YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Nusantara

Giliran Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Laporkan Ketua KPU RI

siarjustisia.com-JAKARTA.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DKI Jakarta Muhammad Taufik tak terima dengan pengaduan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Husni Kamil Manik yang melaporkan dirinya ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri karena dianggap telah mengancam dirinya.

Kini, giliran Muhammad Taufik yang melaporkan Ketua KPU RI Husni Kamil Manik ke Bareskrim Polri dengan Pasal 311 KUHP tentang fitnah karena dia merasa tidak pernah menyatakan untuk menculik Husni Kamil Manik.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik datang ke Bareskrim Polri hari ini. Dia berencana melaporkan Ketua KPU RI Husni Kamil Manik karena dianggap mencemarkan nama baiknya.

"Saya mau melaporkan balik pencemaran nama baik saya yang dilaporkan oleh Husni Kamil Manik. Karena saya tidak pernah menyebut menculik (Husni). Itu disebut Husni saja, itu yang saya hanya bilang polisi tangkap Husni Kamil Manik dan mengepung MK. Teman-teman juga dengar tidak ada kata-kata menculik,” tukas Muhammad Taufik di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2014).

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik menjelaskan lebih rinci tentang ucapannya yang mengundang kontroversi. Menurutnya dia tidak mengatakan akan 'menculik' Ketua KPU Husni Kamil Manik, tetapi 'menangkap' Husni Kamil Manik.

Kini keterangan Muhammad Taufik berbeda lagi, yang ditangkap bukan Husni Kamil Manik sungguhan tetapi replikanya saja. Muhammad Taufik menegaskan yang mau ditangkap bukan Ketua KPU RI tapi replika. “Saya orasi di depan kantor MK. Saya juga bilang kita akan membuat replika Husni untuk diserahkan ke polisi untuk menangkap yang aslinya, tak ada kata-kata culik," jelas dia kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2014).

Dia pun mengeluh mengapa Ketua KPU RI terkesan berlebihan dalam melaporkan orasinya tersebut. “Saya juga enggak ngerti statement saya hanya Husni, tapi yang melaporkan 7 komisioner, tapi saya hanya melaporkan Husni," ungkap Muhammad Taufik di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2014).

Muhammad Taufik melaporkan balik Ketua KPU RI Husni Kamil Manik dengan Pasal 317 jo Pasal 220 jo Pasal 310 jo Pasal 311 dan Pasal 52 KUHP dengan nomor laporan yakni No laporan TBL/746/VIII/2014/Bareskrim.

Oleh karena itu, bersama dengan penasihat hukum pasangan Prabowo-Hatta, DR. H. Eggi Sudjana, S.H., M.Si., dia akan melaporkan Husni Kamil Manik dengan tuduhan beberapa pasal. "Itu nanti ada ada pengacara kita, ada pasal pencemaran nama baik dan fitnah,” terang dia lagi.

DR. H. Eggi Sudjana, S.H., M.Si., pengacara Muhammad Taufik yang juga tim penasihat hukum pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, menambahkan jika media pun akan ikut dilaporkan jika ikut membesar-besarkan kasus ini dan ikut memfitnah. "Karena pasalnya jelas apalagi ada UU ITE. Saya klarifikasi, tidak ada saudara Taufik mengatakan penculikan. Itu tidak ada," tukas DR. H. Eggi Sudjana, S.H., M.Si.

Praktisi hukum yang juga anggota tim advokasi pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Dr. H. Eggi Sudjana, S.H., M.Si., juga hendak menanyakan kelanjutan laporan Fadli Zon, sekretaris tim kampanye nasional pasangan Prabowo-Hatta, yang telah lebih dulu melaporkan Husni Kamil Manik dan KPU RI ke Bareskrim dengan tuduhan melanggar Pasal 417 dan Pasal 233 KUHP karena merusak barang bukti karena membuka kotak suara.

“MK memang memutuskan KPU boleh membuka kotak suara, tapi itu keputusan tanggal 8 Agustus, sedangkan KPU sudah membuka tanggal 25 Juli. Putusan MK itu tidak berlaku retroaktif," ketus DR. H. Eggi Sudjana, S.H., M.Si.

