YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Olahraga

Indonesia Pastikan Empat Wakil Di Final Korea Terbuka

Saturday, 16 September 2017 | View : 44

siarjustisia.com-SEOUL.

Indonesia memastikan punya empat wakil dalam laga final kejuaraan bulu tangkis Korea Terbuka 2017 setelah dua pasangan gandanya memperoleh hasil positif dalam pertandingan semifinal turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS tersebut di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan (Korsel), Sabtu (16/9/2017).

Mereka yang memastikan langkah Indonesia itu adalah pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto dan duet ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang sukses melibas lawan-lawan mereka di empat besar, demikian laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jakarta.

Praveen Jordan/Debby Susanto lolos ke partai puncak selepas menyudahi langkah gemilang dan mengejutkan pasangan Jerman yang datang dari babak kualifikasi, Marvin Emil Seidel/Linda Efler dengan pertarungan dua gim langsung dengan 21-18, 21-12.

Dalam pertandingan semifinal itu, meskipun bisa dibilang tidak mengalami kesulitan berarti, Praveen Jordan/Debby Susanto mengaku ada gaya permainan lawan yang meleset dari perkiraan awal.

"Sebelumnya sudah pernah ketemu tapi yang cowoknya beda. Masih cari-cari juga karena baru pertama kali ketemu dan mereka termasuk mainnya halus, tidak seperti biasanya pemain Eropa yang mainnya kasar tapi ada pola. Ini dia agak beda," kata Praveen Jordan dalam keterangannya.

Praveen Jordan/Debby Susanto akan menghadapi pasangan China Wang Yilyu/Huang Dongping yang mengkandaskan impian Chan Peng Soon/Cheah Yee See dari Malaysia 21-15, 21-19 di semifinal. Duet Wang Yilyu/Huang Dongping berhasil mengalahkan pasangan Indonesia dalam pertemuan terakhir mereka di Kejuaraan Asia.

"Kami belajar dari pertemuan terakhir di Kejuaraan Asia kemarin yang bisa dibilang kami seharusnya tidak kalah. Tapi ada beberapa poin yang kami mati sendiri dan lengah. Jadi harus dipelajari lagi supaya tidak terulang," ujar Debby Susanto.

Sebelumnya, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi wakil keempat Indonesia yang berhasil melaju ke semifinal kejuaraan bulu tangkis Korea Terbuka 2017 setelah sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan ganda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Seperti dilansir dalam laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jumat (15/9/2017), Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil melaju ke fase empat besar setelah berhasil memenangkan duel melawan duet Jepang Takuro Hoki/Sayaka Hirota dalam pertarungan dua game berkesudahan 21-17, 21-17.

Meski mendapatkan kemenangan dengan straight game, keduanya mengaku tidak mengalami permainan yang mudah.

"Dibilang mudah juga enggak sebenarnya. Cuma kami keuntungannya sudah pegang permainan dari awal," kata Debby Susanto dalam keterangannya.

Praveen Jordan/Debby Susanto mengatakan mulai bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan berangin yang sebelumnya cukup mempengaruhi mereka.

"Sejauh ini mainnya sudah enak. Dan saya juga tadi banyak cari pukulan dan beradaptasi dengan kondisi seperti ini harus seperti apa," ujar Praveen Jordan.

Di semifinal, Praveen Jordan/Debby Susanto akan berhadapan dengan pasangan Jerman, Marvin Emil Seidel/Linda Efler, yang sebelumnya menumbangkan duet Malaysia Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai 18-21, 21-13, 21-18.

Meski akan menghadapi lawan yang berstatus non unggulan, Praveen Jordan/Debby Susanto menegaskan mereka tidak akan menurunkan fokus dan tidak menganggap enteng lawan.

"Kalau melihat kans sih ada peluangnya. Tapi ya kami jadi tidak boleh santai juga, karena mereka yang bukan pemain unggulan tapi bisa mengalahkan pemain yang bisa dibilang bagus-bagus juga. Jadi kami harus bisa menjaga kondisi buat besok dan tidak menganggap enteng lawan," ujar Debby Susanto.

Hasil yang didapatkan Praveen Jordan/Debby Susanto, membuat Indonesia memiliki empat wakil pada fase semifinal Korea Terbuka 2017 di tiga nomor berbeda yakni ganda campuran, tunggal putra dan ganda putra.

Adapun pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melaju ke final usai memenangkan pertarungan tiga gim selama 50 menit dengan duet Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda yang berkesudahan 21-18, 17-21, 21-16.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menyebut dalam pertandingan empat besarnya kali ini, mereka mengalami sedikit kendala karena angin dan karena hal tersebut juga mereka harus kehilangan gim kedua yang berakibat dilangsungkannya gim penentu.

