YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Olahraga

Praveen Jordan/Debby Susanto Juara Korea Terbuka Super Series 2017

Sunday, 17 September 2017 | View : 37

siarjustisia.com-SEOUL.

Perjalanan pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto di turnamen bulu tangkis Korea Terbuka 2017 berhadiah total 600 ribu dolar AS tersebut berbuah manis dengan meraih gelar juara.

Laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, Minggu (17/9/2017), mencatat capaian duet ganda campuran tersebut sekaligus menjadi gelar super series perdana mereka di tahun 2017 yang terakhir diraihnya pada 2016 lalu dalam kejuaraan All England di Birmingham, Inggris.

"Sejak All England kemarin kami benar-benar penasaran untuk naik podium lagi, cuma selalu gagal. Tapi akhirnya itu menjadi penyemangat kami untuk menaikkan motivasi dan akhirnya di sini kami bisa mendapat gelar," kata Debby Susanto dalam pernyataannya.

Kepastian Praveen Jordan/Debby Susanto meraih gelar perdananya ini, setelah dalam laga puncak Korea Terbuka 2017 yang berlangsung di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan (Korsel), mereka berhasil mengkandaskan impian pasangan China Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua gim langsung yang berkesudahan 21-17, 21-18.

Di gim pertama, Praveen Jordan/Debby Susanto mampu mendominasi jalannya pertandingan. Walau pasangan China mengejar dan sempat menyusul poin Praveen Jordan/Debby Susanto 15-16, duet Indonesia kembali ke jalurnya dan memenangkan pertarungan gim pertama dengan skor 21-17.

Masuk di gim kedua, pertandingan berjalan tidak semudah gim pertama bagi Praveen Jordan/Debby Susanto. Selepas unggul 8-3 dan 9-5, perolehan mereka terkejar dan disamakan duet China yang berhasil mengumpulkan empat poin tanpa balas untuk menjadikan skor 9-9.

Beruntung mereka bisa menemukan kembali pola permainannya dan menjaga jarak poin dari Wang Yilyu/Huang Dongping. Ketika permainan semakin ketat dalam keadaan match point untuk pasangan Indonesia, bola dari Debby Susanto gagal dikembalikan Wang Yilyu yang akhirnya menjadi poin kemenangan bagi pasangan Indonesia 21-18.

Kemenangan ini, sekaligus membalas pertemuan pertama mereka sebelumnya yang terjadi di Kejuaraan Asia 2017 yang pada saat itu Praveen Jordan/Debby Susanto harus menyerah 22-24, 19-21 dari Wang Yilyu/Huang Dongping.

Pasangan besutan PB Djarum Kudus itu menyebutkan kunci kemenangan mereka adalah dengan tidak mengendurkan fokus sepanjang pertandingan untuk mengumpulkan satu demi satu poin hingga pertandingan benar-benar selesai.

"Kami juga memperbanyak komunikasi di lapangan. Saling memotivasi diri sendiri dan rekan," ucap Praveen Jordan.

Selain itu, mereka mengaku mendapat banyak pelajaran dalam turnamen-turnamen yang mereka ikuti sebelumnya, terutama Australia Terbuka 2017 di mana mereka menjadi finalisnya.

"Kami juga belajar dari pertandingan di Australia Open kemarin. Di mana kami sudah bisa sampai final, tapi justru melakukan kesalahan di partai puncak. Itu yang kami ingat terus, tapi juga tidak menjadi tekanan buat kami," ujar Debby Susanto.

Sebelumnya, Praveen Jordan/Debby Susanto lolos ke partai puncak selepas menyudahi langkah gemilang dan mengejutkan pasangan Jerman yang datang dari babak kualifikasi, Marvin Emil Seidel/Linda Efler dengan pertarungan dua gim langsung dengan 21-18, 21-12.

Dalam pertandingan semifinal itu, meskipun bisa dibilang tidak mengalami kesulitan berarti, Praveen Jordan/Debby Susanto mengaku ada gaya permainan lawan yang meleset dari perkiraan awal.

"Sebelumnya sudah pernah ketemu tapi yang cowoknya beda. Masih cari-cari juga karena baru pertama kali ketemu dan mereka termasuk mainnya halus, tidak seperti biasanya pemain Eropa yang mainnya kasar tapi ada pola. Ini dia agak beda," kata Praveen Jordan dalam keterangannya.

