YouTube Facebook Twitter RSS
22 Feb 2019, 0

Internasional

Presiden Perempuan Pertama Singapura Resmi Terpilih

Wednesday, 13 September 2017 | View : 326
siarjustisia.com-SINGAPURA.
Halimah binti Yacob (63 tahun), mantan ketua parlemen, dinyatakan terpilih sebagai presiden perempuan pertama Singapura pada Rabu (13/9/2017), setelah pejabat pemilihan umum mengumumkan Halimah Yacob sebagai satu-satunya kandidat yang lolos seleksi. Halimah binti Yacob menjadi Presiden kedelapan dan kepala negara perempuan pertama Singapura pada pekan ini, dalam pemilihan presiden perdana bagi kandidat dari komunitas Melayu.
Mantan ketua parlemen berusia 63 tahun itu adalah satu-satunya calon presiden yang dinyatakan berhak mengikuti pemilihan oleh Komite Pemilihan Presiden (PEC) pada Senin (11/9/2017).
"Apakah ada pemilihan atau tidak, semangat dan komitmen saya untuk melayani rakyat Singapura tetap sama," katanya seperti dikutip dari Strait Times, Selasa (12/9/2017).
Dia mendapatkan sertifikat kelayakan dari Departemen Pemilihan, tidak lama setelah menyaksikan pemilihan penggantinya di parlemen.
Dengan tujuan memperkuat keterwakilan di negara multikultural itu, Singapura telah menetapkan adanya tempat untuk kandidat dari komunitas minoritas Melayu.
Komisi Konstitusi merekomendasikan perubahan untuk menjamin keterwakilan minoritas di lembaga tertinggi di negara tersebut dan juga untuk memperketat kriteria kelayakan seseorang menjadi presiden sesuai dengan pertumbuhan ekonomi.
Pengalaman Halimah Yacob sebagai ketua parlemen secara otomatis membuatnya memenuhi syarat sebagai kandidat presiden.
Setelah memegang jabatan publik utama, yaitu ketua parlemen sejak 2013, Halimah binti Yacob adalah satu-satunya dari tiga calon bersuku Melayu yang secara otomatis memenuhi syarat mencalonkan diri.
Dari empat calon presiden, dua orang di antaranya bukan dari suku Melayu dan dua lainnya tidak mendapat sertifikat kelayakan, kata departemen pemilihan umum awal pekan ini.
PEC menginformasikan kepada dua kandidat lainnya, Farid Khan (61 tahun) dan chief executive perusahaan properti Salleh Marican (67 tahun) bahwa mereka tidak memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan presiden.
Orang Melayu terakhir yang memegang jabatan presiden adalah Yusof Ishak yang gambarnya terdapat di uang kertas negara itu.
Yusof Ishak adalah presiden pada tahun 1965 hingga 1970, tahun-tahun awal kemerdekaan Singapura, namun kekuasaan eksekutif berada pada Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama negara itu.
Berpisahnya Singapura dan Malaysia membuat suku Melayu menjadi mayoritas di Malaysia, sementara etnis China menjadi mayoritas di Singapura, demikian Reuters. (reuters/straittimes)

See Also

Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.426.977 Since: 07.04.14 | 0.6238 sec