YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2018, 0

Hukum

Aparat Bareskrim Mabes Polri Temukan 10 Karung Pil PCC Di Surabaya

Wednesday, 20 September 2017 | View : 81

siarjustisia.com-SURABAYA.

Petugas Bareskrim Mabes Polri menggrebek gudang pil Paracetamol, Caffein, Carisoprodol (PCC) di Perumahan Wisma Permai, Jalan Wisma Permai 1 Nomor 22, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur.

Rumah tersebut digerebek petugas Bareskrim Mabes Polri, Selasa (19/9/2017) dini hari, dan selanjutnya menetapkan pria berusia 42 tahun itu sebagai tersangka, setelah di ruang tamunya ditemukan kurang lebih 10 karung berisi pil PCC yang telah dinyatakan ilegal oleh pemerintah.

Dari penggerebekan tersebut terdapat sekitar 1.280.000 butir pil PCC yang diamankan sebagai barang bukti, "Pil PCC tersebut dikemas dalam puluhan karung berjumlah 1.280.000 butir pil PCC," kata Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigjen Eko Daniyanto, Selasa (19/9/2017).

Brigjen Pol. Eko Daniyanto menjelaskan Pil tersebut sudah diangkut ke Jakarta untuk dilakukan pengembangan, sementara gudang yang berhasil digrebek adalah sebagai tempat penyimpanan sebelum barang distribusikan ke luar pulau Jawa.

Dia membeberkan pil PCC yang saat ini diamankan masih berkaitan dengan penggrebekan di Kota Cimahi, Bandung. "Sama dengan yang digerebek di Cimahi kemarin," jelasnya.

Dia menuturkan bahwa masih ada satu gudang yang akan digerebek terkait pil PCC yang masih berada di Jawa Timur.

Distributor pil "Paracetamol, Caffein, Carisoprodol" (PCC) berinisial HS telah menempati sebuah rumah di Perumahan Wisma Permai I/ 22, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, selama dua tahun, kata pengurus kampung setempat.

Ketua RT06/RW05 Perumahan Wisma Permai Ida Bagus Nyoman Sudjana kepada wartawan di Surabaya mengatakan saat awal HS menempati rumah tersebut mengaku tinggal bersama istrinya berinisial LW, yang berusia 43 tahun.

"Ini sesuai data foto kopi KTP yang dia kumpulkan saat awal melapor menempati rumah di Wisma Permai Gang 1 Nomor 22. Dia bilang tinggal di rumah tersebut bersama istrinya," ungkapnya.

Namun, Ida Bagus Nyoman Sudjana ketika mendampingi polisi saat penggerebekan sama sekali tidak melihat istri yang dimaksud.

"HS tinggal sendirian di rumah itu," ujarnya.

Data diri HS sesuai arsip yang disimpan Nyoman tercatat sebagai warga Kedung Mangu Selatan 22, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Sedangkan pemilik rumah yang ditempati HS tercatat atas nama Indahwati. "HS menyewa rumah ini sejak dua tahun lalu," ucapnya.

Ida Bagus Nyoman Sudjana menyebut keseharian HS di Perumahan Wisma Permai terbilang sangat tertutup. "Sama sekali tidak pernah bersosialisasi dengan warga di sini. Sekalipun ada acara ramai-ramai seperti kegiatan Tujuhbelasan pun dia tidak keluar rumah. Bahkan tidak pernah membayar iuran kampung kalau tidak saya tagih," tuturnya.

Saat awal melapor menempati rumah di Wisma Permai, HS mengaku bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan.

"Memang sering saya lihat keluar-masuk mobil boks di rumahnya. Saya tidak curiga karena sejak awal dia sudah bilang kalau bekerja sebagai sopir. Selain itu, saya ingat dia dulu juga mengatakan kalau rumah itu adalah fasilitas dari perusahaan yang disediakan oleh bosnya untuk tempat tinggalnya," katanya.

Ida Bagus Nyoman Sudjana tidak menyangka kalau warganya ini ternyata disebut polisi sebagai distributor pil "PCC" yang telah dilarang beredar oleh pemerintah karena tergolong sebagai obat keras yang pemakaiannya kerap disalahgunakan.

"Ada sekitar 15 polisi yang menggerebeknya. Saya ikut mendampingi. Saat diinterogasi, salah satunya saya mendengar dia mengaku barang-barang yang telah dikemas di dalam karung yang berada di ruang tamunya itu siap kirim ke Sulawesi," imbuhnya. (ant)

See Also

Polisi Dalami Kasus Ambruknya Selasar BEI
Kapolres Karawang Instruksikan Tembak Mati Penjahat Jalanan
Kronologi Ambruknya Balkon Gedung Bursa Efek Indonesia Versi Polisi
Polres Metro Jakarta Barat Bentuk Satgasus Usut Kasus Mandek Di Tahun 2017
Polda Metro Jaya Buru Pemasok Narkoba Untuk Tio Pakusadewo
Ayah Korban Paedofil Jadi Tersangka Pengeroyok
Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara
Koordinator Laboratorium Sabu Likuid Diskotek MG Club International Menyerahkan Diri
Pelaku Percobaan Penculikan Bocah Di ITC Kuningan Menyerahkan Diri
Siswa Korban Pengeroyokan Teman Sekelas Alami Trauma
KPK Rencanakan Panggil Kembali Dua Anak Setya Novanto
Berkas First Travel Dilimpahkan Ke Kejari Depok
Bareskrim Mabes Polri Bekuk Pembuat Dan Pengedar Uang Palsu
BNN Telusuri Keterlibatan Oknum Aparat Dalam Produksi PCC Di Sejumlah Daerah
BNN Sita 13 Juta Pil PCC Di Semarang
Operasi Pabrik PCC, BNN Endus Keterlibatan Oknum Aparat
KPK Terima Pengembalian Uang Suap APBD Jambi
KPK Geledah Kantor Gubernur Jambi Zumi Zola
Andi Narogong Berjanji Kembalikan Keuntungan Dari Korupsi E-KTP
Kejutan Pernyataan Andi Narogong Soal Proyek E-KTP
KPK Ajukan Kasasi Putusan Banding Terdakwa E-KTP Irman-Sugiharto
KPK Geledah Tiga Lokasi Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi 2018
KPK Akan Limpahkan Berkas Setya Novanto Pekan Depan
Polrestro Jakarta Selatan Tetapkan Ahmad Dhani Sebagai Tersangka
OTT Anggota DPRD Dan Pejabat Pemprov Jambi Terkait APBD 2018
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.211.446 Since: 07.04.14 | 0.4113 sec