"Di gim ketiga kami lebih fokus, belajar dari gim kedua kami kan kesusahan waktu kami menang angin. Jadi kami banyak menyerang dulu, banyak mendahului lawan sedangkan mereka mainnya tetap sama. Mereka tipe mainnya cepat dan memiliki drive yang bagus," kata Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Di partai final turnamen berlabel Super Series tersebut, kedua pasangan akan menemui batu sandungan yang tidak mudah bahkan bisa disebut berat. Pasangan ganda putra terbaik Indonesia akan menerima tantangan salah satu rival terberat mereka di final Korea Terbuka 2017 selepas duet Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen memastikan langkah dengan bangkit dan menumbangkan wakil Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi 17-21, 21-16, 21-17.

"Untuk pertandingan final besok kami harus lebih tenang, lebih siap di non teknisnya kalau berhadapan dengan Denmark serta tetap fokus mengumpulkan poin. Karena kalau secara teknik kan semua sudah hampir rata saja," ucap Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Sebelumnya, pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus melalui tujuh kali "deuce" (perpanjangan waktu akibat skor imbang) untuk mencapai putaran semifinal turnamen bulu tangkis Korea Terbuka 2017 di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan (Korsel).

Laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jumat (15/9/2017), mencatat dalam pertarungan perempatfinalnya pasangan andalan Indonesia tersebut harus menjalani tujuh kali "deuce" pada game kedua ketika menghadapi duet China Liu Cheng/Zhang Nan sebelum akhirnya menang dengan kedudukan 21-16, 28-26.

Pertandingan games pertama berlangsung cukup ketat sejak awal laga dan perolehan angka Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo terus berada di bawah Liu Cheng/Zhang Nan. Akan tetapi, setelah kedudukan imbang poin 15-15, pasangan Indonesia berhasil melesat dengan merebut lima angka tanpa balas, walau duet China bisa menambah satu poin, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang berhasil merebut gim pembuka ini dengan skor 21-16.

Pada game kedua, dominasi Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo jauh lebih terasa, mereka terus mengungguli perolehan angka Liu Cheng/Zhang Nan hingga 15-12. Selepas momen tersebut, pasangan China berhasil menyamakan kedudukan 15-15 dan membalikan keadaan.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tertinggal hingga poin 18-19. Susul menyusul angkapun terjadi antara kedua pasangan hingga tujuh kali terjadi "deuce".

Hingga akhirnya pada posisi 27-26, sambaran dari Liu Cheng membentur net yang membuat pasangan Indonesia memperoleh kemenangan "susah payah" itu dengan skor 28-26.

"Kami mainnya lumayan bagus, awalnya mungkin agak canggung karena mereka mainnya cepat. Tapi setelah poin 15 kami mulai menyusul, ya sudah lumayan enak. Pas game kedua kami sudah unggul lumayan jauh, tapi mereka mainnya lebih siap dan lepas, nggak terlalu tegang. Akhirnya mereka malah lebih bagus dan permainan ketat terjadi di akhir laga," kata Marcus Fernaldi Gideon.

Saat itu, kata Kevin Sanjaya Sukamuljo, mereka hanya berusaha fokus dan menghindarkan pikiran pesimistis.

"Saat itu kami pokoknya berpikir untuk harus fokus gimana caranya mencari poin," ujar Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Di semifinal, Kevin Sanjaya Sukamuljo /Marcus Fernaldi Gideon masih menunggu lawan antara pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang. Kendati demikian, secara statistik Kamura/Sonoda yang menjadi unggulan ketiga lebih berpeluang untuk bisa menang.

"Kalau dengan Jepang kami sudah pernah ketemu beberapa kali, jadi sudah saling tahu satu sama lain. Harus lebih siap saja. Kalau pasangan Jepang mereka kuat, rapi dan nggak gampang mati," ujar Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Dengan hasil ini, pasangan Indonesia memperbaharui catatan keunggulannya atas Liu Cheng/Zhang Nan yang merupakan pasangan juara dunia 2017 itu menjadi 2-0. Sebelumnya di Malaysia Terbuka 2017, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menang dengan skor 23-21, 21-16.

Dengan kepastian dua ganda ini menembus putaran final, Indonesia dipastikan berhasil menempatkan empat wakilnya di partai puncak turnamen Korea Terbuka 2017 setelah sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie memastikan langkah ke final yang sekaligus menjadikan All Indonesia Final untuk nomor tunggal putra.

Indonesia dipastikan akan meraih gelar tunggal putra pada turnamen Korea terbuka Super Series 2017 setelah membukukan final  antar sesama pemain Indonesia (all Indonesian final) antara Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, mencatat kepastian tersebut didapatkan setelah dua atlet Indonesia itu mampu melewati hadangan besar pada laga empat besar yang berlangsung di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan (Korsel), Sabtu (16/9/2017).

