YouTube Facebook Twitter RSS
27 Jun 2019, 0

Internasional

Halimah Binti Yacob Akan Jadi Presiden Perempuan Pertama Singapura

Tuesday, 12 September 2017 | View : 485

siarjustisia.com-SINGAPURA.

Alumnus National University of Singapore (NUS), Halimah binti Yacob akan mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Presiden Singapura. Mantan Juru Bicara Parlemen Halimah binti Yacob akan menjadi Presiden Singapura berikutnya, sekaligus Presiden perempuan pertama negara tersebut. 

Tidak hanya itu, politikus mantan anggota People's Action Party (2001-2017) yang berhijab ini, Halimah Yacob juga akan menjadi pemimpin Singapura pertama dari etnis Melayu dalam 47 tahun terakhir.

Seperti dilansir media Singapura, Channel News Asia dan Reuters, Selasa (12/9/2017), politisi kelahiran Singapura pada 23 Agustus 1954 tersebut, Halimah Yacob akan dilantik menjadi Presiden Singapura pada Rabu (13/9/2017) besok setelah dinyatakan sebagai satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat.

Kepastian akan duduknya Halimah Yacob di kursi Presiden Singapura didapat setelah dua kandidat lainnya gagal lolos uji kelayakan. Empat kandidat lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh Departemen Pemilu Singapura.

Pada Senin (11/9/2017) kemarin, Departemen Pemilu Singapura menyatakan hanya ada satu Sertifikat Kelayakan yang dikeluarkan pihaknya. Seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (11/9/2017), Departemen Pemilu Singapura hanya mengeluarkan satu sertifikat kelayakan. Itu artinya, dua kandidat presiden lainnya, Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan gagal lolos.

Lulusan Tanjong Katong Girls' School tersebut, Halimah Yacob sebelumnya dikenal sebagai Juru Bicara Parlemen Singapura ke-9 yang mulai menjabat sejak Januari 2013 hingga Agustus 2017. Pengalamannya menjabat Ketua Parlemen Singapura selama tiga tahun turut membantu Halimah Yacob dalam memenuhi syarat pencalonan. Dia mencalonkan diri sebagai kandidat dari sektor publik.

Departemen Pemilu Singapura tidak menjelaskan lebih lanjut soal alasan penolakan empat kandidat lainnya. Namun dua kandidat di antaranya yang berasal dari sektor swasta dilaporkan tidak memenuhi syarat soal memimpin perusahaan dengan nilai aset minimum SG$ 500 juta, atau memiliki pengalaman dan kemampuan sebanding dengan sektor publik.

"Saya berjanji untuk melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk melayani masyarakat Singapura dan itu tidak berubah, apakah ada pemilihan atau tidak ada pemilihan,” jelas wanita berusia 63 tahun itu.

"Semangat dan komitmen saya untuk melayani rakyat Singapura tetap sama. Saya tetap berkomitmen penuh untuk melayani Singapura dan Singapura," lanjutnya. Pemilihan Presiden Singapura sendiri dijadwalkan akan berlangsung bulan ini.

Halimah binti Yacob akan menggantikan posisi Tony Tan, yang telah 6 tahun menjabat sebagai presiden Negeri Singa. Selain menjadi perempuan pertama yang menjadi Presiden Singapura, Halimah binti Yacob juga akan menjadi warga keturunan Melayu pertama yang menyandang jabatan presiden dalam kurun 47 tahun terakhir. Halimah Yacob juga menjadi etnis Melayu pertama dalam 47 tahun yang menjabat posisi penting di Singapura. Terakhir kali Yusof Ishak menjabat Presiden Singapura tahun 1965-1970.

Hingga kini, sudah 7 figur yang pernah menjabat sebagai Presiden Singapura. Mereka adalah Yusof Ishak (1965-1970), Benjamin Sheares (1971-1981), C. V. Devan Nair (1981-1985), Wee Kim Wee (1985-1993), Ong Teng Cheong (1993-1999), Sellapan Ramanathan (1999-2011), dan Tony Tan Keng Yam (2011-2017. (channelnewsasia/reuters)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.020.364 Since: 07.04.14 | 0.5677 sec