YouTube Facebook Twitter RSS
22 May 2019, 0

Nusantara

KPU RI Datangi Bareskrim Laporkan Ketua DPD Partai Gerindra DKI

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lewat tengah malam, tujuh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mendatangi Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Seluruh komisioner KPU tersebut melaporkan Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DKI Jakarta, MT (Muhammad Taufik) ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri yang dahulu bernama Korps Reserse Polri Senin (11/8/2014) dini hari tadi terkait aksi rencana penculikan yang akan mereka lakukan terhadap Ketua KPU RI Husni Kamil Manik.

Kedatangan tiba-tiba para penyelenggara pemilu ini untuk melaporkan ancaman penculikan terhadap Ketua KPU RI Husni Kamil Manik.

Belakangan Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Muhammad Taufik mengancam bakal menculik Ketua KPU RI Husni Kamil Manik. Menurutnya, Husni Kamil Manik dianggap tidak becus dalam menyelenggarakan pemilu.

Hadar Nafis Gumay juga membenarkan laporan tersebut terkait ancaman yang diberikan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik kepada Husni Kamil Manik. "Iya benar, (ancaman) terhadap Ketua KPU,” ungkap komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, kepada awak media, Senin (11/8/2014).

Hadar Nafis Gumay dkk tiba di Gedung Bareskrim sekitar pukul 00.30 WIB. Saat dihubungi pukul 02.30 WIB, Hadar Nafis Gumay mengungkapkan, pihaknya masih di Markas Besar Kepolisian tersebut.

Seperti diberitakan, sejumlah pihak dari kubu pasangan nomor urut 1 yang digadang-gadang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengancam akan menangkap dan menculik Husni Kamil Manik.

Pada demo Senin (11/8/2014) di depan Gedung MK, seorang orator dari massa pendukung pasangan Prabowo-Hatta berteriak, "Kita tangkap dia." "Gantung saja gantung," teriak massa lainnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menegaskan melaporkan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) karena pernyataannya di berbagai media yang mengancam akan menculik Ketua KPU RI Husni Kamil Manik. “Sebetulnya, awalnya kami mengangap itu biasalah, sebagai ungkapan, ya siapapun bolehlah. Tapi ternyata kan dalam beberapa media itu diulang-ulang, ternyata 'statement' dia itu bukan hanya di luar, tapi juga dinyatakan secara sadar, dan kami menilai wah ini bisa serius," tukas Komisioner KPU RI, Arief Budiman, saat ditemui jeda sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (11/ 8/2014).

Karena menganggapnya serius, komisioner KPU RI kemudian rapat dengan tim hukum untuk membahas. Hasilnya, ancaman-ancaman yang ditebarkan Muhammad Taufik tersebut bisa berpengaruh terhadap sidang sengketa Pemilu yang kini bergulir di MK. “Kami konsultasi dari aspek hukum dengan kuasa hukum kami. Oh iya ini kalau misalnya dibiarkan begitu terus bisa saja mengganggu atau setidak-tidaknya mempengaruhi proses persidangan.  jadi kami ambil sikap itu," tegas Arief Budiman.

Walau melaporkan Ketua Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik, ke Mabes Polri, para komisioner mengaku tidak meminta penambahan pengawalan.

Komisioner KPU, Arief Budiman, menegaskan pihaknya belum merasa untuk meminta penambahan pengalawan untuk keselamatan mereka saat bertugas. “Engggak lah. Biasa saja, cuma ini harus disikapi. Kami tidak berlebihan kemudian minta tambahan minta dikawal, enggak lah,” papar Arief Budiman saat ditemui pada jeda sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (11/8/2014).

Arief Budiman juga mengaku pihaknya belum menerima ancaman atau teror yang dirasakan secara langsung terkait rencana penculikan yang ditebarkan Muhammad Taufik melalui berbagai media. "Belum ada," tukas Arief Budiman.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Husni Kamil Manik mengakui telah melaporkan bersama komisioner KPU lainnya ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dini hari tadi.

“Rapat pleno KPU yang dihadiri oleh komisioner mencermati perkembangan dan sikap yang disampaikan oleh Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik. Ia mempunyai keinginan untuk menangkap atau indikasi menculik Ketua dan komisioner KPU,” bebernya di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (11/8/2014) siang.

Pelaporan ini terkait dengan situasi terakhir yang berkembang saat proses persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) dan sidang kode etik penyelenggara pemilu Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dalam pleno KPU tersebut Husni Kamil Manik dan komisioner lainnya yang memutuskan apa yang disampaikan oleh Muhammad Taufik berpotensi mengganggu KPU RI dalam mengikuti proses penegakan hukum. “Oleh karenanya rapat pleno memutuskan untuk merespon apa yang disampaikan itu ke Bareskrim Polri. Kita berharap untuk disikapi agar ada upaya-upaya penjaminan keamanan kepada ke seluruh komisioner,” terangnya.

Husni Kamil Manik menuturkan pelaporan itu didasarkan kepada bukti yang disampaikan dalam sebuah artikel di satu media cetak. Dalam perkembangannya KPU terus mengumpulkan bukti atas upaya yang ingin dilakukan tersebut. "Ini kita lakukan agar kita bisa mengikuti proses di MK dan DKPP dengan nyaman,” tandasnya. (jos)

See Also

Cuaca Buruk, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda
Pekalongan Siapkan Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan
Momen Kebersamaan Kodim 0716/Demak Dan Polres Demak Berbagi Takjil Di Bulan Puasa
Diduga Konsleting Listrik, Rumah Terbakar Di Demak
Babinsa Koramil 06/Wedung Rujuk Pasien Gangguan Jiwa Ke Semarang
Wiranto Menyesal Tunjuk OSO Jadi Ketua Umum Partai Hanura
Jumlah Petugas KPPS Wafat Bertambah Jadi 318
Ombudsman Sebut Wafatnya Petugas KPPS, Kesalahan Kolektif
22 Polri Gugur Saat Pengamanan Pilpres & Pileg 2019
72 Orang Panwaslu Wafat Di Pilpres & Pileg 2019
Ratusan Santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Ikuti Pembekalan
KPU Sebut Petugas KPPS Yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang
Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.832.074 Since: 07.04.14 | 0.6021 sec