YouTube Facebook Twitter RSS
14 Dec 2019, 0

Internasional

Hujan Deras Di China

Saturday, 02 September 2017 | View : 411
Tags : China, Hujan

siarjustisia.com-BEIJING.

Sebanyak sembilan orang tewas dan seorang lainnya hilang setelah hujan deras mengguyur Provinsi Sichuan dan Provinsi Guizhou, China, demikian pernyataan pemerintah setempat, Sabtu (2/9/2017).

Hujan deras yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Sichuan sejak Jumat (1/9/2017) telah menyebabkan tujuh orang tewas dan seorang lainnya hilang.

Hujan deras telah berdampak pada 165 ribu jiwa yang tersebar di 35 kabupaten, sekitar 6.800 jiwa di antaranya dievakuasi.

Pemerintah daerah setempat menyebutkan lebih dari 4.300 hektare (ha) tanaman pangan rusak, sekitar 700 hektare (ha) di antaranya gagal panen, sebagaimana laporan People's Daily.

Sementara itu, dua orang tewas saat rumahnya tertimbun tanah longsor di Kecamatan Qianxi, Kota Bijie, Provinsi Guizhou, China, Jumat (1/9/2017) malam.

Dua jasad warga tersebut ditemukan di antara reruntuhan bangunan rumahnya, Sabtu (2/9/2017) pukul 06.00 waktu setempat atau pukul 05.00 WIB, demikian laporan juru bicara pemerintah daerah setempat.

Beberapa kecamatan di wilayah tersebut guyuran hujan lebih dari 100 milimeter yang berlangsung selama enam jam.

Badan Meteorologi setempat memberikan tanda merah yang berarti sangat bahaya atas hujan lebat mulai Jumat (1/9/2017) itu.

Tindakan tanggap darurat, termasuk mendirikan tenda-tenda pengungsian, membagikan selimut dan beras telah dilakukan di lokasi bencana.

Sementara itu, Badan Pusat Meteorologi Nasional China (NMC) memberikan tanda biru terhadap topan Mawar yang diperkirakan mendarat di Provinsi Guangdong, Minggu (3/9/2017).

Topan ke-16 tahun ini tersebut terlihat melintas di atas Laut China Selatan atau pada posisi 590 kilometer di sebelah Tenggara Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Jumat (1/9/2017) pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB dengan kecepatan angin 18 meter.

NMC memperkirakan badai Mawar makin menguat saat mengarah ke Barat Laut dengan kecepatan sekitar 10 kilometer per jam.

Saat kecepatan angin mencapai 38 meter per detik berpotensi menimbulkan tanah longsor di pesisir Provinsi Guangdong. Namun setelah itu kecepatan angin melemah.

See Also

PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
Raja Arab Saudi Kecam Pelaku Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Pejabat AS Sebut Pelaku Penembakan Di Pangkalan AL Florida Anggota AU Arab Saudi
Penembakan Brutal Di Pangkalan AL Florida Tewaskan 4 Orang
Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Amerika Serikat Selidiki Motif Penembakan Di Pangkalan AL Florida
Sekelompok Pria Bersenjata Tewaskan 15 Orang Saat Demo Irak
Amerika Serikat Tuduh Iran Bunuh Lebih Dari 1.000 Demonstran BBM
Petugas Pabean Swasta Australia Ditangkap Fasilitasi Penyelundupan Narkoba 1,6 Ton
Turki Pulangkan Militan ISIS Asing Ke Negara Asalnya
Turki Mulai Pulangkan Militan ISIS Asing
Presiden Bolivia Mengundurkan Diri
Jerman Peringati 30 Tahun Jatuhnya Tembok Berlin
Kartel Narkoba Meksiko Bunuh 9 Orang
Negara Bagian Texas Suntik Mati Mantan Bos Geng Supremasi Kulit Putih
Presiden Turki Sebut Istri Abu Bakr Al-Baghdadi Tertangkap
Donald Trump Serukan Perang Lawan Kartel Narkoba
Amerika Serikat Mulai Mundur Secara Resmi Dari Perjanjian Iklim Paris
Negara Bagian South Dakota Suntik Mati Napi Kasus Pembunuhan
Otoritas Turki Umumkan Penangkapan Saudara Perempuan Abu Bakr Al-Baghdadi
39 Jenazah Ditemukan Dalam Truk Dekat London
Pemerintah China Akan Copot Pemimpin Hong Kong Carrie Lam
Gempuran Turki Mengakibatkan 2.300 Orang Mengungsi Dari Suriah Ke Irak
Pria Kurdi Bakar Diri Di Depan Markas Utama Badan Pengungsi PBB
5 Perampok Indonesia Dibekuk Usai Beraksi Di Malaysia
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.902.731 Since: 07.04.14 | 0.6867 sec