YouTube Facebook Twitter RSS
10 Dec 2018, 0

Internasional

Hujan Deras Di China

Saturday, 02 September 2017 | View : 261
Tags : China, Hujan

siarjustisia.com-BEIJING.

Sebanyak sembilan orang tewas dan seorang lainnya hilang setelah hujan deras mengguyur Provinsi Sichuan dan Provinsi Guizhou, China, demikian pernyataan pemerintah setempat, Sabtu (2/9/2017).

Hujan deras yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Sichuan sejak Jumat (1/9/2017) telah menyebabkan tujuh orang tewas dan seorang lainnya hilang.

Hujan deras telah berdampak pada 165 ribu jiwa yang tersebar di 35 kabupaten, sekitar 6.800 jiwa di antaranya dievakuasi.

Pemerintah daerah setempat menyebutkan lebih dari 4.300 hektare (ha) tanaman pangan rusak, sekitar 700 hektare (ha) di antaranya gagal panen, sebagaimana laporan People's Daily.

Sementara itu, dua orang tewas saat rumahnya tertimbun tanah longsor di Kecamatan Qianxi, Kota Bijie, Provinsi Guizhou, China, Jumat (1/9/2017) malam.

Dua jasad warga tersebut ditemukan di antara reruntuhan bangunan rumahnya, Sabtu (2/9/2017) pukul 06.00 waktu setempat atau pukul 05.00 WIB, demikian laporan juru bicara pemerintah daerah setempat.

Beberapa kecamatan di wilayah tersebut guyuran hujan lebih dari 100 milimeter yang berlangsung selama enam jam.

Badan Meteorologi setempat memberikan tanda merah yang berarti sangat bahaya atas hujan lebat mulai Jumat (1/9/2017) itu.

Tindakan tanggap darurat, termasuk mendirikan tenda-tenda pengungsian, membagikan selimut dan beras telah dilakukan di lokasi bencana.

Sementara itu, Badan Pusat Meteorologi Nasional China (NMC) memberikan tanda biru terhadap topan Mawar yang diperkirakan mendarat di Provinsi Guangdong, Minggu (3/9/2017).

Topan ke-16 tahun ini tersebut terlihat melintas di atas Laut China Selatan atau pada posisi 590 kilometer di sebelah Tenggara Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Jumat (1/9/2017) pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB dengan kecepatan angin 18 meter.

NMC memperkirakan badai Mawar makin menguat saat mengarah ke Barat Laut dengan kecepatan sekitar 10 kilometer per jam.

Saat kecepatan angin mencapai 38 meter per detik berpotensi menimbulkan tanah longsor di pesisir Provinsi Guangdong. Namun setelah itu kecepatan angin melemah.

See Also

Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.070.315 Since: 07.04.14 | 0.5846 sec