga atau empat orang lalu dari Polda Riau dalam jumlah sama sehingga keseluruhannya ada delapam personel polisi. Kepolisian, kata dia menggunakan dua unit mobil yakni Honda CRV dan Nissan X Trail.

Polisi kini sudah mengamankan empat tersangka pengelola grup yang berisi konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook, Saracen. Empat tersangka tersebut adalah MFT, SRN, JAS, dan MAH.

Grup Saracen diketahui membuat sejumlah akun Facebook di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennewscom.

Kelompok Saracen diduga kerap menawarkan jasa untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial.

Kepolisian masih menunggu hasil penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait belasan rekening milik grup Saracen.

See Also

Menghindari Proses E-Katalog LKPP, Pembelian Komputer Sekolah Berpotensi Terjadi Korupsi
Kodim 0716/Demak Dukung Pemerintah Perangi Narkoba
KPK OTT Di Subang
Gunakan Narkoba, Fachri Albar Dicokok Polres Metro Jakarta Selatan
Penyuluhan Hukum Dari Kumdam IV/Diponegoro
Bupati Halmahera Timur Bantah Terima Suap
KPK Tahan Pengusaha Pemberi Suap Bupati Ngada
Sopir Bus Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen
KPK Tahan Bupati Halmahera Timur
KPK Tetapkan Bupati Halmahera Timur Sebagai Tersangka Suap
Dokter Bimanesh Sutarjo Diperiksa KPK
Polri Sebut Penyelidikan Ambruknya Selasar Tower II BEI Selesai
Polri Optimistis Pilkada Serentak 2018 Aman
39 Calon Kepala Daerah Tak Laporkan Hartanya Ke KPK
Satgas Nusantara Polri Dinginkan Pilkada Serentak 2018
Polisi Dalami Kasus Ambruknya Selasar BEI
Kapolres Karawang Instruksikan Tembak Mati Penjahat Jalanan
Kronologi Ambruknya Balkon Gedung Bursa Efek Indonesia Versi Polisi
Polres Metro Jakarta Barat Bentuk Satgasus Usut Kasus Mandek Di Tahun 2017
Polda Metro Jaya Buru Pemasok Narkoba Untuk Tio Pakusadewo
Ayah Korban Paedofil Jadi Tersangka Pengeroyok
Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara
Koordinator Laboratorium Sabu Likuid Diskotek MG Club International Menyerahkan Diri
Pelaku Percobaan Penculikan Bocah Di ITC Kuningan Menyerahkan Diri
Siswa Korban Pengeroyokan Teman Sekelas Alami Trauma
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.397.274 Since: 07.04.14 | 0.7344 sec