Soal pembukaan kotak suara memang menjadi pangkal saling lapor di antara kedua orang itu.

Awalnya, Muhammad Taufik berorasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan mengajak massa menangkap Husni Kamil Manik yang dianggapnya curang karena mengeluarkan surat edaran membuka kotak suara.

Pernyataan inilah yang kemudian dilaporkan Husni Kamil Manik ke Bareskrim pada Senin (11/8/2014) pukul 01.00 dinihari.

Husni Kamil Manik sendiri bersikukuh bahwa tindakannya itu tidak keliru dan ini dikuatkan putusan dalam sidang MK.

Dimana dinyatakan jika MK memang memutuskan memberi izin ke KPU untuk membuka kotak suara sesuai PP MK Nomor 4/2014 Pasal 29 dimana termohon, dalam hal ini KPU RI, wajib memberi keterangan dilengkapi alat bukti.

Seperti dikabarkan sebelumnya, tujuh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendatangi Gedung Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (11/8/2014) dini hari tadi. Kedatangan tiba-tiba para penyelenggara pemilu ini untuk melaporkan ancaman penculikan terhadap Ketua KPU RI Husni Kamil Manik. "Iya, (ancaman) terhadap Ketua KPU,” beber komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, kepada wartawan, Senin (11/8/2014).

Hadar Nafis Gumay dan rekan tiba di Gedung Bareskrim sekitar pukul 00.30 WIB. Saat dihubungi pukul 02.30 WIB, Hadar Nafis Gumay juga membenarkan laporan tersebut terkait ancaman yang diberikan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik kepada Husni Kamil Manik. "Iya benar,” ungkap Hadar Nafis Gumay. (mer/jos)

See Also

Lombok Diguncang Gempa Lagi 6,2 Skala Richter
Peduli Gempa Lombok, Siswa MA NU TBS Gelar Istighasah
TNI-Polri Kirim Bantuan Ke Daerah Gempa Di Lombok
Gempa Susulan Kembali Terjadi Di Lombok
PT. PLN (Persero) Upayakan Listrik Menyala Di Kepulauan Gili Lombok
Dandim 0716/Demak Tutup TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018
Bhabinkamtibmas Dan Babinsa 03/Wonosalam Bersinergi Amankan Apitan
Terasa Kompak, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Mijen Ramaikan Lomba 17-An
Dialog Interaktif Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Menyambut HUT RI Ke-73
Babinsa 06/Wedung Rela Bagikan Air Bersih Dari Rumah Ke Rumah
Mahasiswa UMK Ikuti Agri-Relationship ASEAN Universities Network
Partai Hanura Ajukan Sengketa Pendaftaran Bacaleg Ke Bawaslu
Guna Matangkan Penutupan TMMD Kodim 0716/Demak Gelar Rakor
Jelang HUT RI Ke-73, Babinsa Latih Paskibraka
Acungan Tangan Mungil Rizki Ajukan Pertanyaan Bagaimana Cara Menjadi TNI Pak Babinsa?
Babinsa Kodim 0716/Demak Bersama Bhabinkamtibmas Turut Serta Pelatihan Ketrampilan
Untuk Pecahkan Rekor MURI, Kodim 0716/Demak Latihan Senam Gemu Famire
UMK Didorong Buka Korean Corner
Al-Jalsah Ula Ma Had Aly TBS
Peran Aktif Babinsa 06/Wedung Terhadap Generasi Penerus
Dandim 0716/Demak Hadiri Pembukaan Manasik Haji II Dan Pelepasan Calon Jemaah Haji Demak
30 Peserta Diklat Pim IV Dapat Materi Wasbang
Kunjungan Tim Wasev Sterad Bidang Komsos Ke Kodim 0716/Demak
Sosok Anak Pedagang Gorengan Yang Ingin Jadi Jenderal
Babinsa Koramil 09/Karangtengah Seleksi Calon Paskibra
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.165 Since: 07.04.14 | 0.6477 sec