Anthony Sinisuka Ginting memastikan langkahnya ke partai final setelah sukses menghentikan langkah pemain ranking satu dunia sekaligus kebanggan tuan tumah Son Wan Ho dalam laga tiga gim selama satu jam 17 menit yang berkesudahan dengan skor 16-21, 21-18, 21-13.

Sedangkan, Jonatan Christie berhasil melangkahkan kakinya ke partai puncak seusai mengalahkan wakil Taiwan Wang Tzu Wei dalam pertarungan dua gim selama 31 menit dengan skor 21-13, 21-17, yang menjadi kemenangan perdananya atas pemain Taiwan itu dalam empat kali pertemuan.

Bagi Anthony Sinisuka Ginting, hasil ini sekaligus memastikan final pertamanya pada turnamen level Super Series sepanjang karirnya. Walau dirinya melihat peluang di Korea ini sangat terbuka dengan banyaknya pemain top yang tidak ikut serta, dia menilai mencapai final di manapun bukan perkara gampang.

"Menurut saya ini merupakan kesempatan besar untuk tembus ke final. Karena pemain top seperti Lee Chong Wei, Lin Dan, Chen Long dan Axelsen tidak turun. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, walaupun nggak gampang juga bisa ke final," kata Anthony Sinisuka Ginting dalam pernyataannya.

Sementara itu, Jonatan Christie mengungkapkan perasaannya yang luar biasa saat ini, bukan hanya karena mendapatkan kesempatan mencicipi final pertamanya dalam turnamen berlevel Super Series di Korea Terbuka 2017, tapi juga karena di final nanti akan menjadi final sesama Indonesia.

"Bisa all Indonesian final ini jauh sekali dari target kami di tunggal putra. Kita nggak tahu kapan terakhir all Indonesian final, ini berkat bantuan Tuhan. Mungkin ini adalah hasil dari apa yang kami usahkan sejak dua tahun yang lalu," kata Jonatan Christie.

Bagi pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI Hendry Saputra meskipun dua anak didiknya tersebut meraih hal luar biasa di Korea Terbuka 2017 ini, dia melihat penguasaan mental dan fokus cara bermain keduanya masih belum stabil.

"Akan tetapi dalam daya juang dan semangatnya sudah menunjukan kemajuan. Saya harap mereka termotivasi memperbaiki itu untuk turnamen-turnamen berikutnya dan jangan cepat puas anggaplah setiap turnamen adalah ujian kemampuan mereka," ujarnya dalam pesan singkat.

Dengan hasil yang didapatkan oleh Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie pada semifinal ini, gelar tunggal putra Korea Terbuka 2017 dipastikan akan jatuh ke tangan Indonesia.

Sebelumnya, atlet tunggal putra Jonatan Christie mengikuti langkah kompatriotnya Anthony Sinisuka Ginting melaju ke semifinal kejuaraan bulu tangkis Korea Terbuka 2017 setelah memperoleh hasil positif melawan wakil Jepang Kazumasa Sakai di fase delapan besar.

Kemenangannya di putaran perempat final ini rupanya memiliki arti tersendiri buat Jonatan Christie, pasalnya pada hari hari ini Jonatan Christie merayakan hari ulang tahunnya yang memasuki usia ke 20 tahun.

"Saya bersyukur banget ini jadi kado yang indah buat saya. Kemarin malam saya sempat tegang, sedih dan senang, tidak tahu kenapa. Senang karena delapan besar bisa ketemu Sakai jadi ada peluang buat lolos. Karena sebelum-sebelumnya saya pasti dapat lawan berat di putaran-putaran awal," kata Jonatan Christie dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Berdasarkan laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), dalam partai perempat final yang dilangsungkan di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan (Korsel), Jumat (15/9/2017), Jonatan Christie sukses menyudahi perlawanan wakil Jepang dalam pertarungan selama 52 menit yang berkesudahan 21-13, 16-21, 21-19.

Di game pertama, Jonatan Christie berhasil berhasil mendominasi permainan dan poinnya tak pernah sekalipun bisa disusul ataupun disamakan oleh Kazumasa Sakai hingga akhirnya mendapatkan gim pembuka dengan skor cukup telak.

Akan tetapi, keunggulan itu tak terjadi di game kedua. Setelah sempat bermain ketat di awal, Jonatan Christie justru harus tertekan 4-11 dan 5-15. Terus tertinggal, Jonatan Christie mampu membuat satu poin sebelum akhirnya Kazumasa Sakai menutup game kedua dengan skor 21-16 dan memaksakan pertandingan dilanjutkan dengan game pamungkas.

