YouTube Facebook Twitter RSS
24 Feb 2018, 0

Internasional

Hujan Deras Di China

Saturday, 02 September 2017 | View : 128
Tags : China, Hujan

siarjustisia.com-BEIJING.

Sebanyak sembilan orang tewas dan seorang lainnya hilang setelah hujan deras mengguyur Provinsi Sichuan dan Provinsi Guizhou, China, demikian pernyataan pemerintah setempat, Sabtu (2/9/2017).

Hujan deras yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Sichuan sejak Jumat (1/9/2017) telah menyebabkan tujuh orang tewas dan seorang lainnya hilang.

Hujan deras telah berdampak pada 165 ribu jiwa yang tersebar di 35 kabupaten, sekitar 6.800 jiwa di antaranya dievakuasi.

Pemerintah daerah setempat menyebutkan lebih dari 4.300 hektare (ha) tanaman pangan rusak, sekitar 700 hektare (ha) di antaranya gagal panen, sebagaimana laporan People's Daily.

Sementara itu, dua orang tewas saat rumahnya tertimbun tanah longsor di Kecamatan Qianxi, Kota Bijie, Provinsi Guizhou, China, Jumat (1/9/2017) malam.

Dua jasad warga tersebut ditemukan di antara reruntuhan bangunan rumahnya, Sabtu (2/9/2017) pukul 06.00 waktu setempat atau pukul 05.00 WIB, demikian laporan juru bicara pemerintah daerah setempat.

Beberapa kecamatan di wilayah tersebut guyuran hujan lebih dari 100 milimeter yang berlangsung selama enam jam.

Badan Meteorologi setempat memberikan tanda merah yang berarti sangat bahaya atas hujan lebat mulai Jumat (1/9/2017) itu.

Tindakan tanggap darurat, termasuk mendirikan tenda-tenda pengungsian, membagikan selimut dan beras telah dilakukan di lokasi bencana.

Sementara itu, Badan Pusat Meteorologi Nasional China (NMC) memberikan tanda biru terhadap topan Mawar yang diperkirakan mendarat di Provinsi Guangdong, Minggu (3/9/2017).

Topan ke-16 tahun ini tersebut terlihat melintas di atas Laut China Selatan atau pada posisi 590 kilometer di sebelah Tenggara Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Jumat (1/9/2017) pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB dengan kecepatan angin 18 meter.

NMC memperkirakan badai Mawar makin menguat saat mengarah ke Barat Laut dengan kecepatan sekitar 10 kilometer per jam.

Saat kecepatan angin mencapai 38 meter per detik berpotensi menimbulkan tanah longsor di pesisir Provinsi Guangdong. Namun setelah itu kecepatan angin melemah.

See Also

Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
Serangan Gereja Di Kairo Tewaskan 10 Orang
Stasiun Kereta Baru Di Yerusalem Akan Dinamai Donald John Trump
Ledakan Di Kantor Berita Afghanistan
Israel Pesan Ratusan Jet Temput Berteknologi Mutakhir
Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun
128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan Donald Trump Tentang Yerusalem
Tekanan Berat Bintang K-pop Shinee Kim Jong-hyun
Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi
Turki Sesalkan Veto AS Soal Yerusalem
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Parlemen Australia Setuju Pernikahan Sesama Jenis
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Amerika Serikat Segera Memulai Proses Pemindahan Kedubesnya
Inggris Tidak Setuju Dengan Keputusan AS Soal Jerusalem
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.408.730 Since: 07.04.14 | 0.6517 sec