Praveen Jordan/Debby Susanto akan menghadapi pasangan China Wang Yilyu/Huang Dongping yang mengkandaskan impian Chan Peng Soon/Cheah Yee See dari Malaysia 21-15, 21-19 di semifinal. Duet Wang Yilyu/Huang Dongping berhasil mengalahkan pasangan Indonesia dalam pertemuan terakhir mereka di Kejuaraan Asia.

"Kami belajar dari pertemuan terakhir di Kejuaraan Asia kemarin yang bisa dibilang kami seharusnya tidak kalah. Tapi ada beberapa poin yang kami mati sendiri dan lengah. Jadi harus dipelajari lagi supaya tidak terulang," ujar Debby Susanto.

Sebelumnya, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi wakil keempat Indonesia yang berhasil melaju ke semifinal kejuaraan bulu tangkis Korea Terbuka 2017 setelah sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan ganda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Seperti dilansir dalam laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jumat (15/9/2017), Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil melaju ke fase empat besar setelah berhasil memenangkan duel melawan duet Jepang Takuro Hoki/Sayaka Hirota dalam pertarungan dua game berkesudahan 21-17, 21-17.

Meski mendapatkan kemenangan dengan straight game, keduanya mengaku tidak mengalami permainan yang mudah.

"Dibilang mudah juga enggak sebenarnya. Cuma kami keuntungannya sudah pegang permainan dari awal," kata Debby Susanto dalam keterangannya.

Praveen Jordan/Debby Susanto mengatakan mulai bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan berangin yang sebelumnya cukup mempengaruhi mereka.

"Sejauh ini mainnya sudah enak. Dan saya juga tadi banyak cari pukulan dan beradaptasi dengan kondisi seperti ini harus seperti apa," ujar Praveen Jordan.

Di semifinal, Praveen Jordan/Debby Susanto akan berhadapan dengan pasangan Jerman, Marvin Emil Seidel/Linda Efler, yang sebelumnya menumbangkan duet Malaysia Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai 18-21, 21-13, 21-18.

Meski akan menghadapi lawan yang berstatus non unggulan, Praveen Jordan/Debby Susanto menegaskan mereka tidak akan menurunkan fokus dan tidak menganggap enteng lawan.

"Kalau melihat kans sih ada peluangnya. Tapi ya kami jadi tidak boleh santai juga, karena mereka yang bukan pemain unggulan tapi bisa mengalahkan pemain yang bisa dibilang bagus-bagus juga. Jadi kami harus bisa menjaga kondisi buat besok dan tidak menganggap enteng lawan," pungkas Debby Susanto.

See Also

Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
Marc Marquez Juarai MotoGP Australia
Lewis Hamilton Juara Grand Prix F1 Di AS
Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Australia
Daftar Negara Sudah Lolos Ke Piala Dunia 2018
Anggota Kodim 0716/Demak Tak Lupa Olahraga
Semangat Aerobik Serdadu Demak
Semangat Ibu Persit Senam Di MaKodim 0716/Demak
UMK Kirim Dua Atlet Di Pomnas 2017
Pebulu Tangkis Putri Klaten Rebut Juara Di Malang
Tim Taekwondo Indonesia Raih Emas Di Kejuaraan Asia
Tim Jujitsu Sumbang Medali Perunggu Dari Ajang AIMAG
Wakil Rektor III UMK Sebut Bidang Olahraga Banyak Sumbang Prestasi
Indonesia Pastikan Empat Wakil Di Final Korea Terbuka
Atlet Tarung Derajat Putri UMK Akan Turun Di Pomnas
Meksiko Pastikan Lolos Ke Piala Dunia 2018
Daftar Perolehan Medali Akhir SEA Games 2017
SEA Games 2017, Pebulutangkis Jonatan Christie Sumbang Emas
Koramil 09/Randublatung Gelar Senam Bersama Forkopimcam
SEA Games 2017, Tim Putra Bulu Tangkis Lolos Ke Final
SEA Games 2017, Rifda Irfanaluthfi Cetak Medali Emas Pertama Cabang Senam
SEA Games 2017 Grup B, Indonesia 0-0 Vietnam
SEA Games 2017, Emas Pertama Bowling Tambah Medali Indonesia
SEA Games 2017, Atlet Wushu Lindswell Kwok Menambah Medali Emas Bagi Indonesia
Panahan Sumbang Dua Emas Pertama SEA Games 2017
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.355 Since: 07.04.14 | 0.4023 sec