Tidak ingin mengulang kesalahan di game kedua, Jonatan Christie langsung tancap gas 8-0 di awal laga. Meski terus memimpin, Jonatan Christie tak bisa lengah karena Kazumasa Sakai yang berusaha menekan dengan mengejar ketertinggalan.

Perlahan namun pasti Kazumasa Sakai berusaha mengejar dan membuat keunggulan Jonatan Christie akhirnya hanya terpaut satu poin menjadi 17-16. Kendati kembali memimpin, di waktu match point, Kazumasa Sakai kembali mendekati poin Jonatan Christie 20-19, beruntung satu poin yang ditunggu-tunggu Jonatan Christie datang dan membuka jalannya untuk masuk ke semifinal Korea Terbuka 2017.

"Puji Tuhan setinggi-tingginya, dengan bantuan-Nya saya bisa menang kali ini. Saya akui permainan saya tadi belum matang. Dengan kondisi permainan saya yang tadi, saya seperti tidak bisa mengontrol harus menggunakan stroke seperti apa. Walau saya sebenarnya paha, harus main seperti apa, tapi yang keluar tidak sejalan dengan pukulan saya," kata Jonatan Christie.

Di game ketiga juga Jonatan Christie mengatakan sempat terkaget dengan pukulan lawannya dan ketika kedudukan 20-19 dirinya secara jujur mengatakan tidak berani berspekulasi untuk menurunkan bola.

"Karena pertama takut nyangkut, kedua itu bisa mudah buat lawan ngejauhin bolanya. Makanya tadi saya tinggiin saja bolanya, baru siap buat defend beruntung dianya out," tutur Jonatan Christie lagi.

Di semifinal, Jonatan Christie akan berhadapan dengan wakil Taiwan Wang Tzu Wei yang merupakan pertemuan keempat keduanya. Dalam tiga kali pertemuan sebelumnya, Jonatan Christie belum pernah memperoleh kemenangan satu kali pun.

"Pastinya saya akan berusaha semaksimal mungkin. Saya mohon doa dari seluruh bangsa Indonesia mudah-mudahan bisa membalas tiga kekalahan sebelumnya," ucap Jonatan Christie.

Dengan hasil yang diperoleh Jonatan Christie, tunggal putra Indonesia memiliki dua wakil di semifinal Korea Terbuka 2017 setelah sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting juga lolos ke semifinal.

Anthony Sinisuka Ginting melaju ke semifinal Korea Terbuka 2017 sendiri didapatkan setelah pemain binaan Klub SGS PLN Bandung itu sukses menghentikan langkah wakil Jepang Kenta Nishimoto dengan dua gim langsung, 21-19, 21-13 dalam pertarungan selama 39 menit.

Anthony Sinisuka Ginting sendiri akan menemui hadangan besar di semifinal Korea Terbuka 2017, saat harus menantang pemain peringkat satu dunia yang juga andalan tuan rumah, Son Wan Ho, pada kejuaraan berhadiah total 600 ribu dolar AS tersebut.

See Also

Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
Marc Marquez Juarai MotoGP Australia
Lewis Hamilton Juara Grand Prix F1 Di AS
Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Australia
Daftar Negara Sudah Lolos Ke Piala Dunia 2018
Anggota Kodim 0716/Demak Tak Lupa Olahraga
Semangat Aerobik Serdadu Demak
Semangat Ibu Persit Senam Di MaKodim 0716/Demak
UMK Kirim Dua Atlet Di Pomnas 2017
Pebulu Tangkis Putri Klaten Rebut Juara Di Malang
Tim Taekwondo Indonesia Raih Emas Di Kejuaraan Asia
Tim Jujitsu Sumbang Medali Perunggu Dari Ajang AIMAG
Wakil Rektor III UMK Sebut Bidang Olahraga Banyak Sumbang Prestasi
Praveen Jordan/Debby Susanto Juara Korea Terbuka Super Series 2017
Atlet Tarung Derajat Putri UMK Akan Turun Di Pomnas
Meksiko Pastikan Lolos Ke Piala Dunia 2018
Daftar Perolehan Medali Akhir SEA Games 2017
SEA Games 2017, Pebulutangkis Jonatan Christie Sumbang Emas
Koramil 09/Randublatung Gelar Senam Bersama Forkopimcam
SEA Games 2017, Tim Putra Bulu Tangkis Lolos Ke Final
SEA Games 2017, Rifda Irfanaluthfi Cetak Medali Emas Pertama Cabang Senam
SEA Games 2017 Grup B, Indonesia 0-0 Vietnam
SEA Games 2017, Emas Pertama Bowling Tambah Medali Indonesia
SEA Games 2017, Atlet Wushu Lindswell Kwok Menambah Medali Emas Bagi Indonesia
Panahan Sumbang Dua Emas Pertama SEA Games 2017
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.350 Since: 07.04.14 | 1.927 sec